Review Kajian: Kabar Dari Langit

0
565

Review Kajian Sunnah Maa HaaDzaa
Senin, 9 Mei 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
PEMBAHASAN KITAB MINHAJUL MUSLIM
—————————————

KABAR DARI LANGIT

Beriman memiliki arti mengikrarkan dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengapikasikannya dengan anggota tubuh. Beriman kepada kitab berarti mengimani apa yang diturunkan oleh Allah berupa wahyu kepada Rasul-Rasul-Nya. Kitab-kitab diturunkan kepada kaum tertentu. Contohnya seperti pada kaum Bani Israil yang memiliki kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam

Kitab yang wajib kita imani ada 5 macam
1. Suhuf Nabi Ibrahim ‘alaihis salam
2. Nabi Musa ‘alaihis salam dengan Kitab Taurat
3. Nabi Dawud ‘alaihis salam dengan Kitab Zabur
4. Nabi Isa ‘alaihis salam dengan Kitab Injil
5. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Kitab Al-Qur’an

Mengapa yang harus kita imani adalah kitabnya dahulu dibandingkan Rasul yang telah membawa kitab tersebut? Karena kitab dari langit lebih penting daripada Rasul. Rasul datang menguatkan kitab yang diturunkan kepadanya. Tapi tetap kita juga harus mengimani Rasul-Nya yang telah diutus untuk memberikan suatu hukum kepada kaumnya pada kitab yang diturunkan kepada para Rasul

Manusia belajar dari buku sampai akhirat. Semua yang bisa ditulis dan dibaca adalah kitab. Bahkan catatan amal manusia yang dipegang oleh 2 malaikat pencatat amal juga merupakan sebuah kitab yang akan diberikan kepada kita di akhirat nanti

Seorang Muslim beriman kepada seluruh kitab-kitab atau suhuf, yang diberikan kepada sebagian Rasul-Rasul-Nya. Kitab yang menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya adalah Al Qur’an. Al-Qur’an datang lebih luas dan menghapus syariat sebelumnya. Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Rasul-Nya merupakan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

Tetapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima perintah shalat langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala di Sidratul Muntaha tanpa perantara malaikat Jibril pada saat Mi’raj ke langit Ke tujuh.

Kitab yang paling agung adalah kitab Al-Qur’an. Setelahnya ada kitab Taurat, Zabur, dan Injil

Al-Qur’an kitab teragung yang dijadikan sebagai batu ujian ( pelurus, penegak, penyempurna) yang menyempurnakan apa yang ada sebelumnya dan menghapus syariat sebelumnya

Kitab Al-Qur’an adalah kitab yang terjaga isi kandungannya. Ada kitab Injil yang selalu direvisi di Vatikan oleh beberapa pemuka agama Nasrani. Berawal dari Bani Israil yang ingin memasukkan keinginannya ke dalam kitab tersebut. Kitab Taurat pun juga ada yang diubah sama seperti kitab Injil

Kita akan simak beberapa dalil Naqli dan dalil Aqli yang menjelaskan tentang keimanan kita terhadap Kitab-kitab yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan

——————————————

DALIL NAQLI

1. Perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan oleh-Nya kepada utusan-utusan-Nya

Surat An-Nisa ayat 136. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلى رَسُولِهِ وَالْكِتابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالاً بَعِيداً

” Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya ”

2. Berita dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang kitab-kitab yang diturunkan-Nya

Surat Al-Imran ayat 2-4. Allah berfirman :

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (٢) نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (٣) مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ (٤)

” Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang hidup kekal, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu yang mengandung kebenaran; membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil, Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman ”

Surat Al-Maidah ayat 48, Allah berfirman :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Surat An-Nisa ayat 163 yang menjelaskan tentang kitab Zabur. Allah berfirman :

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

” Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya. Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”

Surat Asy-Syu’ara ayat 192-196. Allah berfirman :

وَإِنَّهُ لَتَنزيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نزلَ بِهِ الرُّوحُ الأمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195) وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الأوَّلِينَ (196)

” Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu ”

Surat Al-A’la ayat 18-19 yang menjelaskan tentang suhuf Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Allah berfirman :

إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى (18) صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (19)

” Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”

3. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kitab-kitab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” Nabi Dawud telah diberi kemudahan membaca. Ia hanya menyuruh agar haiwan haiwanya diberi pelana, maka ia pun membaca Taurat dan Zabur sebelum haiwan haiwannya selesai dipelanai, dan ia tidak makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri.” (Hadith Riwayat Bukhari, no 3417)

Hadits tersebut menjelaskan tentang kitab Zabur dan Taurat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Janganlah kalian membenarkan ahlul kitab dan jangan pula mendustakannya, dan katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan pada kami….” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4485)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

” Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”
(Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm.
——————————————–
Sedikit penjelasan tentang sifat iri. Iri ada 2 macam, yaitu iri positif dan iri negatif

1. Iri Positif

Yaitu rasa iri kepada kelebihan seseorang, tapi tidak berharap nikmat yang dipunyainya hilang dan justru menjadi motivasi untuknya

Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanjakannya dalam kebenaran dan (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya.”
Menurut hadits, ada 4 golongan orang-orang yang dikaruniai ilmu dan harta
1. orang yang dikaruniai ilmu dan menghabiskan hartanya di jalan Allah
2. orang yang dikaruniai ilmu tapi tidak memiliki harta
3. orang yang dikaruniai harta tanpa ilmu
4. orang yang tidak memiliki ilmu dan harta
——————————————
2. Iri Negatif

Yaitu rasa iri yang mengharapkan nikmat orang lain hilang. Ini sangat tidak diperbolehkan dalam agama

4. Iman dan keyakinan para ulama di setiap zaman dan tempat yang beriman kepada kitab-kitab

———————————————

DALIL AQLI

1. Ketergantungan manusia terhadap Tuhan-Nya harus diwujudkan dengan kitab-kitab yang diturunkan dari Allah subhanahu wa ta’ala

2. Perantara Allah subhanahu wa ta’ala dengan hamba-hamba-Nya yaitu para Rasul yang diturunkan kepadanya kitab-kitab yang wajib diimani

3. Apabila Rasul tidak membawa kitab suci yang di dalamnya terdapat ajaran dan pemahaman, akan mudah sekali Rasul didustakan
———————————————

PENUTUP

Kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui malaikat Jibril kepada Rasul-Rasul-Nya wajib kita imani namanya, bahwasanya dahulu pernah ada kitab sebelum Al-Qur’an seperti Taurat, Zabur, Injil, dan suhuf Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Kita tidak wajib mengamalkan isi dari kitab-kitab sebelum Al-Qur’an, karena Al-Qur’an sudah menjadi batu ujian dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya dan telah menghapus syariat yang sebelumnya.

Dodi – Maa HaaDzaa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.