Surga dan Neraka

0
1221

Review Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 19 September 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

===================

SURGA DAN NERAKA

===================

Tentu seorang mu’min meyakini rukun Iman yang kelima yaitu beriman kepada hari kiamat. Meyakini tentang kematian, nikmat dan adzab kubur, Padang Mahsyar, serta Surga dan Neraka

————————————–

1. Perintah untuk Berlindung dari Api Neraka

Setiap perbuatan yang kita perbuat pasti ada hasilnya. Semua tidak sia-sia. Seorang mu’min akan merasa tentram karena meyakini ada balasan atas ketaatannya. Jika ada seseorang masuk ke dalam kemaksiatan, maka akan ada daya tarik untuk kembali ke dalam ketaatan. Karena orang tersebut beriman tentang kehidupan akhirat. Ia akan tentram dan mendongkrak rasa khusyuknya. Orang yang konsentrasi dalam ibadahnya, maka ia akan lebih khusyuk. Berbeda dengan orang yang tidak khusyuk dalam ibadahnya, maka ibadahnya tidak bisa diulangi lagi

Beriman kepada akhirat mendongkrak dirinya untuk khusyuk dalam shalatnya. Keimanan itu akan membuat seseorang mudah menjalani kehidupan dunianya. Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, meninggalkan istri dan hartanya karena beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Suku Quraisy pada waktu itu meminta syarat untuk meninggalkan semuanya ketika beliau hendak hijrah ke Madinah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau hijrah hanya dengan membawa pakaian yang dipakainya. Semua itu karena keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Orang yang berjihad, bisa tertebas pedang, disiksa dan ditawan. Namun, dia terdongkrak karena beriman kepada hari akhirat dan beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hidup terasa mudah jika beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang sakit jika beriman kepada Allah maka sakitnya tidak akan menjadi masalah bagi dirinya. Pada saat dibangkitkan, dia yakin akan ada balasan di akhirat atas perbuatannya di dunia

Orang yang dighibah akan mudah memaafkan jika ia beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala,meskipun ia sedang dighibah. Orang yang mau tinggal di pelosok desa atau kota metropolitan akan sama saja bagi yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dahulu para sahabat saat mendengar cerita tentang Neraka dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hati para sahabat seperti tercincang-cincang. Namun, saat mereka mendengar cerita tentang Surga, mereka para sahabat merasa Surga ada di depan mata mereka

Di akhirat hanya ada tempat siksa dan tempat nikmat. Akan datang seseorang di hari akhirat yang sangat susah hidupnya di dunia. Lalu ia dicelupkan dengan satu celupan di Surga, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ” apakah engkau pernah merasakan kesusahan selama ini? ” Maka ia menjawab, ” sama sekali tidak Ya Allah”. Dan akan datang seseorang di hari akhirat yang hidupnya selalu senang di dunia dan kemudian ia dicelupkan dengan satu celupan di Neraka. Kemudian Allah berfirman, ” apakah engkau pernah merasakan nikmat selama ini? ” Maka ia berkata, ” sama sekali tidak Ya Allah”

Neraka adalah bangunan raksasa yang sudah ada. Surga dan Neraka sudah diciptakan dahulu seperti diciptakannya malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Ketika Allah menciptakan Surga dan Neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat ke Surga, Allah berfirman : “Lihatlah ke Surga dan lihatlah apa saja yang Aku telah sediakan untuk para calon penghuninya”

Maka Jibril pun mendatangi Surga, kemudian melihat ke Surga dan kepada apa yang Allah telah sediakan untuk para calon penghuninya.”
Kemudian Jibril kembali kepada Allah dan berkata : “Demi keperkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang Surga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”

Lalu Allah memerintahkan agar Surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Allah berfirman kepada Jibril : : ”Kembalilah ke Surga dan lihatlah serta lihat pula apa yang Aku telah sediakan bagi para calon penghuninya”

Maka Jibril pun kembali ke Surga, ketika itu Surga telah dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian dia kembali kepada Allah dan berkata : “Demi keperkasaan- Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”

Allah berfirman : “Pergilah ke Neraka, lihatlah ke Neraka dan kepada apa yang Aku telah persiapkan untuk para calon penghuninya”

Maka dilihatnya Neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut, dan berkata : ”Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang mendengar tentang neraka kemudian ia berminat memasukinya.”

Kemudian Allah memerintahkan agar Neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Allah berfirman : “Kembalilah ke Neraka !”

Jibril pun kembali ke neraka, lalu Jibril berkata : “Demi keper-kasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

Pada hari kiamat akan dikeluarkan neraka Jahannam dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.

Saat Neraka didatangkan oleh Allah, maka Allah juga akan mendatangkan malaikat Zabaniyah. Allah berfirman dalam Surat At-Tahrim ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Allah subhanahu wa ta’ala juga menyayangi orang-orang yang meminta dijauhkan dari api Neraka. Surat Al-Furqan ayat 65-66. Allah berfirman :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66)

” Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,” Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. ”

Surat Al-Ma’arij ayat 27-28, Allah berfirman :

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (27) إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ (28)

” Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya) ”

Surat Az-Zumar ayat 15-16, Allah berfirman :

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ (15) لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ (16)

” Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah, ‘Sesungguh­nya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku, hai hamba-hamba-Ku.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan do’a agar kita terhindar dari api neraka.

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal. ” (HR. Bukhari-Muslim)

Dan do’a yang lainnya :

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

————————————–

2. Ancaman tentang Neraka

Surat Al-Ahzab ayat 66, Allah berfirman :

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا

” Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul ”

Surat Al-Qamar ayat 48, Allah berfirman :

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

” Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.”

Suatu hari pernah datang sekelompok orang ( Suku Badui) yang terlihat sangat miskin datang ke Madinah. Mereka hanya memakai pakaian yang tidak dijahit dan terlihat sangat kusam karena miskinnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar dan bersabda,  ” Siapa yang sanggup mendinding dirinya dari api neraka. Walaupun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma, maka hendaklah dia lakukan (segera). ” ( sambil menunjuk ke sekelompok orang Badui tadi)

Dan ketika turun wahyu Surat Asy-Syu’ara ayat 214 yang berbunyi :

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ

” Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat ”

Maka beliau bersabda :

” Sesungguhnya perumpamaanku dan umatku adalah seperti seorang yang menyalakan api yang mengakibatkan binatang-binatang melata dan nyamuk terperangkap ke dalam api tersebut. Aku sudah berusaha memegang ikat pinggang kalian namun kalian malah menceburkan diri ke dalamnya.” (Shahih Muslim No.4234)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
” Pada hari kiamat akan dikeluarkan neraka Jahannam dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat ”

————————————–

3. Pintu-pintu Neraka

Surat Al -Hijr ayat 44, Allah berfirman :

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

” Surga memiliki 8 buah pintu dan Neraka memiliki 7 pintu ”

————————————–

4. Gambaran Panas Api Neraka

Surat Al-Baqarah ayat 24, Allah berfirman :

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

” Maka jika kalian tidak dapat membuat(nya) dan pasti kalian tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah diri kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. ”

Surat Al-Ghasyiyah ayat 2-4, Allah berfirman :

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ (2) عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ (3) تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً (4)

” Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka) ”

Surat Al-Lail ayat 14-15, Allah berfirman :

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى (١٤) لا يَصْلاهَا إِلا الأشْقَى (١٥)

” Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka ”

Surat Al-Mursalat ayat 32, Allah berfirman :

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ

” Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana.”

Surat Al-Lahab, Allah berfirman :

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

” Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. ”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

” Api kalian ini yang dinyalakan bani Adam adalah satu bagian dari 70 bagian dari panasnya Jahannam. Mereka (para sahabat) berujar, jika demikian niscaya sudah cukup (untuk menjadikan orang merasa takut). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “sesungguhnya panasnya api neraka itu dilipatkan gandakan tingkat panasnya atas panas api (yang dinyalakan oleh bani Adam) sebanyak 69 derajat, semuanya semisal panasnya ” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

—————————————

5. Warna Api Neraka

Surat Ibrahim ayat 49-50 dijelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

” Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu di ikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka ”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Api neraka dinyalakan selama 1.000 tahun sehingga warnanya menjadi merah. Kemudian, neraka dinyalakan lagi selama 1.000 tahun, sehingga warna apinya menjadi putih. Lalu, api itu dinyalakan lagi selama 1.000 tahun sehingga apinya tampak berwarna hitam, yakni hitam yang gelap gulita seperti gelapnya malam.”
(H.R. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan riwayat lain mengatakan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Apakah kalian mengira api neraka itu berwarna merah seperti halnya api kalian. Tidak, api neraka itu warnanya lebih hitam dari ter. ” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi)

Dalam sabda beliau yang lain disebutkan:

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ (رواه مسلم)

Dari Abu Malik al-Asy’ari, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada empat hal di tengah umatku dari perkara jahiliyah, mereka sulit untuk meninggalkannya; berbangga dengan keturunan, mencela keturunan orang lain, minta hujan dengan perantaraan bintang-bintang, dan meratapi mayat”. [HR Muslim].

Apabila mereka tidak bertaubat maka akan diberikan pakaian dari ter di Neraka

Allahu a’lam

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.