Review Kajian: Alangkah Indahnya Di Surga Part 6

0
589

Review Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 16 Januari 2017
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bercerita Tentang Surga dan Neraka

=====================

ALANGKAH INDAHNYA DI SURGA
part 6

=====================

17. Wanita Ahli Surga

Ada alasan rasional, mengapa Al-Qur’an banyak menyebut nama BIDADARI dibandingkan bidadara. Kita tahu, bidadara adalah pelayan-pelayan yang Allah sediakan di Surga untuk wanita Mukminah. Menurut pendapat ulama, laki-laki adalah yang paling banyak diberikan beban syari’at. Laki-laki tidak ada libur shalat, sedangkan wanita ada libur shalatnya karena haid. Haram jika wanita mengerjakan shalat di kala haid. Wanita memiliki jeda waktu dalam urusan shalatnya.

Laki-laki mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah. Sedangkan wanita tidak. Wanita tidak bisa jika ia tidak memiliki wali. Jika ayahnya tidak bisa memberi nafkah, maka ada pamannya, saudara laki-lakinya atau kerabat yang lainnya. Sedangkan laki-laki jika tidak ada yang memberi nafkah, maka ia harus bekerja. Laki-laki wajib shalat berjama’ah dan wajib berjihad. Laki-laki harus punya motivasi. Dan itu alasan pertama bidadari banyak disebut dalam Al-Qur’an.

Alasan kedua, laki-laki jika diberi motivasi, ia bersemangat. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan masing-masing motivasi kepada makhluk-Nya. Belajar dari kaum salaf, orang-orang yang berjihad siap menumpahkan darahnya di medan jihad karena mereka dijanjikan mendapatkan bidadari-bidadari Surga.

Wanita ahli Surga adalah wanita Mukminah yang berasal dari bumi yang akan menjadi pemimpin bagi bidadari. Seperti yang telah disebutkan adalah Siti Khadijah, Asiyah, Maryam, dan Fatimah. Di dalam Surat Al-Waqiah ayat 22-23, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَحُورٌ عِينٌ (٢٢) كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ (٢٣)

” Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,laksana mutiara yang tersimpan baik ”

Maksud dari الْمَكْنُونِ disini adalah yang tersembunyi lagi tersimpan, tidak berubah kejernihan warnanya akibat matahari atau permainan tangan. Ibarat seperti mata seorang bayi yang baru lahir yang jarang keluar rumah yang warnanya putih bersih dan bulatan hitam di tengahnya berwarna pekat.

Allah subhanahu wa ta’ala sambung kembali Surat Al-Waqiah di ayat 35-37, Allah berfirman :

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (35). فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36). عُرُبًا أَتْرَابًا(37)ً

” Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya ”

Maksud dari umurnya yang sebaya adalah memiliki kulit yang putih, cantik, dan bersih

Surat Ar-Rahman ayat 70-76, Allah berfirman :

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (٧٠) فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧١)حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (٧٢) فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧٣) لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ (٧٤) فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧٥)مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ (٧٦)

” Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) dan cantik wajahnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah ”

Surat An-Naba ayat 31-33, Allah berfirman :

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا (٣١) حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا (٣٢) وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا (٣٣)

” Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur. Dan gadis-gadis montok yang sebaya ”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Golongan pertama yang akan masuk surga, tidak ingusan, tidak buang air kecil, dan tidak buang air besar. Sisir mereka terbuat dari emas. Aroma dupanya seperti dupa India. Aroma keringat mereka seperti parfum. Setiap orang mempunyai dua istri yang sumsum betisnya kelihatan di balik dagingnya karena kecantikannya. Tak ada perbedaan pendapat di antara mereka. mereka tidak saling dengki satu sama lain. Mereka bertasbih kepada Allah, setiap pagi dan petang.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya di akhirat dari kalangan bidadari akan berkata:
“Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

——————————

18. Hubungan Seksual di Surga

Surat Az-Zukhruf ayat 71, Allah berfirman :

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (71)

” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala; dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. ”

Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang lelaki dari ahli kitab mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
dan berkata, ‘Wahai Abu Qasim (Muhammad), engkau mengira bahwa penghuni surga
makan dan minum.’ Nabi berkata, ‘Ya, demi Zat yang jiwa Muhammad ada di
tangan-Nya, sesungguhnya salah seorang mereka dikaruniai kekuatan seratus
lelaki dalam makan, minum, dan sanggama.’ Lelaki itu lalu berkata, ‘Sesungguhnya, orang yang makan dan minum akan buang
hajat. Bagaimana di dalam surga tidak ada kotoran?’ Maka Nabi bersabda, ‘Mereka
buang hajat melalui keringat yang beraroma misik, lalu perut mereka pun kembali
kosong.'”

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ucap beliau:
“Seorang Mukmin di surga akan diberi kekuatan ini dan itu dalam bersebadan. ” Beliau ditanya, “Apakan dia kuat wahai Rasulullah?” Jawab Rasulullah, “la diberi kekuatan seratus Kali lipat. (Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan shahih. Lihat Shahihul-Jami’ nomor 1627.)

—————————

19. Nyanyian Bidadari di Surga

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن أزواج أهل الجنة ليغنين أزواجهن بأحسن أصوات سمعها أحد قط . إن مما يغنين به : نحن الخيرات الحسان أزواج قوم كرام ينظرن بقرة أعيان وإن مما يغنين به : نحن الخالدات فلا يمتنه نحن الآمنات فلا يخفنه نحن المقيمات فلا يظعنه

“Sesungguhnya istri-istri penduduk surga bernyanyi untuk suami mereka dengan suara yang sangat merdu yang belum pernah didengar seseorangpun. Diantara yang mereka nyanyikan adalah : Kami adalah wanita-wanita yang baik akhlak dan cantik rupanya. Kami istri-istri dari suami-suami yang mulia yang memandang dengan pandangan yang menyejukkan hati. Kami adalah wanita-wanita abadi dan kami tidak membuatnya mati. Kami wanita-wanita yang memberikan keamanan dan tidak membuat takut. Kami wanita-wanita yang tetap tinggal di sini dan tidak meninggalkannya” [Shifatul Jannah (no. 322, 430), hadits Ini dikeluarkan juga oleh Ath-Thabrani dalam Mujamul Aushath dan Ash-Shaghir (no.721), Al-Haitsami berkata dalam Majmauz Zawaid(X/419): “Perawinya adalah perawi kitab Shahih.” Dinyatakan shahih juga oleh AI-Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir (11148-1557).]

Diriwayatkan dari jalur lbnu Abi Fudeik dari Ibnu Abi Dzi’b dari ‘Aun Ibnu AI-Khaththab dari seorang putra Anas dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya bidadari-bidadari Surga akan bernyanyi di Surga: `Kami adalah bidadari-bidadari yang cantik jelita, diciptakan untuk suami-suami yang mulia.’ [Shifatul Jannah (432) dari dua jalur riwayat. Yang pertama dengan lafaz penulis di atas, yang kedua dengan lafal ‘yataghannaina’ sebagai ganti lafal ‘yughannina’ pada riwayat di atas, dan kata khubbina (disimpan) sebagai ganti kata khuliqna (diciptakan). Diriwayatkan juga oleh AI-Bukhari dalam Tarikh AI-Kabir (VI1/16), AI-Baihaqi dalam Al-ba’ts wan Nusyur (420) dengan lafal: yataghannaina dan hubbibnaa, Dalam Mujamma’ Az-Zawaaid (X/419), Al-Haitsami menisbatkannya kepada Ath-Thabrani dalam Al-Ausath lalu ia berkata: “Perawinya tsiqat.” Dan telah dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Jami’ ‘Ash -Shaghir (II/ 58-1598).]

—————————-

20. Perhiasan Ahli Surga

Surat Al-Hajj ayat 23, Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

” Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra ”

Surat Al-Insan ayat 21, Allah berfirman :

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

” Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci). ”

—————————–

21. Sapu Tangan Ahli Surga

Dari Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi hadiah pakaian sutera. Para sahabat memegangnya dan mereka merasa kagum akan kehalusannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Adakah kamu merasa heran akan kehalusan pakaian sutera ini? Sesungguhnya sapu tangan Sa’ad bin Muadz di dalam Surga lebih baik dan lebih halus dari sutera ini ” ( Sahih Muslim : 4514)

Allahu a’lam

Dodi – Maa HaaDzaa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.