Review Kajian Maa HaaDzaa: Nama-Nama Terindah Dan Sifat-Sifat Teragung

0
660

Review Kajian Sunnah Maa HaaDzaa
Senin, 18 April 2016
Masjid Al-Ikhlas Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
PEMBAHASAN KITAB MINHAJUL MUSLIM
NAMA-NAMA TERINDAH DAN SIFAT-SIFAT TERAGUNG
Pertama kali Nabi Adam ‘alaihis salam diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, para malaikat bertanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala makhluk apa yang akan diciptakan oleh-Nya. Dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 30-33 yang berbunyi :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلُُ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ {30} وَعَلَّمَ ءَادَمَ الأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَؤُلآءِ إِن كُنتُم صَادِقِينَ {31} قَالُوا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَآ إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {32} قَالَ يَآءَادَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّآ أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ {33}

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat :
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.”
Mereka berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak Engkau ketahui.” Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman : “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu, jika kamu ‘orang-orang’ yang benar.” Mereka berkata : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Allah berfirman : “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini !” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu,
Allah berfirman : “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?”

Allah subhanahu wa ta’ala mengajarkan banyak nama segala sesuatu yang ada di alam semesta kepada Nabi Adam ‘alaihis salam. Allah mengajarkan nama-nama benda, hewan, tumbuhan, bahkan nama-nama seluruh malaikat yang Allah ciptakan. Malaikat sama sekali tidak mengetahui nama-nama kecuali yang telah Allah ajarkan kepada mereka

Dengan kepatuhannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para malaikat menyatakan beriman kepada ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yaitu Nabi Adam ‘alaihis salam

Allah subhanahu wa ta’ala juga memiliki nama-nama yang indah. Yang biasa kita sebut dengan ” Asmaul Husna “. Allah subhanahu wa ta’ala memiliki banyak nama, tetapi ada 99 nama yang wajib kita imani. Nama-nama itu berbeda dengan nama makhluk-Nya, karena nama-nama Allah adalah nama-nama yang baik

Allah subhanahu wa ta’ala juga memiliki sifat-sifat. Diantaranya dijelaskan di dalam hadits shahih tentang sifat fisik Allah subhanahu wa ta’ala :

dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

لَا تَزَالُ جَهَنَّمُ تَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ فَتَقُولُ قَطْ قَطْ وَعِزَّتِكَ وَيُزْوَى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ

“(Neraka) jahanam masih saja berkata, ‘apakah ada tambahan’ hingga akhirnya Tuhan Pemiliki Kemuliaan meletakkan kaki-Nya. Kemudian dia berkata, cukup, cukup, demi kemuliaan-Mu, lalu. Lalu neraka satu sama lain saling terlipat.” ( H.R Bukhari, no. 6661 dan Muslim, no. 2848 )

Allah subhanahu wa ta’ala juga memiliki benda-benda, seperti singgasana Allah ( Arsy ) dan yang lainnya. Allah mempunyai sifat atau karakter yang berbeda dengan makhluk-Nya. Allah ciptakan jujur dengan dusta, namun Allah subhanahu wa ta’ala hanya memiliki sifat jujur. Allah ciptakan derma dan pelit, namun Allah subhanahu wa ta’ala hanya memiliki sifat derma. Sifat-sifat Allah hanyalah yang baik-baik saja.

Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan sifat-sifat buruk untuk menjelaskan kepada manusia bahwa sesungguhnya hal itu dilarang. Allah ciptakan hewan seperti babi untuk menjelaskan kepada manusia bahwa hewan tersebut seperti ini fisiknya dan seperti ini sifatnya. Dan diberi hukum haram agar manusia menjauhinya

Kita sebagai seorang Muslim wajib mengimani segala sesuatu tentang diri-Nya. Tidak boleh makna nama-nama Allah ditakwilkan, dibatalkan atau ditolak, bahkan diserupai dengan makhluk-Nya. Keseringan penyakit manusia adalah terlalu banyak bertanya. Kita harus mengimani dengan apa adanya. Jika diceritakan Allah memiliki sifat fisik, maka tidak boleh diserupakan dengan fisik makhluk-Nya karena akan berakibat penolakan terhadap sifat-sifat-Nya

Berikut adalah Dalil Naqli dan Dalil Aqli tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala
DALIL NAQLI

1 . Adanya berita dari Allah sendiri tentang Asmaul Husna

Tercantum pada Surat Al-Araf ayat 180 yang berbunyi :

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

” Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. ”

Dan Surat Al-Isra ayat 110 :

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا

” Katakanlah, “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang terbaik); dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salam salatmu, dan janganlah pula merendah­kannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” ”

Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan diri-Nya Maha Melihat dan Maha Mendengar

Betapa luar biasanya ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah ciptakan burung elang dengan penglihatan yang tajam. Setelah diteliti bahwa mata elang memiliki banyak retina sehingga dari arah yang jauh pun burung elang bisa menangkap mangsanya dengan pas yang berada di daratan.

Lalu bagaimana dengan ikan ? Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan ikan dengan kemampuan menyelam di bawah tekanan air yang kuat. Jika manusia yang berada di bawah tekanan air yang kuat, bayangkan manusia tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya. Allah juga ciptakan ubur-ubur di kedalaman laut 2000 meter. Ubur-ubur dapat menghasilkan energi listrik di dalam air. Bahkan Allah ciptakan matanya di luar dengan penglihatan yang tajam. Manusia hanya bisa mengatakan ” LUAR BIASA ”

Allah Maha Melihat. Pandangan manusia hanya terbatas dengan apa yang bisa matanya jangkau. Allah dapat melihat apapun yang ada di muka bumi bahkan yang berada di lubang semut. Saat manusia meninggal, hijab matanya akan diangkat dan dapat melihat segala sesuatunya. Manusia dapat melihat malaikat dan segala hal yang ghaib

Di Surga nanti, Allah akan mengangkat hijabnya dan para penduduk Surga dapat melihat wajah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, bahwa nikmat terindah dan terbesar adalah dapat melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala dan mengalahkan segala nikmat di Surga

Allah subhanahu wa ta’ala dapat mendengarkan percakapan dan membuktikan bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Diterangkan pada Surat Mujadillah ayat 1 :

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

” Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat ”

Allah Maha Mengetahui dari segala ilmu pengetahuan. Manusia sangat terbatas dalam mempelajari ilmu. Untuk mempelajari seekor ikan saja memerlukan waktu bertahun-tahun. Baik dari bentuk fisiknya, sistem pencernaannya dan yang lain-lainnya

Allah Maha Kuat dan Perkasa. Bayangkan seekor semut, makhluk Allah yang diciptakan dengan postur tubuh yang kecil dapat mengangkat 6x berat badannya. Seekor semut dapat mengangkat sesuatu yang lebih besar dari ukuran tubuhnya. Bayangkan jika ribuan semut ? Allah ciptakan semut dengan memiliki kekuatan yang besar. Dan Allah subhanahu wa ta’ala lebih daripada itu semua

Allah Maha Lembut. Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan rasa kasih sayang kepada seorang ibu. Dan rasa kasih sayang itu disampaikan kepada anak-anaknya.

Allah Maha Penyantun. Allah penuhi kebutuhan makhluk-Nya setiap hari. Orang kafir pun masih dapat makan. Betapa penyantunnya Allah kepada makhluk-Nya dan selalu memenuhi kebutuhan setiap makhluk ciptaan-Nya

Allah Maha Berterima Kasih. Dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari-Muslim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يَصُوْمُ عَبْدٌ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ الله. إلا بَاعَدَ اللهُ، بِذَلِكَ اليَوْمِ، وَجْهَهُ عَنِ النَارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاً.

“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” [HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 1153]

2. Berita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadits Riwayat Bukhari-Muslim

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi bersabda:”Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi tertawa terhadap dua orang yang saling bunuh membunuh ,dan keduanya masuk Surga.seseorang di antaranya berperang di jalan Allah ,lalu terbunuh .Kemudian Allah menerima taubat orang yang membunuh ,dia masuk Islam,kemudian dia mati syahid.(H.R.Bukhari dan Muslim)

Maksud dari hadits ini adalah, ketika terjadi suatu peperangan antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Seorang Muslim terbunuh oleh orang kafir dan orang Muslim ini mati syahid dan masuk Surga. Kemudian orang kafir tersebut mendapat hidayah dan kemudian masuk Islam dan beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Pada suatu peperangan, orang kafir yang baru saja mendapat hidayah ini terbunuh oleh orang kafir yang lain. Maka seorang Muslim yang dulu dibunuhnya masuk surga dan dia yang membunuh setelah masuk Islam juga terbunuh oleh orang kafir lainnya dan masuk Surga. Maka Allah tersenyum dan tertawa kepada mereka berdua yang masuk Surga

Dari hadits di atas diterangkan bahwa Allah tertawa, dan Allah memiliki sifat tersebut

Sebagai contoh, seseorang yang memberikan pinjaman kepada orang lain. Sebelum jatuh tempo pembayaran pinjaman orang itu dianggap telah bersedekah setengah dari yang dia pinjamkan. Saat jatuh tempo, dia dianggap bersedekah 2 kali lipat dari apa yang dia pinjamkan. Sungguh hal ini membuktikan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala saat kita minta satu, maka Allah berikan lebih dari satu. Maha Pemurahnya Allah subhanahu wa ta’ala

Hadits-hadits yang lain yang menerangkan tentang sifat-sifat dan nama-nama Allah :

* Dari Anas bin Malik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَزَالُ جَهَنَّمُ تَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ فَتَقُولُ قَطْ قَطْ وَعِزَّتِكَ وَيُزْوَى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ

“(Neraka) jahanam masih saja berkata, ‘apakah ada tambahan’ hingga akhirnya Tuhan Pemiliki Kemuliaan meletakkan kaki-Nya. Kemudian dia berkata, cukup, cukup, demi kemuliaan-Mu, lalu. Lalu neraka satu sama lain saling terlipat.”(H.R Bukhari, no. 6661 dan Mulsim, no. 2848)

Dari hadits di atas menerangkan tentang sifat fisik Allah subhanahu wa ta’ala

* Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita Tabaaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir. Lalu dia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang memohon kepadaku, niscaya akan Aku berikan. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya akan aku ampuni.” (HR. Bukhari, Kitab Tauhid, no. 6940, Muslim, Shalatul Musafirin, no. 1262)

* Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu– ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah lebih bahagia dengan tobat seorang hamba ketika dia bertobat dari (bahagianya) seorang diantara kalian, yang suatu saat mengendarai hewan tunggangannya di padang pasir yang luas. Tiba-tiba hewan tunggangannya itu hilang darinya. Padahal disana ada perbekalan makan dan minumannya. Hingga ia putus asa. Lalu ia menghampiri sebuah pohon dan berbaring di bawah naungannya. Sungguh ia telah putus asa dapat kembali menemukan hewan tunggangannya. Kemudian dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangan itu sudah berada di sisinya. Maka ia segera meraih tali kekangnya seraya berkata karena sangat bahagianya, “Wahai Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhan-Mu.” Keliru berkata-kata karena sangat bahagia. (HR Bukhari dan Muslim)

* Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

“Sesungguhnya Allah ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah”

Artinya adalah pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan. Dan Allah subhanahu wa ta’ala memiliki sifat kagum

* Tentang pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang budak wanita

قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْنَ اللَّهُ قَالَتْ فِي السَّمَاءِ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ

Tentang pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada budak wanita, “di mana Allah?”, kemudian jariyah tersebut menjawab: “di langit”, kemudian beliau bertanya: “Siapakah aku?” Jariyah tersebut menjawab: “Engkau adalah Rasulullah”. Lalu beliau bersabda: “Merdekakanlah ia karena sesungguhnya dia orang yg mukmin (beriman)”.(H.R Muslim)

3. Pengakuan Salafus Shaleh dari generasi sahabat dan para Imam Madzhab dan tidak mentakwilkannya bahkan mentasybihkannya

Diterangkan pada Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Thaha ayat 5 :

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

” (yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah,. Yang bersemayam di atas Arasy. ”

Kalimat mulia yang diucapkan oleh Imam Syafii rahimahullah :
” Aku beriman kepada Allah subhanahu wa taala dan yang datang dari-Nya dan aku beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ”

Kalimat Imam Akhmad rahimahullah :
” Kami beriman dengan semua itu ( Asmaul Sifat ) tanpa mempertanyakan hakikat maknanya ”

Dari beberapa dalil naqli tersebut, bahwasanya kita wajib mengimani semua sifat-sifat dan nama-nama Allah yang baik
DALIL AQLI

1 . Allah telah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya tanpa harus mentakwilkannya

Surat Al-Araf ayat 180 yang berbunyi :

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

” Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. ”
2. Sesungguhnya beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala tidak perlu mentasybihkannya karena Allah subhanahu wa ta’ala sangatlah berbeda dengan makhluk-Nya

Surat Al-ikhlas ayat 1-4 yang berbunyi :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

” Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.””
PENUTUP

Sebagai hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala, kita wajib mengimani Asmaul Husna dan Asmaul Sifat dari Rabb kita yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan meyakininya dan mengamalkannya dalam kehidupan, maka jaminannya adalah masuk Surga. Allah tidak sama dengan makhluk-Nya. Maka dari itu janganlah kita mentakwilkannya, meniadakan atau menolaknya, atau menyerupainya dengan makhluk ciptaan-Nya

Dodi – Maa HaaDzaa

Tinggalkan Balasan