Oleh-oleh Haji

0
714

Kajian Ilmiah Maa HaaDzaa
Senin, 5 September 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Ilham Thabrani

===================

OLEH-OLEH HAJI

===================

Sebagaimana orang yang safar membawa oleh-oleh, begitu juga dengan ibadah haji. Kebanyakan orang-orang setelah pulang dari ibadah haji adalah membawa materi. Seharusnya yang mereka bawa bukanlah itu. Mekkah dan Madinah adalah tempat awal mulanya Islam muncul. Sepulang dari sana seharusnya kita membawa historis Islam. Karena mereka telah mendatangi tempat lahirnya Islam dimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa risalah-Nya

Pada Surat Al-Imran ayat 67, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

” Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang musyrik. ”

Yahudi dan Nasrani adalah pengikut Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Tetapi mereka berbohong dalam prakteknya. Ibadah mereka bukan seperti ibadahnya Nabi Ibrahim ‘alahis salam. Mereka juga tidak melaksanakan perintah haji. Padahal haji adalah risalah Nabi Ibrahim ‘alahis salam. Justru mereka memusuhi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa risalah Nabi Ibrahim ‘alahis salam

Haji adalah ibadah yang besar. Membatalkan agama Yahudi dan Nasrani. Dan Islam adalah agama akhir zaman. Kedatangan seorang Nabi dan risalahnya menyesuaikan keadaan kaumnya. Risalah yang dibawa oleh Nabi Musa ‘alaihis salam dahulu shalat 50 raka’at. Keadaan kaumnya ( Bani Israil) memang sesuai dengan zamannya, tidak sesibuk zaman sekarang. Namun, zaman sekarang banyak orang-orang yang meninggalkan agama karena mereka berpikir tidak sesuai dengan zaman

Oleh-oleh haji yang seharusnya dibawa oleh orang-orang yang telah berhaji

————————————–

1. RISALAH

Islam adalah agama yang berbeda. Menilai agama dapat dilihat dari berbagai segi

————————————-

* Dari segi Uluhiyahnya. Hanya Allah subhanahu wa ta’ala Tuhan yang berhak disembah dan yang paling berkuasa atas alam semesta beserta makhluknya

————————————-

* Dari kitab sucinya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang terjaga dan terpelihara. Sudah banyak di negri kita hafidz-hafidz muda penghafal Al-Qur’an. Pengikut agama lain belum tentu bisa menghafal kitabnya

————————————

* Risalah yang dibawa. Islam mempunyai shalat 5 waktu. Ada syarat dan rukun shalat, ada shalat sunnah dan shalat wajib, ada ruku’dan sujudnya, dan semua itu tidak mungkin buatan manusia

————————————-

Risalah Islam bukanlah buatan manusia. Orang yang sudah berhaji akan semakin yakin dengan agamanya yang benar. Orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim ‘alahis salam justru tidak shalat dan tidak haji. Orang yang mereka benci ( Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) justru yang melaksanakan shalat dan haji

————————————–

2. AQIDAH ( KEYAKINAN )

Ketika orang berhaji, ia akan banyak melihat tempat-tempat bersejarah. Semenjak zaman Nabi, orang-orang tidak dianggap menyembah Ka’bah. Ka’bah adalah arah shalat kaum Muslimin. Tidak ada orang Islam yang menyembah batu

Di Mekkah juga tidak ada yang mengkramatkan Hajar Aswad karena Aqidah mereka terjaga. Padahal Hajar Aswad adalah batu dari Surga. Awalnya berwarna putih lebih putih dari susu. Kemudian menghitam karena dosa-dosa manusia

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat Al-Imran ayat 96, Allah berfirman :

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعَالَمِينَ

” Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. ”

Ka’bah menjadi bangunan pertama yang dibangun untuk beribadah dan menjadi tempat bersejarah umat Islam.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah menyatakan kalimat Tauhid saat mencium Hajar Aswad

” kau hanyalah sebuah batu. Tak bisa memberikan manfaat maupun memberikan mudharat. Kalau saja Rasulullah tidak menciummu, maka aku juga tak akan menciummu”

Disini Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu sangat cerdas. Beliau memakai logikanya tetapi juga menundukkan akalnya. Maka akalnya tunduk kepada aqidahnya. Tapi sekarang orang-orang justru mendewakan akalnya sehingga apa yang tidak diterima oleh rasionya ditolak

Di Mekkah dan Madinah tidak ada tempat yang dikramatkan. Tidak ada yang mengkramatkan makam Nabi, Bukit Uhud , gua Hira, atau tempat bersejarah lainnya. Tempat-tempat itu hanya sebagai historis bahwa pernah terjadi peristiwa penting dalam agama Islam

————————————–

3. MANHAJ ( METODE BERAGAMA)

Suatu barang yang asli hanya bisa didapat dari tempat dibuatnya barang tersebut. Agama pun juga seperti itu. Siapa yang ingin mengetahui aslinya agama Hindu, ada di India. Siapa yang ingin mengetahui aslinya agama Budha, ada di Thailand. Siapa yang ingin mengetahui aslinya agama Kristiani, ada di Roma ( Vatikan), dan siapa yang ingin mengetahui murninya agama Islam, ada di Mekkah dan Madinah

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

Islam datang di Mekkah dalam keadaan asing. Pada saat menjelang hari kiamat Islam pun akan kembali dalam keadaan asing di kota Mekkah dan Madinah

————————————–

4. SYARIAT

Orang-orang yang telah melaksanakan haji seharusnya menegakkan syariat Islam. Ketika waktunya shalat, maka segala aktivitas duniawi dihentikan. Seluruh wanita diwajibkan menggunakan hijab.

————————————-

PENUTUP

Oleh-oleh haji yang sebenarnya harus kita bawa adalah bukan berupa materi, melainkan ilmu dan syariat Islam yang murni. Apabila kita telah berhaji, maka akan ada ilmu yang bisa kita sampaikan kepada keluarga dan sanak saudara kita yang belum berhaji. Maka Islam akan kembali kepada kemurniannya dan haji yang telah dilaksanakan akan menjadi haji yang berkah

Allahu a’lam

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.