Menyambut Hari Kemudian

0
647

Ringkasan Kajian Imanuddin  Senin, 22 Rabiul Akhir 1437 H

Ustad Dr. Khalid Basalamah

MENYAMBUT HARI KEMUDIAN

‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Tidak seorangpun manusia di muka bumi ini yang mengetahui,kapan terjadinya hari kemudian (kiamat). Maka akan banyak sekali persiapan untuk kita sebagai seorang Muslim untuk menyambut hari kemudian yang tak pernah kita tahu kapan akan terjadi. Namun hari kiamat itu pasti terjadi, dan itu adalah janji Allah swt

Untuk itu, jadikanlah diri ini merasa asing hidup di dunia.
Seperti bunyi hadits berikut ini :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, sambil memegang pundak iparnya ini:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (HR. Al-Bukhari no. 6416)

Seperti halnya musafir, yang sedang berisitirahat di bawah pohon untuk sejenak dan melepaskan lelah serta penatnya. Kemudian ia bangkit lagi dan melanjutkan perjalanannya untuk sampai ke tujuannya

Adapun akhir dari perjalanan di dunia itu adalah Surga dan Neraka. Yang beriman akan mendapatkan nikmat di Surga, dan yang kafir akan mendapatkan azab di Neraka

Nikmat di Surga diumpamakan oleh Hasan Al Bashri seperti seorang Mukmin yang melihat burung yang terbang, kemudian terlintas di dalam hatinya untuk menikmati dagingnya,kemudian seketika daging itu sudah terhidangkan di depan mata seorang Mukmin tersebut dan ia bisa langsung menikmatinya tanpa proses yang panjang

Salah satu manfaat beriman pada hari kemudian adalah membawa kita selalu dalam perbuatan yang baik, sehingga hidup kita selalu tenang

TANDA TANDA HARI KIAMAT

Kiamat terbagi menjadi 2,yakni:
* kiamat kecil (kiamat Sugra)
* kiamat besar (kiamat Qubra)

Kiamat kecil pun dibagi menjadi 3 bagiannya :
* Yang Sudah Terjadi
Salah satu contohnya adalah :
* lahirnya Nabi Muhammad saw,diutusnya Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul, dan meninggalnya Rasulullah saw
* mewabahnya penyakit Tha’un (semacam kusta) pada zaman Umar bin Khattab ra

* Yang Sedang Terjadi
Sudah banyak segalah perkara yang diharamkan menjadi halal, hanya saja di rubah namanya

Hadits Shahih berbunyi :

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ، يَأْتِيهِمْ يَعْنِي -الْفَقِيرَ- لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا، فَيُبَيِّتُهُمُ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِيْـنَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina sutra, khamr (minuman keras) dan alat musik, dan sungguh akan menetap beberapa kaum di sisi gunung, di mana (para pengembala) akan datang kepada mereka dengan membawa gembalaannya, datang kepada mereka -yakni si fakir- untuk sebuah keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, menghancurkan gunung dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat.” [3]

Dari hadits tersebut terdapat penjelasan akan ‎ada masanya  minuman keras dan zina itu dihalalkan. Hanya saja sekarang namanya saja yang berubah, seperti Karaoke dan tempat maksiat lainnya

? Yang Belum Terjadi tapi sudah terlihat
* Suburnya tanah Jazirah Arab
* Turunnya salju di Jazirah Arab
* Keluarnya gunung emas dari sungai Eufrat
Banyak beberapa negara yang memperebutkannya dan banyak korban berjatuhan disana. Perumpamaan 100 orang yang berusaha mendapatkannya tapi hanya 1 orang yang berhasil

Malhamah Kubra
Adalah terjadinya peperangan kaum Muslim dengan Kaum Nasrani ( Perang Salib Besar)

Salah satu dari kaum ini(Muslim dan Nasrani) akan berperang bersama Bani Asfar, tapi tidak ada kejelasan kaum yang mana yang akan berperang bersama Bani Asfar

Maka akan terjadilah peperangan besar. Kemudian muncullah syaitan menjelma sebagai tentara kaum Muslimin meneriakan” sesungguhnya Dajjal sudah muncul di tengah tengah keluarga kalian. Pulanglah! ”

Maka kaum Muslimin segera pulang dan mereka paham, setelah peperangan itu akan muncull Al-Masih Ad-Dajjal
Dan ternyata semua itu hanyalah dusta.

Nabi saw mmemberikan pesan jika bertemu Dajjal,Jika kalian mendengar keluarnya Dajjal maka menghindarlah walaupun sampai ke gunung gunung

TANDA TANDA KIAMAT BESAR

Munculnya Dajjal

Dajjal berarti kekacauan. Seperti bunyi hadits shahih berikut ini :

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”[2]

Setelah kemunculan Dajjal dia akan tinggal selama 40 hari di muka bumi. Tinggalnya Dajjal di muka bumi itu satu hari pertama ibaratkan 1 tahun, satu hari berikutnya bagaikan 1 bulan, satu hari berikutnya bagaikan 1 pekan, dan sisa harinya seperti hari hari biasa

Dajjal akan keluar dari tanah Khurasan (sekarang Iran) tepatnya di kota Yahudiyah, tempat para kaum Yahudi menetap. Kemunculannya akan diikuti oleh 70 ribu pengikutnya dari kaum Yahudi

Dia akan mengelilingi seluruh muka bumi. Dan tanah yang ia lewati akan subur(bagi yang menerimanya) dan akan kering (bagi yang menolak) keberadannya.Dalam suatu riwayat dia akan berjalan bersama gunung gunung roti sebagai bekal dan persiapannya

Jika bertemu dengan Dajjal, maka bersabarlah. Dia akan mengaku sebagai Tuhan dan akan mengajak manusia untuk jadi pengikutnya.

Ciri ciri Dajjal digambarkan sebagai manusia biasa, kulitnya kehitam hitaman, rambutnya keriting, mata sebelahnya buta bagaikan buah anggur yang kering, dan di tangannya terdapat api dan air

Hadits shahih menyebutkan :
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ

“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)

Nabi saw berpesan juga, jika kalian bertemu dengan Dajjal maka pilihlah tangan kanannya (api), ucapkanlah bismillah dan melompatlah kedalamnya. Karna sesungguhnyalah api itu adalah air yang dingin. Inilah yang dimaksudkan fitnah Dajjal. Karna saat bertemu dengan Dajjal tidak ada lagi kesempatan untuk hidup, pasti dibunuh bagi yang menolaknya

Dajjal bisa melewati seluruh wilayah kecuali Mekkah dan Madinah. Ada pula yang menambahkan yaitu wilayah Aqsha. Sebabnya adalah karna tanah tersebut dijaga oleh Malaikat Jibril dimana ia memegang pedang di tangannya

Kemudian naiklah Dajjal menyeru kepada para pengikutnya,
“apakah kalian melihat istana putih itu? Itu adalah Istana Muhammad ”
Yang dimaksud istana putih itu adalah Masjid Nabawi

Kemudian, keluarlah seorang anak muda dari pintu gerbang Madinah yang memiliki iman yang baik bertemu dengan Dajjal. Dajjal berkata pada anak muda tersebut,
“hai anak muda, aku adalah Tuhanmu”
Anak muda itu berkata,
“aku yakin bahwa engkau adalah Dajjal”

Lantas Dajjal mengambil gergaji dan membelah tubuh anak muda itu menjadi dua, dan melewati di tengah tubuh anak muda tersebut. Lalu Dajjal menyatukan tubuh anak muda itu lagi, dan berkata “apakah kai sudah yakin kalau aku Tuhanmu? ”
“aku semakin yakin bahwa engkau adalah Dajjal”kata anak muda itu
Lalu Dajjal menghentakkan kakinya di tanah, sehingga terjadi gempa yang besar sampai membuat orang-orang yang berakhlak buruk yang berada di dalam kota Madinah keluar.
Dilanjutkannya perjalanan Dajjal menuju sebuah kota bernama Bab Lud(Israel),dan dia bersama para pengikutnya menetap disana
Munculnya Imam Mahdi
Ia adalah salah satu dari keturunan Nabi Muhammad saw. Dalam hadits menyebutkan :

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Dialah yang akan memimpin pasukan Muslimin di Mekkah untuk mengejar Dajjal

Turunnya Nabi Isa as

Sesampainya Imam Mahdi bersama pasukan Muslimin di menara putih, datanglah waktu shalat Ashar dan mereka akan menunaikan Shalat Ashar sejenak. Pada saat itulah, Nabi Isa as Allah turunkan bersama para malaikat, dimana Nabi Isa memegang sayap Malaikat dwngan rambutnya yang basah dan meneteskan air
Kemudian mereka shalat Ashar dan menunjuk Nabi Isa sebagai Imamnya. Nabi Isa as berkata, “pilihlah Imam dari kaummu sendiri”
Maka Imam Mahdi lah yang dimaksudkan

Dalil Qur’an yang menyatakan turunnya Nabi Isa as :

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf [43]: 57-61).

Datanglah pasukan Muslimin ke kota bab Lud dan sampai di pintu gerbangnya. Salah satu pengikut Dajjal menyampaikan pesan bahwa pasukan Muslimin telah datang. Dengan kesombongannya Dajjal menghampiri pintu gerbang kota Bab Lud. Dajjal tidak tahu akan keberadaan Nabi Isa as

Saat di buka pintu itu, terkejutlah Dajjal mengetahui keberadaan Nabi Isa dan seketika tubuhnya meleleh sambil berlari. Lalu Nabi Isa melempar tombak di antara kedua mata Dajjal hingga bercucuran darah sampai terbunuhnya Dajjal.

Ada dua hadits yang menerangkan tentang terbunuhnya Dajjal di tangan Nabi Isa

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ
“Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940)

Dalam riwayat Ahmad, dari ‘Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِى فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ إِنَّهُ يَخْرُجُ فِى يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِىَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ بِفِلَسْطِينَ بِبَابِ لُدٍّ – وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ مَرَّةً حَتَّى يَأْتِىَ فِلَسْطِينَ بَابَ لُدٍّ – فَيَنْزِلَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقْتُلَهُ ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً
“Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud.” Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di Palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa ‘alaihis salam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR. Ahmad, 6: 75. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya hasan)

Setelah Dajjal terbunuh, maka bertebaranlah para pengikutnya ke balik pohon dan di bawah batu. Dengan Kuasa Allah, pohon pun dapat berbicara dan memberitahukan kaum Muslimin bahwasanya ada kaum Yahudi bersembunyi di balik pohon itu,kecuali pohon Gharqad.pohon inilah yang akan melindungi kaum Yahudi dari serangan Kaum Muslimin. Lalu Nabi Isa as beserta para kaum Muslimin menghancurkan salib salib dan membunuh semua babi yang ada di bumi, sehingga mereka memimpin dunia. Dan mereka hidup tengan dengan kepempinan Nabi Isa as karna seluruh muka bumi adalah kaim Muslimin.

Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Mereka berasal dari 2 suku keturunan Anak Adam sejak zaman Zulkarnain
Firman Allah swt :
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Anbiyaa` [21] : 96)

Ciri ciri mereka tertulis dalam Hadits :
وَهُوَ عَاصِبٌ إِصْبَعَهُ مِنْ n خَطَبَ رَسُولُ ا

لَدْغَةِ عَقْرَبٍ فَقَالَ: إِنَّكُمْ تَقُولُونَ لَا عَدُوَّ وَإِنَّكُمْ

لَا تَزَالُونَ تُقَاتِلُونَ عَدُوًّا حَتَّى يَأْتِيَ يَأْجُوجُ

وَمَأْجُوجُ عِرَاضُ الْوُجُوهِ صِغَارُ الْعُيُونِ شُهْبُ

الشِّعَافِ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ

الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam berkhutbah dalam keadaan jarinya tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj wa Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.” (HR. Ahmad)

Dalam firman Allah swt Surat Al-Kahfi  yang artinya :
“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan

dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu).’ Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata:

‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar’.” (Al-Kahfi:92-98)

Jumlah dari mereka sangat banyak. Tak akan mereka menerima ajal sampai mereka memiliki 1000 anak. Umpama jika mereka meminum air sungai maka orang yang paking terakhir datang, air sungainya sudah habis saat ia ingin meminumnya

Ini menjadi sebuah kecelakaan Suku Arab, karna Malaikat Jibril menyampaikan pesan kepada Nabi Isa as,tak akan bisa kalian menghadapi Ya’juj dan Ma’juj. Bawalah kaum Muslimin ke gunung Thur

Fitnah yang mereka tebarkan, adalah saat mereka melempar anak panah ke langit. Dan atas izin Allah turunlah anak anak panah tersebut dalam keadaan bersimbah darah. Lalu mereka mengatakan, “kami telah membunuh apa yang ada di muka bumi, maka akan kami bunuh juga para penduduk langit”

Dengan keluarnya mereka, maka bumi mengalami kehancuran. Lalu Nabi Isa berdo’a kepada Allah agar musibah ini cepat selesai.
Maka atas izin Allah,, Allah swt menurunkan serangga kecil yang keluar dari batang leher mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sehingga mereka binasa. Terbunuhlah semua Ya’juj dam Ma’juj dan bumi menjadi kotor karena bangkai mereka bertebaran dimana mana. Kemudian Nabi Isa as berdo’a kembali kepada Allah agar seluruh bumi bersih kembali. Atas kehendak-Nya, Allah turunkan sejenis burung burung yang berleher panjang dan berparuh besar mencengkram bangkai bangkai tersebut. Satu ekor satu bangkai,, dan dibuangnya ke dalam lautan sehingga bumi bersih kembali

Hadits tentang terbunuhnya Ya’juj dan Ma’juj
Nabiyullah Isa kemudian menyeru kepada manusia (untuk sekali lagi berdo’a kepada Allah memohon pertolongan), lalu Allah mengirimkan burung seperti leher onta (untuk mengangkuti bangkai Ya’juj dan Ma’juj) dan membawa mereka, serta melemparkan mereka sesuai dengan kehendak Allah”. – HR.Muslim, 18/68-69, Bab Dzikr Ad-Dajjal.

Munculnya Dabbah (hewan melata)

Hewan ini berbulu dan dapat berbicara dengan manusia. Kemudian mereka keluar untuk mengecap siapa saja yang beriman dan siapa saja yanh kafir

Firman Allah swt tentang Dabbah :
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

Longsornya Jazirah Arab
Akan terjadi longsor di Jazirah Arab bagian Barat (Afrika) dan bagian Timur (Asia)

Muncullnya Dukhan ( asap atau kabut)
Dalam firman Allah swt Surat Ad-Dukhan yang berbunyi :

{بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ (9) فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (11) رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ (12) أَنَّى لَهُمُ الذِّكْرَى وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ (13) ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ (14) إِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيلا إِنَّكُمْ عَائِدُونَ (15) يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ (16) }
Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.” Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila.” Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit, sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.

Munculnya api di kota Adn

Terbitnya Matahari di tempat terbenamnya

Semoga bermanfaat bagi umat Muslim agar kita senantiasa selalu meyakini bahwa hari kiamat itu sudah pasti akan datang

Wassalam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.