Tidak Bersuci Dari Buang Air Kecil

0
764

Review Kajian Sunnah Nurul Iman
Rabu, 3 Agustus 2016
Masjid Nurul Iman, Blok M Square
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

PEMBAHASAN KITAB AL-KABAIR
Dosa Besar ke-31

=====================

TIDAK BERSUCI DARI BUANG AIR KECIL

=====================

Agama Islam adalah agama yang bersih. Islam mengajarkan umat-umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri. Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ,beliau bersabda :

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)

Jika kita melihat atau membaca hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Surga, maka akan disebutkan semua yang berada di dalam Surga itu indah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meriwayatkan tentang pakaian sobek, tidak pakai wangi-wangian atau semacamnya. Banyak yang keliru dalam menafsirkan ” ZUHUD ”

Zuhud dalam arti mendahulukan kepentingan akhirat daripada dunia. Bukan berarti zuhud meninggalkan perkara dunia seperti berpakaian yang bagus, mempunyai rumah bagus, atau merawat diri. Bahkan pakaian Nabi pun adalah pakaian yang terbuat dari bahan katun yang berasal dari Yaman, yang merupakan kain terbaik saat itu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat suka wangi-wangian. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bahkan sahabat pernah melihat minyak wangi menetes dari rambut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hal seperti ini pernah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

”Tiga hal dari dunia kalian ini menjadi kesukaanku (kecintaanku), kaum wanita, parfum dan kesejukkan mataku ketika shalat.” [ Hadits Riwayat al-Nasa’i, Bab ‘Isyarat al-Nisa 1, Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya 3 : 128, 199, 285, juga meriwayatkan tetapi tanpa kata tiga hal (tsalats).]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda :

Lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu : mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku” [Hadits Riwayat Bukhari 5550, 5552, 5939. Muslim 257. Abu Dawud 4198. Tirmidzi 2756 dan ini lafalnya. Nasa’i10. Ibnu Majah 292]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan kita untuk bersiwak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak mendirikan shalat”
( HR. bukhari )

Mengapa jenazah dimandikan? Padahal jenazah itu akan masuk ke dalam tanah dan digerogoti oleh serangga-serangga di dalamnya. Tujuannya adalah manusia kembali kepada Rabbnya harus dalam keadaan bersih dan suci

Segala sesuatu yang menghambat kebersihan dilarang dalam Islam dan harus bersuci. Air kencing adalah najis, maka harus dibersihkan. Air kencing bisa mendatangkan azab kubur. Padahal murninya air kencing itu berasal dari air yang kita minum setiap hari. Tetapi hukumnya adalah setiap air yang sudah berubah warna, bau, dan rasa adalah air yang sudah tidak suci. Perhatikan hadits berikut :

مَرَّ النَّبِيُّ  بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Nabi melewati dua kuburan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu)

Dari hadits di atas menyatakan bahwa air kencing dapat mendatangkan azab kubur

Sunnah yang diajarkan ketika buang air kecil adalah membatukkan diri agar sisa-sisa air kencing yang masih tersisa di ujung kepala zakar dapat menetes hingga tetes terakhir. Kemudian dicuci dengan air bersih hingga kita yakin sudah tidak ada lagi sisa-sisa air kencing yang tersisa

Bagaimana jika kita hendak shalat dan di tengah-tengah kita shalat, air kencingnya keluar lagi? Diwajibkan untuk bersuci lagi dan membersihkan pakaian dalamnya dengan cara mengucek dengan menggunakan air bersih dan mengulangi shalatnya. Hukum juga berlaku pada buang air besar

Segala bentuk hal yang kotor sangat disukai oleh syaithan. Maka buatlah rumah itu bersih dan wangi agar syaithan tidak menyukainya.

Sesungguhnya segala sesuatu yang kita minta dalam suatu keadaan dan terlaksana merupakan bentuk pengabulan do’a dari Allah subhanahu wa ta’ala. Contoh kita haus, maka dengan ikhtiar terlebih dahulu dan kita dapatkan air untuk diminum, maka Allah subhanahu wa ta’ala telah mengabulkan do’a kita

Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Al-Mudatsir ayat 4. Allah berfirman :

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

” dan bersihkanlah pakaianmu ”

Ulama tafsir mengatakan pakaian yang dimaksud selain dari pakaian yang kita pakai juga termasuk badan kita sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk merawat badan kita seperti mandi

Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ
وَلِلْحَاكِمِ: – أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ – وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد ِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.” ( Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni.)

—————————————

PENUTUP

Kebersihan merupakan bagian dari keimanan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bersih dalam setiap keadaan. Maka sungguh Allah subhanahu wa ta’ala sangat tidak menyukai hal-hal yang buruk. Maka dari itu, sebagai umat Islam kita harus pandai menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai macam penyakit

Wallahu a’lam bish-showab

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.