Menyambut Hari Kemudian

0
756

Review Kajian Maa HaaDzaa
Senin, 15 Agustus 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Minhajul Muslim
Pasal 10
BERIMAN KEPADA HARI KEMUDIAN

====================

MENYAMBUT HARI KEMUDIAN

====================

Dunia yang kita lalui akan ada batas akhirnya. Seorang Mukmin yang baik sangat mengetahui tentang hari kemudian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

ما لي وللدنيا, إنما مثلي ومثل الدني كمثل راكب –أي نوم – في ظلّ شجرة, ثم راح وتركها

“Apakah urusanku dengan dunia ini, sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ibarat seorang pengembara yang sedang tidur di bawah naungan pohon pada hari yang panas, kemudian beristirahat lalu meninggalkannya.” (HR Turmudzi dan Ahmad dan haditsnya Shohih)

Orang-orang yang beriman akan merasa bahagia menghadapi kematian. Bukan menjadi hal yang terlalu ditakuti. Nabi Musa ‘alaihis salam berkata kepada Nabi Adam ‘alaihis salam :

” mengapa engkau bermaksiat kepada Allah, sehingga kami semua juga keluar dari Surga ”

Kiamat tidak akan terjadi tanpa tanda-tanda. Tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua, yaitu tanda kiamat kecil dan tanda kiamat besar

————————————–

TANDA-TANDA KIAMAT KECIL

Tanda-tanda ini terbagi menjadi tiga

1. Yang Sudah Terjadi

* Lahirnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan meninggalnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

* Penyakit Tha’un yang menyerang di masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu

* Terbebasnya Konstantinopel

————————————–

2. Yang Sedang Terjadi

* Dihalalkannya khamr, zina, dan musik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ، يَأْتِيهِمْ يَعْنِي -الْفَقِيرَ- لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا، فَيُبَيِّتُهُمُ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِيْـنَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina sutra, khamr (minuman keras) dan alat musik, dan sungguh akan menetap beberapa kaum di sisi gunung, di mana (para pengembala) akan datang kepada mereka dengan membawa gembalaannya, datang kepada mereka -yakni si fakir- untuk sebuah keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, menghancurkan gunung dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat.”

* Laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

* Tak akan terjadi kiamat sampai gunung-gunung di Arab Saudi dijebol. Sekarang ini pemerintah Arab Saudi sudah banyak menjebol gunung untuk dijadikan terowongan dan perluasan wilayah Mekkah

* Para pengembala kambing berlomba-lomba membangun bangunan tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ… حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ.

“Tidak akan datang hari Kiamat… hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

* Tak akan terjadi hari kiamat sampai Jazirah Arab subur

* Tak akan terjadi kiamat sampai budak melahirkan tuannya ( budak wanita yang menikah dengan majikannya yang merdeka, kemudian melahirkan anak yang merdeka)

————————————–

3. Yang Belum Terjadi

* Keluarnya gunung-gunung emas di sungai Eufrat yang berada di Turki. Semua orang memperebutkannya sehingga perumpamaan 100 orang yang memperebutkannya, hanya ada satu orang yang berhasil

* Malhamah Qubro, dianggap sebagai perang Salib besar ( peperangan kaum Muslimin dengan Rum atau Nasrani). Akan terjadi persekutuan dengan Bani Ashfar. Setelah selesai peperangan, kaum Muslimin berkumpul di Negri Syam dan tiba-tiba seorang Nasrani mengibarkan bendera dan mengatakan ” kami telah memenangi peperangan ” hingga saat itu kaum Muslimin berkata ” bukankah kita berperang bersama-sama? “. Hingga terjadi pembunuhan kaum Muslimin di hari kedua dan ketiga, dan di hari keempat seluruh kaum Muslimin bersatu di bawah 80 bendera menjebol tembok Vatikan. Di tengah kaum Muslimin syaithan menjelma menjadi salah seorang dari mereka dan berkata, ” Dajjal sudah keluar di keluarga kalian, pulanglah! ” Maka mereka bergegas pulang dan ternyata itu hanyalah dusta. Dan pada saat itulah Dajjal keluar

————————————–

DALIL-DALIL NAQLI

1. Adanya berita dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang hari kiamat

Surat Ar-Rahman ayat 26-27, Allah berfirman :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (٢٦) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (٢٧)

” Semua yang ada di bumi itu akan binasa.Tetapi zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.”

Surat Al-Anbiya ayat 34-35, Allah berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ (34) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (35)

” Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. ”

Surat At-Taghabun ayat 7, Allah berfirman :

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

” Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, “Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Surat Asy-Syura ayat 7, Allah berfirman :

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

” Demikianlah Kami wahyukan Al-Qur’an kepadamu dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekitarnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.”

Surat Al-Mutaffifin ayat 6, Allah berfirman :

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

” (yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam ”

Surat Al-Zalzalah ayat 1-8, Allah berfirman :

إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا (١) وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا (٢) وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا (٣) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (٤) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (٥)يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (٦) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ      (٨)

” Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya, “Mengapa bumi (jadi begini)?” Pada hari ini bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Surat Al-An’am ayat 158, Allah berfirman :

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

” Yang mereka nanti-nantikan tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya beberapa ayat Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, “Tunggulah oleh kalian, sesungguhnya kami pun menunggu (pula) ”

Surat An-Naml ayat 82 bercerita tentang Dabbah ( hewan melata),  Allah berfirman :

حَتَّى إِذَا جَاءُوا قَالَ أَكَذَّبْتُمْ بِآيَاتِي وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

” Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami ”

Surat Al-Anbiya ayat 96-97 bercerita tentang Ya’juj dan Ma’juj, Allah berfirman :

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ (96) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ (97)

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.”

—————————————

2. Berita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda hari kiamat

Dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari Radhiyallahu anhu :

اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَيَأَجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang Dajjal. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Buta satu matanya, pendusta. Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal: ك ف ر -yakni kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)

————————————–

TANDA-TANDA KIAMAT BESAR

1. Munculnya Dajjal

Dajjal berarti kekacauan. Seperti bunyi hadits shahih berikut ini :

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”

Setelah kemunculan Dajjal dia akan tinggal selama 40 hari di muka bumi. Tinggalnya Dajjal di muka bumi itu satu hari pertama ibaratkan 1 tahun, satu hari berikutnya bagaikan 1 bulan, satu hari berikutnya bagaikan 1 pekan, dan sisa harinya seperti hari hari biasa

Dajjal akan keluar dari tanah Khurasan (sekarang Iran) tepatnya di kota Yahudiyah, tempat para kaum Yahudi menetap. Kemunculannya akan diikuti oleh 70 ribu pengikutnya dari kaum Yahudi

Dia akan mengelilingi seluruh muka bumi. Dan tanah yang ia lewati akan subur(bagi yang menerimanya) dan akan kering (bagi yang menolak) keberadannya.Dalam suatu riwayat dia akan berjalan bersama gunung gunung yang penuh dengan makanan sebagai bekal dan persiapannya

Jika bertemu dengan Dajjal, maka bersabarlah. Dia akan mengaku sebagai Tuhan dan akan mengajak manusia untuk jadi pengikutnya.

Ciri ciri Dajjal digambarkan sebagai manusia biasa, kulitnya kehitam hitaman, rambutnya keriting, mata sebelahnya buta bagaikan buah anggur yang kering, dan di tangannya terdapat api dan air

Hadits shahih menyebutkan :
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ

“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan juga, jika kalian bertemu dengan Dajjal maka pilihlah tangan kanannya (api), ucapkanlah bismillah dan melompatlah kedalamnya. Karna sesungguhnyalah api itu adalah air yang dingin. Inilah yang dimaksudkan fitnah Dajjal. Karna saat bertemu dengan Dajjal tidak ada lagi kesempatan untuk hidup, pasti dibunuh bagi yang menolaknya

Dajjal bisa melewati seluruh wilayah kecuali Mekkah dan Madinah. Ada pula yang menambahkan yaitu wilayah Aqsha. Sebabnya adalah karena tanah tersebut dijaga oleh Malaikat Jibril dimana ia memegang pedang di tangannya

Kemudian naiklah Dajjal menyeru kepada para pengikutnya,

“apakah kalian melihat istana putih itu? Itu adalah Istana Muhammad ” Yang dimaksud istana putih itu adalah Masjid Nabawi

Kemudian, keluarlah seorang anak muda dari pintu gerbang Madinah yang memiliki iman yang baik bertemu dengan Dajjal. Dajjal berkata pada anak muda tersebut,

“hai anak muda, aku adalah Tuhanmu”

Anak muda itu berkata, “aku yakin bahwa engkau adalah Dajjal”

Lantas Dajjal mengambil gergaji dan membelah tubuh anak muda itu menjadi dua, dan melewati di tengah tubuh anak muda tersebut. Lalu Dajjal menyatukan tubuh anak muda itu lagi, dan berkata “apakah kau sudah yakin kalau aku Tuhanmu? ”

“aku semakin yakin bahwa engkau adalah Dajjal” kata anak muda itu. Kemudian anak muda itu kembali ke dalam Madinah

Lalu Dajjal menghentakkan kakinya di tanah, sehingga terjadi gempa yang besar sampai membuat orang-orang yang berakhlak buruk yang berada di dalam kota Madinah keluar dan menjadi pengikut Dajjal. Dilanjutkannya perjalanan Dajjal menuju sebuah kota bernama Bab Lud (Palestine) ,dan dia bersama para pengikutnya menetap disana

—————————————

2. Munculnya Imam Mahdi

Ia adalah salah satu dari keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau diikuti oleh 300 orang Islam yang akan membaiatnya. Dari Mekkah Imam Mahdi membentuk pasukan. Ketika mereka tiba di Damaskus, mereka segera melaksanakan Shalat Ashar di menara putih

—————————————

3. Turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam

Pada saat mereka hendak melaksanakan shalat Ashar, turunlah Nabi Isa ‘alaihis salam. Pada saat itulah, Nabi Isa ‘alaihis salam turun bersama para malaikat, dimana Nabi Isa memegang sayap Malaikat dengan rambutnya yang basah dan meneteskan air
Kemudian mereka shalat Ashar dan menunjuk Nabi Isa ‘alaihis salam sebagai Imamnya. Nabi Isa berkata, “pilihlah Imam dari kaummu sendiri”. Maka Imam Mahdi lah yang dimaksudkan

Setibanya mereka di Bab Lud, Dajjal dan para pengikutnya mengetahui kedatangan kaum Muslimin. Dengan sombongnya, Dajjal menyuruh pengikutnya membuka gerbang kota Bab Lud. Dajjal tidak mengetahui keberadaan Nabi Isa ‘alaihis salam. Setelah melihat Nabi Isa ‘alaihis salam,  Dajjal lari sambil badannya meleleh. Kemudian Nabi Isa ‘alaihis salam menombak di antara kedua mata Dajjal hingga Dajjal tewas. Para pengikutnya berhamburan dan berlindung di bawah pohon dan batu. Atas kuasa Allah subhanahu wa ta’ala, semua pohon dan batu itu berbicara, ” wahai kaum Muslimin, mereka bersembunyi di bawahku. Bunuhlah mereka “. Kecuali pohon Gharqad. Pohon itu adalah pohon Yahudi yang tidak berbicara. Dan akhirnya kaum Muslimin memenangkan pertempuran dan seluruh muka bumi masuk Islam dan Nabi Isa ‘alaihis salam memimpin selama 40 tahun

————————————–

4. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Mereka adalah dua suku dari Bani Adam di zaman Zulkarnaen. Mereka dibendung di balik tembok besi.  Mereka berusaha melubangi tembok besi tersebut agar bisa menembusnya. Mereka akan mati jika melahirkan 1000 anak. Jika mereka berkumpul meminum air sungai, maka yang terakhir kali datang akan kehabisan air sungai itu

Ini menjadi sebuah kecelakaan Suku Arab, karena Malaikat Jibril menyampaikan pesan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam,” tak akan bisa kalian menghadapi Ya’juj dan Ma’juj. Bawalah kaum Muslimin ke gunung Thur ”

Fitnah yang mereka tebarkan, adalah saat mereka melempar anak panah ke langit. Dan atas izin Allah turunlah anak anak panah tersebut dalam keadaan bersimbah darah. Lalu mereka mengatakan, “kami telah membunuh apa yang ada di muka bumi, maka akan kami bunuh juga para penduduk langit”

Dengan keluarnya mereka, maka bumi mengalami kehancuran. Lalu Nabi Isa berdo’a kepada Allah agar musibah ini cepat selesai.
Maka atas izin Allah,, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan serangga kecil yang keluar dari batang leher mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sehingga mereka binasa. Terbunuhlah semua Ya’juj dan Ma’juj dan bumi menjadi kotor karena bangkai mereka bertebaran dimana mana. Kemudian Nabi Isa berdo’a kembali kepada Allah agar seluruh bumi bersih kembali. Atas kehendak-Nya, Allah turunkan sejenis burung burung yang berleher panjang dan berparuh besar mencengkram bangkai-bangkai tersebut. Satu ekor satu bangkai,, dan dibuangnya ke dalam lautan sehingga bumi bersih kembali

————————————–

5. Longsornya Daerah Jazirah Arab

————————————–

6. Longsornya Daerah Bagian Timur Jazirah Arab

————————————–

7. Longsornya Daerah Bagian Barat Jazirah Arab

————————————–

8. Munculnya Api di Kota Adn

Kota Adn ini berada di Yaman. Diketahui bahwa tanah di salah satu wilayah kota Adn ini sangat panas. Pernah suatu ketika seseorang menggali tanahnya dan terlihat api di bawahnya

————————————–

9. Datangnya Asap atau Kabut

Kabut ini akan datang menutupi seluruh permukaan bumi sehingga matahari tertutup setiap harinya. Keadaan menjadi gelap gulita dan orang-orang sulit untuk melihat. Di saat ini manusia mulai berlalai-lalai kembali hingga syaithan muncul dan berkata kepada seluruh manusia untuk kembali menyembah berhala

————————————–

10. Munculnya Dabbah ( hewan melata)

Mereka adalah hewan yang dipenuhi dengan bulu dan akan mengecap manusia yang beriman dan yang telah kafir atau tidak beriman

Riwayat lain menambahkan tanda hari kiamat adalah runtuhnya Ka’bah. Saat orang-orang kembali lalai dan Mekkah menjadi sepi, datanglah seseorang berbadan kecil yang akan mengambil batu-batu Ka’bah dan meruntuhkannya

————————————–

11. Terbitnya Matahari dari Barat

Ini adalah tanda-tanda terakhir dimana pintu taubat telah ditutup dan sudah tidak diterima lagi. Manusia yang beriman akan dimatikan oleh asap dan yang tersisa yang akan merasakan kiamat adalah orang-orang yang lalai dan berdosa

—————————————

PENUTUP

Hari kiamat sudah menjadi janji pasti yang akan terjadi dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kita sudah hidup di akhir zaman, dimana tanda-tanda kiamat sudah semakin terlihat. Maka persiapkanlah diri ini untuk menghadapi hari dimana taubat sudah diterima lagi. Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang merasakan hari kehancuran dan kita semua tergolong orang-orang beriman

Allahu a’lam bishowab

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.