Sakitnya Di Neraka Bagian 4

0
807

Review Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 31 Oktober 2016
Masjid Al-Ikhlas , Karang Tengah Permai
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Berkisah Tentang Surga dan Neraka

====================

SAKITNYA DI NERAKA ( part 4)

====================

21. Sifat-sifat Ahli Neraka

Dalil yang pertama adalah Surat Yasin ayat 66, Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman :

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ

_” Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).”_

Ayat ini menerangkan tentang orang-orang yang melewati *Shirath*. Allah _subhanahu wa ta’ala_ mengatakan bahwa Allah bisa saja menghapuskan penglihatan mereka. Di antara sifatnya, Allah akan menyusahkan mereka ketika mereka melewati *Shirath*.

Dan hadits Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

_” Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.”_

Hadits ini Shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2128); Ahmad dalam Musnad-nya (II/356, 440); Ibnu Hibbân (no. 7418-at-Ta’lîqâtul Hisân); Al-Baihaqi (II/234) dan dalam Syu’abul Îmân (no. 4972 dan 7414); Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 2578); (Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 1326).

Yang dimaksud dengan _” kaum yang membawa cambuk “_ adalah seperti pengawal-pengawal penguasa yang mendzhalimi orang lain dengan cambuk mereka. Atau bisa diartikan juga sebagai orang-orang yang suka mengambil hak orang lain. Dan yang dimaksud dengan _” wanita berpakaian tapi telanjang “_ adalah wanita yang condong atau mencondongkan. Maksudnya condong adalah ingin dilihat oleh orang lain sehingga orang lain pun condong ingin melihat dia. Dan maksud _” kepala mereka seperti punuk unta yang condong “_ adalah mereka sengaja membuat fitnah dengan menggoyang-goyangkan leher mereka hingga rambutnya terkibas

Dari Harits bin Wahb _radhiyallahu ‘anhu_, ia berkata bahwa Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

_“ Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong ”_ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Yang dimaksud dengan _” orang yang lemah dan dilemahkan “_ adalah orang-orang yang miskin, tua dan yang diremehkan. Terdapat sebuah riwayat tentang salah seorang sahabat Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bernama Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ yang buruk tampangnya. Suatu hari beliau ditanya oleh Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_, _” wahai Julaibib, mengapa engkau tidak menikah?”_ Kemudian Julaibib berkata, _” Ya Rasulullah, apakah ada yang mau dengan saya? “_

Keesokan harinya Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ kembali menanyakan hal yang sama kepada Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ sampai di hari ketiga. Dan Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ memberikan jawaban yang sama. Pada hari keempat, Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ membawa Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ ke rumah salah satu seorang Anshor. Di sana terdapat seorang wanita mukminah yang cantik rupanya. Dia terkenal sering menolak pria gagah yang mendatangi rumahnya. Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ ingin menjodohkannya dengan Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ dan mendatangi kedua orangtuanya. Orangtuanya mengira Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ yang akan melamarnya. Kemudian Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ berkata, _” bukan aku, tapi Julaibib “_. Kedua orangtuanya keheranan, _” Ya Rasulullah, Julaibib?”_. Ini menjadi keputusan yang cukup berat untuk menerima Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_.

Wanita itu mendengar dari balik dinding, dan berkata kepada kedua orangtuanya, _” Apakah kalian menolak keinginan Rasul? Doronglah saya kepada Julaibib”_. Ternyata wanita mukminah ini menerima Julaibib apa adanya. Kemudian saat terjadi perang Uhud, Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_ syahid. Kemudian Nabi _shallallahu alaihi wa sallam_ bertanya kepada para sahabat setelah mengumpulkan jenazah kaum Muslimin yang syahid, _” apakah ada yang kalian lupakan?”_. Para sahabat berkata, _” tidak Ya Rasulullah “_. Kemudian Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ kembali bertanya sampai ketiga kalinya sampai beliau bertanya tentang Julaibib _radhiyallahu ‘anhu_. Kemudian para sahabat melihat jenazahnya dikerumuni oleh jenazah tujuh orang kafir yang telah ia bunuh. Kemudian Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ berkata, _” Ya Allah, saksikanlah. Aku bagian dari Julaibib, dan Julaibib bagian dariku”_

Dari kisah tersebut, kita dilarang meremehkan orang lain ataupun orang yang lebih tua daripada kita. Karena kita harus memiliki prinsip _” Jika kita melihat orang yang lebih tua dari kita, maka dia lebih banyak pahalanya dibandingkan dengan kita. Jika kita melihat orang yang lebih muda dari kita, maka dia lebih sedikit dosanya dibandingkan dengan kita “_

Di dalam hadits juga disebutkan ahli neraka adalah orang yang ” bengis “. Bengis adalah level tertinggi dalam keburukan. Juga disebutkan sifatnya adalah ” kasar “. Kasar berbeda dengan tegas. Kasar adalah perbuatan yang semena-mena dan diharamkan dalam Islam. Berbeda dengan tegas. Dan sifat ” sombong ” adalah meremehkan orang lain dan menolak kebenaran

————————————-

*22. Mantan Penghuni Neraka Jahannam*

Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :

لَيَخْرُجَنَّ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَتِي، يُسَمَّوْنَ: الْجَهَنَّمِيُّوْنَ.

_“Sungguh akan keluar sekelompok orang dari umatku dari neraka dengan syafaatku. Mereka dinamakan dengan ‘Al-Jahannamiyun’ (Orang-orang dari neraka jahannam).”_ [HR Bukhari (7012), Tirmidzi (2600), Ahmad (12280).]

Dan Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ juga bersabda :

_“Akulah orang yang pertama dibangkitkan dari bumi pada hari kiamat dan tidak ada kesombongan. Akan diberikan kepadaku bendera pujian-pujian dan tidak ada kesombongan. Akulah pemimpin manusia di hari kiamat dan tidak ada kesombongan. Akulah yang pertama kali masuk surga dan tidak ada kesombongan. Aku datang ke pintu surga dan mengambil rantainya. Malaikat penjaga pun bertanya, ‘Siapa ini?’ Dijawab, ‘Aku Muhammad.’ Mereka lalu membukakan pintu surga untukku. Aku masuk, tiba-tiba Allah subhanahu wa ta’ala di hadapanku. Aku pun sujud kepada-Nya. Dia berkata, ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad, bicaralah engkau akan didengar, mintalah sesuatu niscaya apa yang kamu minta akan diberikan, mohonlah syafaat maka syafaatmu akan dikabulkan.’ Aku pun mengangkat kepalaku dan berkata, ‘Umatku, umatku, wahai Rabbku.’ Dia berkata, ‘Pergilah engkau kepada umatmu. Siapa di antara mereka yang engkau dapati ada keimanan di hatinya walaupun seberat biji gandum maka masukanlah ia ke dalam surga.’ Aku pun melaksanakannya. Siapa yang dalam hatinya aku dapati memiliki keimanan seperti itu, aku masukkan ia ke dalam surga. Tiba-tiba Allah subhanahu wa ta’ala berada di hadapanku. Aku pun sujud kepada-Nya. Dia berkata, ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad, bicaralah engkau akan didengar, mintalah sesuatu niscaya apa yang kamu minta akan diberikan, mohonlah syafaat maka syafaatmu akan dikabulkan.’ Aku pun mengangkat kepalaku dan berkata, ‘Umatku, umatku, wahai Rabbku’ Dia berkata, ‘Pergilah engkau kepada umatmu. Siapa di antara mereka yang engkau dapati memiliki keimanan di hatinya walaupun seberat setengah biji gandum maka masukkanlah ia ke dalam surga.’ Aku pun melaksanakannya. Siapa yang dalam hatinya aku dapati ada keimanan sebesar itu maka aku masukkan ke dalam surga. Tiba-tiba Allah subhanahu wa ta’ala berada di hadapanku. Aku pun sujud kepada-Nya. Dia berkata, ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad, bicaralah engkau akan didengar, mintalah sesuatu niscaya apa yang kamu minta akan diberikan, mohonlah syafa’at maka syafaatmu akan dikabulkan.’ Aku pun mengangkat kepalaku dan berkata, ‘Umatku, umatku, wahai Rabbku.’ Dia berkata, “Pergilah engkau kepada umatmu. Siapa di antara mereka yang engkau dapati memiliki keimanan di hatinya walaupun seberat biji sawi maka masukanlah ia ke dalam surga.” Aku pun melaksanakannya. Siapa yang dalam hatinya aku dapati ada keimanan seperti itu maka aku masukkan ke dalam surga. Allah selesai melaksanakan perhitungan amalan manusia dan memasukkan sebagian umatku yang tersisa ke dalam neraka. Berkatalah penghuni neraka, ‘Ibadah kalian kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu sama sekai tidak ada gunanya bagi kalian.’ Lalu Allah berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan membebaskan mereka dari api neraka.’ Kemudian dikirimlah utusan kepada mereka dan mereka pun keluar dalam keadan telah hangus. Lalu mereka masuk ke dalam air kehidupan dan mereka pun kembali segar seperti biji yang tumbuh di aliran air yang berlumpur. Di antara kedua mata mereka tertulis, ‘Orang-orang yang dibebaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ’ Mereka dibawa masuk ke dalam surga. Para penghuni surga berkata, ‘Inilah mereka orang-orang neraka jahannam.’ Allah berfirman, ‘Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ’.”_ [ HR Ahmad (12491), Ad-Darimi (52). Al-Albani menshahihkannya dalam Silsilah Ash-Shahîhah (1571).]

————————————-

*23. Adzab untuk Orang yang Amalnya Bertentangan dengan Ucapannya*

Surat Al-Baqarah ayat 44, Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman :

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

_” Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir? “_

Dan Surat Al-Kahfi ayat 103-104, Allah berfirman :

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104)

_” Katakanlah, ‘ Apakah akan Kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. “_

Dari Abu Yazid Usamah bin Zaid bin Haritsah _radhiyallahu ‘anhu_ yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :

_’Seseorang didatangkan pada hari kiamat, lalu dilempar ke Neraka. Maka keluarlah isi perutnya. Dengan isi perut yang keluar itu ia berputar-putar seperti himar yang mengitari porosnya. Para penghuni neraka berkumpul di dekatnya, seraya mengatakan, ‘Wahai si Fulan! Apa yang terjadi padamu? Bukankah (dulu) kamu memerentah kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar?’ Ia menjawab, ‘Ya, memang dulu aku memerintahkannya kepada yang makruf, namun aku tidak melaksanakannya dan mencegah dari yang mungkar, namun aku melanggarnya’.”_
(Hadis Riwayat Muttafaq Alaih)

————————————-

*24. Panas yang Sangat Karena Luapan Jahannam*

Panas seperti ini jangan dianggap seperti panas yang biasa kita rasakan

Surat At-Taubah ayat 81, Allah berfirman :

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

_” Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, dan mereka berkata, “Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah, “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas (nya), ” jikalau mereka mengetahui. “_

Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :

_” Jika panas terasa menyengat maka tundalah waktu shalat sampai dingin, karena sesungguhnya panas yang menyengat adalah dari hembusan neraka jahannam.”_ (Kitab Ahmad No.7495)

Dari Abu Hurairah _radhiyallahu ‘anhu_ dari Nabi _shallallaahu ‘alaihi wa sallam_, beliau bersabda:

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا، فَقَالَتْ: رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَنَفِّسْنِي فَأَذِنَ لَهَا فِي نَفْسَيْنِ نَفْسٌ فِي الشِّتَاءِ وَنَفْسٌ فِي الصَّيْفِ، فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحُرِّ مِنْ سُمُومِهَا وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْبَرْدِ مِنْ زَمْهَرِيرِهَا

_“Neraka mengadu kepada Rabbnya. Ia berkata : ‘Rabbku, sebagianku memakan sebagian yang lain. Berikanlah aku nafas’. Lalu Allah mengizinkannya untuk menghembuskan dua nafas. Satu nafas pada musim dingin dan satu nafas pada musim panas. Hembusan panasnya lebih hebat daripada panas yang pernah engkau temui, dan hembusan dinginnya lebih hebat daripada dingin yang pernah engkau temui”._ (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 536-537 & 3260 dan Muslim no. 617. Diriwayatkan juga oleh Ahmad 2/238 & 462 dan Maalik dalam Al-Muwaththa’ 1/15. )

Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda :

إن الحمى من فيح جهنم

_”Sesungguhnya penyakit demam (panas) adalah berasal dari panas neraka jahanam.”_ ( H.R Bukhari)

————————————-

*25. Ucapan Neraka pada Hari Kiamat*

Surat Qaf ayat 30, Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman :

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلأتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

_” (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab, “Masih adakah tambahan?”_

Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :

_“Pada hari Kiamat, leher keluar dari neraka. Leher itu punya dua mata yang bisa melihat, dua telinga yang dapat mendengar, dan lidah yang mampu bicara. Lidah leher itu berkata, ‘Aku mewakili tiga jenis manusia: orang yang menjadikan Tuhan selain Allah, orang sombong sekaligus bandel, dan para penggambar’.”_ (Diriwayatkan At-Tirmidzi).

*Allahu a’lam*

*Dodi – Maa HaaDzaa*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.