Review Kajian: Malaikatnya Orang Beriman

0
821

Review Kajian Sunnah Maa HaaDzaa
Senin, 25 April 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
PEMBAHASAN KITAB MINHAJUL MUSLIM
MALAIKATNYA ORANG BERIMAN
Nama Malaikat diambil dari kata ” Malak ” yang bermakna jamak, salah satu makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala

Malaikat diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari cahaya. Hadits Nabi shallallahu ‘alaihis wa sallam yang berbunyi :

خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُم

“Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada mu semua.” (H.R. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Malaikat memiliki nama, sama seperti manusia. Hal yang membedakan adalah dari segi penciptaannya. Malaikat selalu bercahaya. Dan saat malaikat diciptakan, mereka bisa langsung bertugas

Dari sisi fisik juga berbeda. Malaikat memiliki sayap. Minimal malaikat memiliki 2 ekor sayap di kanan dan di kiri badannya. Dimana ukuran sayapnya sebesar ukuran badannya

Menurut penelitian, hewan yang mempunyai sayap yang lebih besar dari ukuran badannya dapat terbang lebih baik daripada yang memiliki sayap yang lebih kecil

Pimpinan dari semua malaikat adalah malaikat Jibril. Malaikat Jibril memiliki 600 sayap yang memenuhi seluruh langit dunia.

Rasulullah menjawab, “Itulah Jibril yang tidak pernah kulihat ia dalam wujud aslinya. Kecuali pada dua kesempatan itu saja. Aku melihatnya turun dari langit, dimana tubuhnya yang besar memenuhi ruang antara langit dan bumi.” (HR. Muslim).

Saat manusia meninggal, maka akan didampingi oleh 3 malaikat. Orang yang beriman akan didampingi 2 malaikat rahmah yang membawa kain kafan dari Surga dan satu malaikat maut di ubun-ubun kepalanya. Orang yang fasik ( Muslim tapi lebih banyak dosanya) akan didampingi 2 malaikat azab yang membawa kain kafan dari neraka dan satu malaikat maut di atas ubun-ubun kepalanya. Malaikat maut akan mencabut nyawanya dengan keras.

Malaikat jumlahnya tidak terbatas. Tetapi ada malaikat yang diciptakan dan digantikan dengan yang baru. Malaikat Jibril dan malaikat Mikail adalah malaikat yang abadi dan tak akan dimusnahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Jumlah mereka sangat banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ

“Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah.” (HR. Ahmad No. 21516).

Dan ketika peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan betapa banyaknya jumlah malaikat. Rasulullah bersabda :

فَرُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“Kemudian ditunjukkan kepadaku baitul ma’mur. Aku pun bertanya kepada Jibril, beliau menjawab, ‘Ini Baitul Ma’mur, setiap hari ada 70.000 malaikat yang shalat di dalamnya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi, dan itu menjadi kesempatan terakhir baginya.‘ (HR. Bukhari 3207 dan Muslim 164).

Yang mengatur kadar udara, semua oksigen, tanah, api, air, batu, dan semua yang ada di muka bumi ini adalah malaikat berdasarkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala

Ada malaikat yang tugasnya bersujud saja, bertasbih saja, dan ruku’ saja sampai terserahnya Allah subhanahu wa ta’ala

Beriman kepada malaikat merupakan rukun Iman
Jika seseorang berbuat dosa maka malaikat yang berada di pundak kanan akan berkata kepada malaikat yang berada di pundak kiri ” jangan dulu kau catat, mungkin saja dia akan bertaubat ”
ALAM MALAIKAT DENGAN JIN SAMA

Pada Surat Al-Baqarah ayat 30-33. Allah berfirman :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلُُ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ {30} وَعَلَّمَ ءَادَمَ الأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَؤُلآءِ إِن كُنتُم صَادِقِينَ {31} قَالُوا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَآ إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {32} قَالَ يَآءَادَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّآ أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ {33}

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat :
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.”
Mereka berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui.” Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman : “Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu, jika kamu ‘orang-orang’ yang benar.” Mereka berkata : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Allah berfirman : “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini !” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu,
Allah berfirman : “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?”

Dari ayat tersebut, malaikat diperintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam ‘alaihis salam walaupun malaikat diciptakan dari cahaya. Kemudian Iblis naik ke langit dari permukaan bumi ingin mengetahui makhluk apa yang Allah ciptakan untuk dijadikan khalifah di muka bumi. Allah berfirman pada Surat Al-A’raf ayat 11-13 :

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (١١)قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (١٢)قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

” Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”.

Dari ayat tersebut, Iblis dengki dan tidak mau digantikan oleh manusia sebagai pimpinan atau khalifah di muka bumi. Dan sesungguhnya Iblis berada satu alam dengan malaikat karena mereka dapat saling melihat

Kemudian Iblis meminta kepada Allah untuk menitipkan anak cucunya kepada manusia yang disebut dengan jin Qarin ( jin pendamping)

Disamping itu, manusia juga didampingi oleh malaikat Hafadzah yang senantiasa menjaga manusia dari perbuatan buruk yang akan mengimbangi jin Qarin

Rasulullah bersabda dari Jabir bin Abdullah, “Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan syetan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, “Akhiri dengan kebaikan”, sedangkan syetan membisikan, “Akhiri dengan keburukan”. Apabila ia menyebut nama Allah sampai tertidur, maka malaikat mengusir syetan. Dan syetan akan bermalam seraya menyesali kekalahannya.“ (HR. Ibnu Hibban, Hakim dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).

Riwayat lain hadits riwayat Hakim dimana malaikat pendampingnya mengikuti gerak tubuh manusia yang sedang tertidur. Ketika orang itu terkaget dari tidurnya, maka malaikat dan syaithan datang menghampirinya dimana malaikat membisikkan kebaikan sedangkan syaithan membisikkan keburukan

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menyebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُبِالْغَدَاةوَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَيُقَالُ: هذَا مَقْعَدُكَ حَتْى يَبْعَثَكَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَة»

” Apabila salah seorang kamu mati, dia akan ditunjukkan tempat dia didalam Syurga atau Neraka, pagi dan petang; JIka dia termasuk ahli Syurga, maka adalah dari ahli Syurga dan jika dia dari ahli Neraka, maka dia adalah salah seorang ahli Neraka. Kemudian akan dikatakan kepada dia inilah tempat kamu sehingga Allah bangkitkan kamu pada Hari Hisab! ”

Pertama kali manusia akan melihat malaikat saat meninggal dunia. Jika yang meninggal adalah orang yang beriman, maka akan ditanya oleh malaikat siapa Tuhannya, siapa Nabinya, dan apa kitabnya. Kemudian dibukakan kepadanya pintu neraka dan malaikat berkata ” inilah yang diharamkan darimu.” lalu ditutup pintu neraka dan dibukakan pintu surga. Dan orang beriman berkata “cepatkanlah waktu karena aku ingin segera kesana ”

Jika yang meninggal adalah orang yang kafir maka ketika malaikat bertanya tentang Tuhannya, Nabinya, dan kitabnya maka dia berkata “aku tidak tahu sesuatupun “. Dibukakan pintu surga kepadanya dan malaikat berkata ” ini yang diharamkan darimu “. Kemudian pintu surga ditutup dan dibukakan pintu neraka dan dia berkata ” lambatkanlah waktu agar aku tidak kesana “. Dan sungguh sudah tidak ada lagi tempat berlari
DALIL NAQLI

1. Berita dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang Malaikat

Surat Al-Baqarah ayat 97-98. Allah berfirman :

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِين(97)َ
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ (98)

” Katakanlah, “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, ma­laikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ”

Surat An-Nisa ayat 172. Allah berfirman :

لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

” Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. ”

Surat Al-Haqqah ayat 117. Allah berfirman :

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚوَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

” Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.”

Surat Al-Mudatsir ayat 31. Allah berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلا مَلائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلا هُوَ وَمَا هِيَ إِلا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (٣١)

” Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat: dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi Kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia ”

Surat Ar-Ra’d ayat 23-24. Allah berfirman :

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)

” (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. ”

Surat Al-Baqarah ayat 30. Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30)

” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” ”
2. Berita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam

اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau kehendaki” (HR. Muslim 2/185)

* Hadits lainnya yang menceritakan tentang jumlah malaikat yang tidak terbatas
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, aku mendengar sesuatu yang tidak kalian dengar. Langit merintih… dan layak baginya untuk merintih. Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah. Demi Allah, andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan sering menangis…” (HR. Ahmad 21516, Turmudzi 2312, Abdurrazaq dalam Mushanaf 17934. Hadis ini dinilai hasan lighairihi oleh Syuaib Al-Arnauth)

* Riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. meminta izin untuk masuk, beliau mempersilahkan tanpa mengubah posisinya, demikian juga Umar radhiyallahu ‘anhu. masuk dan berbincang dengan beliau. Akan tetapi, ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu. masuk beliau duduk dan merapikan pakaian. Setelah mereka semua kembali ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang mengamati keadaan Rasul seperti diuraikan di atas, bertanya mengapa beliau duduk dan merapikannya hanya ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu masuk, tidak sewaktu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhum. masuk? Beliau menjawab:

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ

Artinya: “Apakah aku tidak pantas malu kepada seseorang yang malaikat (pun) malu kepadanya ?” (HR. Muslim)

* Ada malaikat yang bertugas mengawasi manusia

Abu Hurairah re. mengabarkan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”. (HR. Imam Ahmad Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).

* Para malaikat ikut serta di Perang Badar

حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ أَبُوهُ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ قَالَ جَاءَ جِبْرِيلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا تَعُدُّونَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيكُمْ قَالَ مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِينَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا قَالَ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنْ الْمَلَائِكَةِ

” Siapakah diantara kalian yg kamu siapkan untuk pasukan Badar?Beliau menjawab: Mereka adl kalangan muslim yg terbaik. Atau kalimat serupa itu. Maka Jibril berkata:
Begitu juga yg ikut perang Badar dari kalangan malaikat. “[HR. Bukhari No.3692].
4. Berimannya manusia kepada malaikat tanpa keraguan

Surat Al-Mursalat ayat 1-5. Allah berfirman :

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا (1) فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا (2) وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا (3) فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا (4) فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا (5)

” Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu ”

Surat An-Nazi’at ayat 1-5. Allah berfirman :

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1) وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا (2) وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا (3) فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا (4) فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا (5)

” Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa dengan lemah lembut, dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). ”
DALIL AQLI

1. Sesungguhnya akal manusia tidak dapat menafikan keberadaan malaikat

2. Malaikat memiliki tanda atau bekas, seperti wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

3. Malaikat maut yang akan datang kepada manusia saat ajal manusia telah tiba

Surat As-Sajdah ayat 11, Allah berfirman :

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

” Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan ”

4. Terjaganya manusia oleh malaikat

Surat Ar-Ra’d ayat 11, Allah berfirman :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (11)

” Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali lak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
PENUTUP

Beriman kepada malaikat-malaikat yang Allah ciptakan termasuk ke dalam rukun Iman. Meyakini mereka dalam mengawasi, mengatur kadar kehidupan, dan yang mendampingi manusia dimanapun berada. Yakinilah walaupun tidak bisa kita lihat dengan mata. Karena di saat manusia meninggal, manusia akan melihat malaikat untuk pertama kalinya
Dodi – Maa HaaDzaa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.