Review Kajian Maa Haadzaa: Konsep Hidup Ideal Dalam Islam (Pembukaan)

0
1022

Review Kajian Sunnah Maa Haadzaa
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
28 Maret 2016
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
PEMBAHASAN KITAB MINHAJUL MUSLIM
KONSEP HIDUP IDEAL SEORANG MUSLIM

BERIMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Banyak orang yang belum mengenal Tuhannya sehingga membuat orang itu bimbang. Sesungguhnya hanya ada 1 Tuhan yang berhak untuk disembah, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala semata

Seperti lafadz yang sering kita ucapkan dalam mentauhidkan-Nya :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

“Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah”

Orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala lebih mengerti cara menjalani konsep kehidupan. Barangsiapa yang mempunyai konsep Ketuhanan hidupnya akan menjadi lebih baik

Bayangkan jika di dunia ini ada yang mengaku sebagai Tuhan kecuali Allah, maka yang mengaku dirinya sebagai Tuhan tidak akan bisa menutup siang dengan malam seperti yang dilakukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya Allah semata yang bisa mengatur konsep kehidupan

Bagi yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan meyakini bahwa Allah Maha Suci. Allah ciptakan kejujuran dan kedustaan tapi Allah hanya memiliki kejujuran dan tidak mungkin Allah berdusta. Maha Suci Allah…

Hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang dapat menciptakan segala hal di muka bumi. Manusia hanya bisa membuat atau merakit, tidak dapat menciptakan dari yang tidak ada menjadi tidak ada. Hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang dapat memusnahkan segala hal, termasuk manusia

Allah subhanahu wa ta’ala adalah sebaik-baiknya yang memberi konsep kehidupan secara teratur. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَنزعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (Q.S Al-A’raf :43)

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai, dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang dahulu kalian kerjakan.” (Q.S Al-A’raf :43)

Ada beberapa dalil naqli yang menjelaskan bahwa hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang berhak disembah

Surat Al-A’raf ayat 54 yang berbunyi :

{إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam (berkuasa) di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikuti­nya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang; (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah. Tuhan semesta alam.”

Istilah “Rabb” berarti pencipta, pemilik, atau pemusnah yang ada di alam semesta ini

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman kepada Nabi Musa a.s. Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Thaha ayat 14 yang berbunyi :

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlahAku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”

Allah subhanahu wa ta’ala memperkenalkan diri-Nya melalui firman-Nya, surat Al-Hasyr ayat 22-24 yang artinya :

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Allah Maha Pengampun. Jika seorang hamba berdosa selama 50 tahu dan setelahnya ia bertaubat, maka Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni semua dosanya selama 50 tahun tersebut

Allah juga bersifat sejahtera yang mengamankan hamba-hamba-Nya. Bayangkan jika kita menghirup oksigen, kita tidak tahu mana oksigen yang baik untuk dihirup dan mana yang tidak. Pernahkah kita berpikir siapa yang membuat konsep hidup manusia yang teratur seperti sekarang?

Allah ciptakan makhluk terkecilnya yaitu semut. Para peneliti sangat mengagumi semut sebagai makhluk yang pintar dalam membuat bangunan. Bagaimana cara mereka menggali tanah, menyimpan makanannya, membuat sarang mereka tidak tergenang air ketika hujan, dan cara mereka menjaga dan menghormati ratunya. Pernahkah kita berpikir siapa yang menciptakan mereka?

Dialah Allah, yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Manusia hanya berpikir sebatas kemampuan dia saja. Jarang sekali manusia berpikir darimana asalnya semua yang ada di muka bumi ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk tidak mencukur alis. Pernahkah kita tahu faktanya? Alis manusia terdiri dari sekitar 250 rambut halus yang apabila dicabut akan mengganggu syaraf pada mata

Adapun pengalaman seorang dokter bersama team dokternya yang akan membedah seorang pasien. Dokter tersebut meminta team dokter terbaiknya untuk melakukan sebuah operasi besar kepada seorang anak. Dengan ilmu yang dimiliki dokter-dokter tersebut, anak itu kembali sehat. Dengan bangganya dokter-dokter itu dengan ilmunya. Namun, suatu ketika anak itu mengalami pendarahan hebat. Ada satu urat syaraf yang terjepit sehingga harus melakukan operasi lagi. Ternyata mereka pun tidak sanggup untuk menyelamatkan anak itu dan akhirnya meninggal dunia

Betapa besarnya Allah yang menciptakan manusia kemudian Allah juga yang mematikannya

Ada sebuah riwayat tentang Nabi Musa ‘alaihi sallam dimana Allah subhanahu wa ta’ala juga menunjukan kebesaran-Nya.

Ada seorang dari Bani Israil yang selalu mencaci maki Nabi Musa ‘alaihi sallam selama bertahun-tahun. Kemudian Nabi Musa ‘alaihi sallam berdo’a kepada Allah agar segera diselesaikan masalahnya. Kemudian malaikat Jibril turun dan menyampaikan pesan, ” wahai Musa Allah berkirim salam kepadamu. Allah mendengar do’amu dan sekarang kau bisa meminta apa saja untuk menyelesaikan masalahmu”

Keesokan harinya Bani Israil itu datang lagi kepada Nabi Musa ‘alaihi sallam dan kembali mencacinua. Karena Beliau sudah tidak sabar, maka Nabi Musa berkata ” wahai bumi, tenggelamkanlah dia”

Atas kuasa Allah, orang itu tenggelam sampai lututnya dan berkata “wahai Musa maafkan saya”. Kata Nabi Musa ‘alaihi sallam “tidak, kau sudah bertahun-tahun melakukan ini dan tidak bisa dimaafkan. Wahai bumi, tenggelamkanlah dia”

Orang itu tenggelam sampai ke dadanya dan kembali meminta maaf, dan Nabi Musa ‘alaihi sallam kembali mengulang perkataannya. Lalu orang itu tenggelam sampai ke lehernya dan berkata ” wahai Musa, aku akan beriman” sekali lagi Nabi Musa mengulang perkataannya dan akhirnya orang itu tenggelam dan meninggal

Lalu malaikat Jibril turun dan berkata ” wahai Musa, Allah berkirim salam kepadamu. Wahai Musa, betapa kerasnya hati kamu sehingga kau tidak memaafkan dia walaupun dia menyatakan bahwa ia mau beriman. Jikalau dia yang memintanya kepada-Ku, maka Aku akan memaafkannya”

Maha Pemaafnya Allah yang memaafkan segala dosa-dosa hamba-Nya

Allah kembali memperkenalkan dirinya melalui firman-Nya

Surat Al-Mukminun ayat 52

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada-Ku. ”

Surat Al-Anbiya ayat 22

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ لَفَسَدَتَا

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa”

Beberapa dalil Aqli yang menunjukan adanya Allah di alam semesta ini

* Adanya alam semesta dan makhluk yang beraneka ragam. Tidak ada manusia yang mengklaim dirinya menciptakan alam semesta

* Adanya firman-Nya yang kita baca dan kita pelajari di dalam Al-Qur’an. Kalamullah menunjukan wujud Allah subhanahu wa ta’ala.Orang yang mengkaji Al-Qur’an selalu menemukan hal yang baru

Ada sebuah pengalaman di negara Amerika dimana para dokter kebingungan bagaimana cara menghilangkan kecanduan atas narkoba, minuman keras, dan sex bebas. Para peneliti mengatakan bahwa di punggung manusia terdapat urat syaraf yang apabila diisi dengan cairan seperti khamr, narkotika atau sejenisnya maka cairan itu akan mengendap di dalamnya sehingga membuat manusia kecanduan. Disedot dengan alat canggih tidak bisa. Cara yang dipakai adalah cambuk atau di pukul antara 80 sampai 100 kali cambuk

Di dalam Islam hukum cambuk bagi pelaku seperti yang disebutkan di atas berlaku. Karena saat dicambuk urat syaraf itu akan menjadi tergoncang sehingga cairan itu mengalir ke dalam darah dan membuat rasa kecanduan itu hilang. Masyaa Allah

Di dalam Islam, hukuman mati yang terbaik adalah hukum penggal. Rata-rata sekarang masyarakat menggunakan senjata laras panjang untuk menghukum mati pelakunya

Padahal, dengan cara penggal pelaku tidak akan merasakan sakit yang berkelanjutan karena saat dipenggal pelaku akan langsung mati. Sedangkan penggunaan senjata untuk eksekusi mati akan lebih menyakitkan pelaku apabila meleset

* Adanya sistem yang tersusun rapi dalam penciptaan, pertumbuhan, dan perkembangan.

Sebagai contoh seperti penciptaan manusia dari sperma laki-laki yang tercurah ke dalam rahim wanita. Jika tidak ada campur tangan dari Allah subhanahu wa ta’ala maka tidak akan lahir seorang manusia yang sempurna
PENUTUP

Beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan membuat hidup yang kita jalani menjadi lebih teratur karena sistem yang Allah buat untuk kita sudah sangat rapi. Hidup ideal seorang Muslim hakikatnya adalah mengenal Tuhannya sehingga manusia itu memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya

Banyak orang yang kaya harta tapi mereka depresi dan akhirnya bunuh diri. Jika manusia yang beriman kepada Rabbnya, maka segala urusan akan diserahkan kepada-Nya. Manusia itu akan selalu bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hidup yang dijalaninya akan lebih tentramِ

Dodi Darussalam – Maa Haadzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.