Sakitnya Tuh Di Neraka

0
1070

Review Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 26 September 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang Surga dan Neraka”

===================

SAKITNYA TUH DI NERAKA

===================

6. Lembah-lembah Jahannam

Surat Maryam ayat 59, Allah berfirman :

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

” Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan ”

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menerangkan bahwa kalimat فَسَوْفَ berarti lembah yang berbau busuk. Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari Jubbul Huzn.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan Jubbul Huzn?” beliau menjawab: “Sebuah lembah di neraka jahanam. Dan jahanam berlindung darinya empat ratus kali setiap hari.” Beliau ditanya; “Ya Rasulullah, siapakah yang akan memasukinya?” beliau menjawab: “Ia dipersiapkan bagi para Qori’ yang berlaku riya` dengan amalan-amalannya. Dan Qori’ yang paling dimurkai Allah adalah orang-orang yang mengunjungi para penguasa.”

Semua dosa akan ditempatkan di lembahnya masing-masing. Maka Jahannam ditandakan dengan banyak lembah, tempat yang cekung dan dalam, berbau busuk, dan semua dosa memiliki lembah di Neraka Jahannam

————————————-

7. Kerak Jahannam

Surat An-Nisa ayat 145, Allah berfirman :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

” Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. ”

Makna dari kalimat ” paling bawah ” adalah tempat yang paling berat siksaannya. Diletakkan di dalamnya orang-orang munafik. Orang-orang kafir, musyrik, dan fasik sangat jelas hukumannya. Tetapi orang munafik di antara kebenaran dan kedustaan. Di depan orang-orang beriman, mereka menjadi orang yang beriman. Tapi di depan orang kafir mereka berperilaku seperti orang kafir. Mereka hadir untuk mencari celah. Orang munafik memiliki dua wajah dan tidak jelas arahnya. Merekalah yang diancam masuk ke dalam Neraka yang paling dasar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Dan ada tambahan riwayat ciri orang munafik apabila ia berdebat ia curang. Yang dimaksud dengan curang disini adalah ketika ia terbukti salah dalam berdebat, ia tetap keras kepala dengan argumennya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala melaknat orang yang memulai pertengkaran

Sebuah riwayat yang cukup menarik untuk kita pelajari tentang betapa adilnya Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi Musa ‘alaihis salam pernah menyampaikan pesan kepada malaikat Jibril, ” wahai Jibril, aku ingin melihat tanda keadilan dari Allah subhanahu wa ta’ala “. Kemudian malaikat Jibril berkata, ” wahai Musa, apakah belum cukup yang selama ini kau lihat? Kau tidak akan sabar melihatnya”. Tapi Nabi Musa berkata, ” aku akan sabar menghadapinya”. Kemudian tibalah Nabi Musa ‘alaihis salam di sebuah mata air. Disana beliau melihat seseorang penunggang kuda yang sedang minum. Kemudian kantung uangnya jatuh ke dalam mata air tersebut tanpa disadarinya dan ia langsung pergi. Peristiwa kedua, ada seorang anak kecil yang datang ke mata air tersebut untuk minum. Tak sengaja, ia melihat kantung uang tersebut dan membawanya pergi. Peristiwa ketiga, datanglah seseorang pria tua yang buta hendak mengambil wudhu untuk shalat

Penunggang kuda tadi kembali untuk mengambil uangnya yang terjatuh. Kemudian ia menuduh orang buta tadi yang dianggap mengambil kantong uang tersebut. Mereka berdua bertengkar hingga penunggang kuda tadi membunuh pria buta ini. Kemudian Nabi Musa ‘alahis salam berkata, ” aku tidak sabar melihat ini “. Dan malaikat Jibril pun membalas, ” aku sudah mengira kau pasti tidak akan sabar”

Kemudian malaikat Jibril menerangkan letak keadilan Allah subhanahu wa ta’ala. Penunggang kuda tadi adalah majikan dari ayah anak kecil yang mengambil kantung uang si penunggang kuda. Ternyata selama ayahnya bekerja kepada majikannya, ayah anak kecil tadi tidak mendapat gaji sehingga Allah subhanahu wa ta’ala menggantinya dengan kantung uang tadi. Tentang pria buta yang dibunuh, sebelum ia buta pernah bertemu dengan ayah si anak kecil tadi. Kemudian pria buta ini membunuh ayah si anak kecil tadi. Dan akhirnya dia pun terbunuh oleh penunggang kuda yang dulu menjadi majikan ayah si anak kecil yang pernah dibunuhnya

Jika dipikirkan dengan logika, maka akan sangat rumit sekali. Tetapi itulah kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala

Dari keterangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata :

”Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kami mendengar sesuatu yang jatuh. Beliau bersabda, ”Tahukah engkau apakah itu?” Kami berkata, ”Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda, ”Itu adalah sebuah batu yang dilempar ke neraka 70 tahun yang lalu dan baru sampai di dasar neraka saat ini” (HR.Muslim).

————————————–

8. Rantai-rantai Jahannam

Surat Al-Insan ayat 4, Allah berfirman :

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا

” Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala ”

Surat Ghafir ayat 69-72, Allah berfirman :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ أَنَّى يُصْرَفُونَ (٦٩) الَّذِينَ كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ وَبِمَا أَرْسَلْنَا بِهِ رُسُلَنَا فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (٧٠) إِذِ الأغْلالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلاسِلُ يُسْحَبُونَ (٧١) فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ (٧٢)

” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang selalu membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana mereka dapat dipalingkan? (Yaitu) orang-orang yang mendustakan kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api ”

Ulama tafsir mengatakan rantai yang menjulang ke titik yang Allah subhanahu wa ta’ala tentukan dan orang-orang dalam keadaan terikat atau terbelenggu

Surat Al-Haqqah ayat 25-32, Allah berfirman :

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32)

” Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata,” Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesaatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.” (Allah berfirman), “Peganglah dia, lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. ”

————————————

9. Minuman Ahli Neraka

Surat Ibrahim ayat 15-17, Allah berfirman :

وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ (١٥) مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ (١٦) يَتَجَرَّعُهُ وَلا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ (١٧)

” Dan mereka memohon diberi keputusan, dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala. Di hadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diteguk-teguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya masih ada azab yang berat. ”

Surat Al-Kahfi ayat 29, Allah berfirman :

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

” Dan katakanlah, “Keheranan itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman; dan barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.” Sesung­guhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek ”

Surat Al-Hajj ayat 19-21, Allah berfirman :

هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ (١٩) يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ (٢٠) وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ (٢١)

” Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit (mereka). Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi ”

Dari ketiga dalil Al-Qur’an tersebut, dapat disimpulkan bahwa minuman ahli neraka berupa nanah, besi yang dicairkan, dan air mendidih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa minum khamar di dunia maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari (arba’iina shobaahan) , lalu apabila ia bertobat maka Allah menerima tobatnya. Lalu apabila ia kembali (minum khamar) maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari. Lalu apabila ia bertobat maka Allah menerima tobatnya, lalu apabila ia kembali (minum khamar) maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari. Lalu apabila ia bertobat, Allah menerima tobatnya. Lalu apabila ia kembali (minum khamr) yang keempat kalinya maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari, lalu apabila ia bertobat maka Allah tidak menerima tobatnya, dan memberinya minum dari sungai nanah dan darah. (HR At-Tirmidzi dan dihasankannya, kemudian dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ 6312).

————————————–

10. Makanan Api Neraka
Surat Ad-Dukhan ayat 43-46, Allah berfirman :

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ (43) طَعَامُ الأثِيمِ (44) كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ (45) كَغَلْيِ الْحَمِيمِ (46)

” Sesungguhnya pohon zaqqum -itu makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. ”

Surat Al-Haqqah ayat 35-36, Allah berfirman :

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ (35) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ (36)

” Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini, Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. ”

Surat Al-Ghasyiyah ayat 6, Allah berfirman :

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ

” Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri ”

Surat Al-Muzzamil ayat 12-13, Allah berfirman :

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالا وَجَحِيمًا (١٢) وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا (١٣)

” Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih ”

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Kalau seandainya setetes Az-Zaqqum itu diteteskan ke dunia ini, pasti akan merusak kehidupan para penghuni dunia ini. Bagaimana pula orang yang makanannya adalah Az-Zaqqum?” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan beliau berkata: “hadis ini hasan shahih”. Hadits ini dishahihkan oleh Albani)

Allahu a’lam

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.