Ya Allah Jadikan Aku Anak Akhirat

0
709

 

Ustadzah Ummu Ihsan Khairiyah.

2 Jumadil Awal 1437H.
Sahabat Ali Radhiyallahu anhu berkata : ” Sesungguhnya aku khawatirkan 2 hal, yaitu Panjang Angan angan dan Mengikuti Hawa nafsu. Panjang angan2 akan membuat orang lupa akan akhirat sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi manusia dari al haq.
Sesungguhnya dunia ini akan terus berjalan mundur
Sedangkan akhirat terus berjalan maju. Masing2 dari ke duanya punya anak, maka jadilah kalian anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia, karena hari ini yang ada hanyalah Amal tanpa hisab, sedangkan nanti di akhirat yg ada hanyalah Hisab Tanpa amal.”

Dunia ini pasti kita lalui dan akhir dari kehidupan dunia ini adalah awal kehidupan akhirat.
Saat ini kita sedang berada di Negri Dunia dan pada saatnya nanti PASTI kita akan berpindah ke Negri Akhirat.

Karenanya KENALILAH NEGRI DUNIA dan KENALILAH PULA NEGRI AKHIRAT dengan pengenalah yg sebaik-baiknya.

AYOO !!! KENALILAH 2 NEGRI INI !!!

I. NEGRI DUNIA.

Addun’ya berasal dari kata dana yg artinya rendah dan dekat.
Negri Dunia datang lebih awal dari negri akhirat. Namun ketika Allah menyebutkan ttg al hayat dan al maut, pasti yg didahulukan adalah kata almaut dari pada al hayat, karena sejatinya kematian di alam yg satu adalah kehidupan di alam berikutnya.

Lama kehidupan didunia bisa diprediksi, paling lama berapa tahun, ada yg sampai hidup 100 th, namun umat rasulullah berkisar 60-70 tahun, yg lebih dr itu jarang.
Dan rentang waktu sekian itu berlalu begitu cepat, dan MASA TUA ITU DATANG BEGITU CEPAT.

Nabi Isa alaihissalam berkata : ” Dunia ini seperti jembatan, lewatilah dan jangan menetap disana “.
Jembatan ini terbentang antara 2 tiang .. , tiang pertama adalah ayunan bayi dan tiang kedua adalah
sakaratul maut.

Fase kehidupan dunia ini adalah sangat sebentar dan akan berlalu sangat cepat.
Coba kita renungkan dengan sungguh sungguh, masih terbayang dimata beberapa wakti bu yg lalu kita begitu belia, namun sekarang kita sudah memasuki usia senja, usia 40 tahun atau lebih …

Al Ahqaf 15 **

” Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapihnya selama 30 bulan, sehingga apabila anak itu telah mencapai usia 40 tahun, dia berdoa ” yaa Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yg telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebaikan yg Engkau Ridhoi. Berilah aku kebaikan yg akan mengalir sampai anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang2 muslim”.

Pada ayat diatas Allah mengajarkan bagaimana seseorang harus bersikap ketika dia telah mencapai usia 40 tahun, usia yg mulai senja.

1. Banyak Bersyukur*

Banyak2lah bersyukur akan
nikmat Allah yg telah diberikannya kepada kita.
Coba renungkan apa yg selama ini kita lakukan akan nikmat Allah.., terasa berat rasanya lisan ini dalam menyebutkan nikmat2 Allah, padahal nikmat Allah itu saangat luaaas…, namun kita tak pernah membahasnya…, namuun .. lisan ini begitu fasiih ketika berbicara mengeluhkan tentang kekurangan yg ada, ketika curhat ttg musibah yg menimpa, kita bisa bicara panjaang lebaar.
Ini menunjukkan bahwa kita
Kurang Bersyukur.

2. Tingkatkan Amal **

Tingkatkanlah amal sholeh
lebih baik dari masa2 yg telah berlalu.

3. Perbanyak Taubat **

Di usia 40 berarti kita telah meninggalkan masa muda, masa muda yg tentu saja telah dilalui dengan segala kekurangan dan kekhilafan. MASA MUDA adalah masa yg nanti akan ditanya Allah secara KHUSUS. karenanya kita kita harus banyak2 bertaubat dr masa2 yg telah berlalu, khususnya MASA MUDA kita.

4. Jagalah Aqidah Kita**

Mulailah intensif meniti ilmu, memperbaiki, meluruskan aqidah kita.

** BETAPA RENDAH DAN TAK BERHARGANYA DUNIA.

Al Hadiid 20**

” Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan yang melalaikan , perhiasanan dan tempat saling berbangga diantara kamu, serta berlomba lomba dalam banyak kekayaan dan keturunan; seperti hujan yg tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering, kamu lihat warnanya kuning lalu menjadi hancur, dan di akhirat ada azab yg keras dan ampunan dari Allah serta keridhoaanNya. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu”.

Disini Allah menjelaskan tentang hakikat kehidupan dunia :

– Permainan dan sendagurau belaka.
– Kesenangan yang menipu/memperdaya.
– Persaingan dan berbangga bangga akan banyaknya harta dan anak.

Sabda Rasulullah :

1. ” Seandainya dunia ini lebih berharga dihadapan Allah dari sayap seekor nyamuk, maka tidak akan orang kafir itu diberi minum orang kafir itu walau setegukpun”

2. ” makanan anak adam, itulah perumpamaan dunia, meskipun telah di bumbuinya namun dia tau bagaimana hasil akhirnya/kesudahannya”.

3. ” sesungguhnya kesudahan dari dunia ini seperti kesudahan makanan kalian”.

4. ” Kesenangan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan akhirat, seperti ibu jari yg dicelupkan kelautan, air yg menempel dijari inilah kesenangan dunia dan luasnya samudra itulah kenikmatan akhirat”.

Seorang salafushsholeh, ketika mengajar murid2nya beliau mengajak mereka ke tempat pembuangan sampah … lalu beliau mengajarkan kepada murid2nya dan berkata : Lihatlah wahai muridku SAMPAH itulah perumpamaan DUNIA”.

Kalaulah kita ingin bandingkan akan kehidupan dunia dan akhirat , maka bandingkanlah tentang :

1. Kenikmatannya.

Apapun kenikmatan didunia ini pasti ada kurangnya, ada bosennya, jenuh dll.
Kenikmatan dunia itu selalu kurang, untuk dunia tidak akan pernah merasa cukup.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa seandainya anak Adam mempunyai 1 gunung emas, tentu dia akan inginkan gunung yg ke 2, seandainya punya 2 gunung emas, tentu dia akan inginkan gunung yg ke 3″.

Kita bandingkan dengan kenikmatan Syurga yg kenikmatan dan keindahannya nya tak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga dan takpernah terbersit didalam hati, kenikmatan yg tak kan ada jedanya … nikmaaat terus, kenikmatan yg berkesinambungan. Kalau didunia kita butuh makan utk hidup, namun disurga kita makan utk kesenangan.

2. Deritanya.

Ketika kita sedang sakit, demam, pusiing, rasanya luar biasa, seakan2 kita tidak sanggup menanggungnya ( bila sedang mengalami spt ini berdoalah dg Hasbiyallahu wani’mal wakil ).
Kita bandingkan dengan derita akhirat, adzab neraka yg luar biasa, adzab yg tak ada jedanya sedikitpun, adzab yg akan berlaku terus menerus dan abadi, dikepung dg api disekelilingnya, api yag panasnya 60 x lebih panas dari api dunia. Ketika kulit sudah hangus smua maka akan diganti dg kulit yg baru agar tetap merasakan adzab neraka.. selamanya.. waiyyadhubillah.

3. Lamanya.

Lama tinggal didunia ini sangat singkat dan cepat berlalu, sedangkan lama tinggal diakhirat adalah abadi…selamanya.

NEGERI AKHIRAT **

– Negeri abadi, dimulai dari alam kubur. Alam kubur adalah awal dari negeri akhirat.

– Negri Perhitungan, negeri tanpa amal, yang ada hanyalah hisab/perhitungan.
** SIFAT ANAK DUNIA.

1. Dari bangun tidur sampai mau tidur kembali yg dipikirkan hanyalah urusan dunia.

2. Selalu merasa kurang, punya ini kurang itu, ditambah itu kurang yg ini.

3. Sangat cinta dunia tapi tak bisa bahagia dan tenang akan dunia, bila dunia dijauhkan darinya dia bersedih, bila dunia didekat kepadanya dia sibuk dan lelah mengurusnya.

4. Anak dunia tak bahagia didunia dan takkan bahagia di akhirat.

5. Ada ancaman adzab di akhirat. Nanti didepan neraka Allah akan bertanya kepada mereka : kamu sudah habis habiskan kenikmatan dunia, sekarang hadapilah adzab akhirat/neraka.

6. Dialah orang yg merugi.
**SIFAT2 ANAK KAHIRAT.

1. Zuhud.

Zuhud adalah terbebasnya hati dari cinta dunia dan bersungguh sungguh berusaha keras untuk meraih kemulyaan akhirat.

2. Qona’ah.

Merasa cukup atas pemberian Allah karena hatinya telah merengkuh perbendaharaan dunia.

3. Anak akhirat bukanlah orang yg menderita didunia, dialah justru yg paling bisa menikmati kenikmatan dunia, karena dia telah merasa cukup, tidak merasa kurang dan telah membebaskan diri dari belenggu tipuan dunia.

4. Orang Yang Paling beruntung.

Anak akhirat adalah orang yang paling beruntung … dia berbahagia didunia dan berbahagia diakhirat.

SUBHANALLAH ….

Sesungguhnya kita semua ini sedang berjalan menuju ke 2 tempat … Syurga Jannatunna’im atau menuju neraka ( waiyyadhubillah ).

MARILAH ..!!! HIDUPKAN HATI KITA untuk RENDAHKAN DUNIA dan FAHAMKAN DIRI akan BERATNYA AKHIRAT.

*** Wallahu A’lam ***

Dirangkum oleh Nurhayati – Sahabat Imanuddin

Tinggalkan Balasan