Sakitnya Tuh Di Neraka (Bagian 2)

0
1340

Review Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 17 Oktober 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang Surga dan Neraka”

===================

SAKITNYA TUH DI NERAKA ( part 2)

===================

11. Kerasnya Tubuh Ahli Neraka dan Buruknya Tampang Mereka

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ضِرْسُ الْكَافِرِ، أَوْ نَابُ الْكَافِرِ، مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيرَةُ ثَلَاثٍ

“Gigi geraham atau gigi taring orang kafir (penghuni neraka) seperti gunung Uhud, sementara tebal kulitnya sejauh perjalanan 3 hari.” (HR. Muslim 2851).

Ahli Neraka memiliki ukuran tubuh yang sangat besar agar rasa sakit yang mereka rasakan akan lebih terasa siksanya. Contoh seperti seekor gajah yang berukuran besar. Karena ukuran badannya yang besar maka akan lebih mudah untuk menyakitinya ( dan kita tidak berharap demikian). Sedangkan perumpamaan seekor nyamuk yang berukuran kecil, maka akan lebih sulit untuk menyakitinya. Tebal kulit ahli Neraka setebal perjalanan 3 hari. Tujuannya adalah untuk mendatangkan siksa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” Kulit orang kafir itu 42 hasta tebalnya, gerahamnya sebesar Uhud, sedangkan ruangan yang diperlukannya sama seperti jarak antara Mekah dan Madinah.”(HR. Tirmidzi).

Seperti kita tahu bahwa ukuran Neraka itu sangat besar. Seperti bunyi hadits,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” Pada hari kiamat akan dikeluarkan neraka Jahannam dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat. ”

Dan juga dari keterangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata :

”Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kami mendengar sesuatu yang jatuh. Beliau bersabda, ”Tahukah engkau apakah itu?” Kami berkata, ”Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”. Beliau bersabda, ”Itu adalah sebuah batu yang dilempar ke neraka 70 tahun yang lalu dan baru sampai di dasar neraka saat ini” (HR.Muslim).

Jangan pernah terpengaruh dengan kalimat syaithaniyah, ” tidak apa-apa masuk Neraka dulu, nanti juga masuk Surga “. Pemikiran seperti ini adalah pemikiran orang yang tidak beriman. Apakah kita akan sanggup menahan siksa api Neraka? Na’udzubillah

Orang-orang Yahudi dikatakan sebagai orang kafir. Orang-orang Nasrani pun juga mengatakan orang-orang Yahudi adalah orang kafir karena tidak mengimani sebagian dari kitab. Siapapun yang menolak atau memungkiri ayat Al-Qur’an sudah cukup dikatakan kufur. Kita dianjurkan untuk Wala ( loyalitas kepada kaum Muslimin ) dan Bara'( berlepas diri dari kekufuran ). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah: 6)

Maka dari itu, janganlah kita loyalitas dengan orang-orang kafir karena pada hari kiamat kita akan didatangkan catatan amal kita bersama orang-orang yang kita anggap sebagai pemimpin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 71 :

يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلا يُظْلَمُونَ فَتِيلا (71)

” Ingatlah suatu hari (Yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. ”

Dari jalan Abdullah bin Mubarak dari ‘Anbasah bin Sa’id, dari Habib bin Abi ‘Amrah dari Mujahid, ia berkata:

Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bertanya (kepada Mujahid) : “tahukah engkau seberapa luas neraka Jahannam?”. Mujahid menjawab: “Aku tidak tahu”. Ibnu Abbas berkata: “Tentu saja, demi Allah engkau tidak akan tahu. Yang jelas, jarak antara kuping telinga ke pundak salah seorang diantara kalian sejauh perjalanan 70 musim… ” ( Dicatat oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (6/116-117), Al Baihaqi dalam Al Ba’ts Wan Nusyur (560), An Nasa-i dalam Sunan Al Kubra (10936)

Tafsir dari hadits di atas, bahwasanya jika manusia dipanaskan dan meleleh maka tubuh mereka dan membesar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما بين منكبي الكافر في النار مسيرة ثلاثة أيام للراكب المسرع

“Jarak antara dua ujung pundak orang kafir di dalam neraka sejauh perjalanan 3 hari yang ditempuh penunggang kuda yang larinya cepat.” (HR. Bukhari 6551 Muslim 2852)

————————————–

12. Ahli Neraka yang Paling Ringan Adzabnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua sepatu dari api neraka, lantas mendidih otaknya karenanya,” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

Dan juga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Dari an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

“Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat itu adalah seseorang yang di bahagian bawah kedua kakinya diletakkan dua buah bara api yang dengannya itu dapat mendidihlah otaknya. Orang itu tidak meyakinkan bahwa ada orang lain yang lebih sangat siksanya daripada dirinya sendiri jadi ia mengira bahawa dirinya itulah yang mendapat siksa yang terberat, padahal orang itulah yang teringan sekali siksanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Terkadang di mata manusia banyak hal yang dianggap mustahil. Seperti misalnya ikan yang hidup di laut. Saat ikan membuka mulutnya maka masuklah air asin ke dalam perutnya,tetapi ikan-ikan itu tetap hidup. Berbeda dengan manusia apabila sudah menelan air asin di laut. Dan burung dengan sayapnya yang bisa membuat mereka terbang, sedangkan manusia tidak dapat melakukannya

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Penduduk neraka yang siksanya paling ringan adalah Abu Thalib, dia memakai sandal dengan dua sandal yang mana otaknya mendidih karena panas keduanya.” (HR. Muslim No.312)

————————————-

13. Tingkatan Adzab

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat Shad ayat 61 :

قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ

” Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka ”

Maksudnya adalah ada beberapa orang yang terjebak dalam kemaksiatan. Maka orang itu berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar orang yang mengajaknya berbuat maksiat dilipatgandakan siksanya

————————————–

14. Sekali Celupan di Neraka Melupakan Kenikmatan di Dunia

Surat Al-Anbiya ayat 46, Allah berfirman :

وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

” Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah Kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri) ”

Riwayat dari Imam Muslim rahimahulllah :

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

Amr an-Naqid menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hammad bin Salamah memberitakan kepada kami dari Tsabit al-Bunani dari Anas bin Malik, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesenangan di sana. Kemudian dia dicelupkan di dalam neraka sekali celupan, lantas ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia merupakan orang yang paling merasakan kesusahan di sana kemudian dia dicelupkan ke dalam surga satu kali celupan. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesusahan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku, aku belum pernah merasakan kesusahan barang sedikit pun. Dan aku juga tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.’.” (HR. Muslim dalam Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Naar)

————————————–

15. Tangisan dan Teriakan Ahli Neraka

Surat Fathir ayat 36-37, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ (36) وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ (37) }

” Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. ”

Surat Al-Furqan ayat 11-15, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا (١١) إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا (١٢) وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (١٣) لا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا (١٤) قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا (١٥)

” Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat. Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka), “Jangan kamu sekalian mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang.” Katakanlah (Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?”

Allahu a’lam

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.