Menuju Gerbang Ramadhan

0
559

Review Kajian Sunnah DKM Masjid Az-Zahra
Sabtu, 4 Juni 2016
Masjid Az-Zahra, Graha Bunga
Ust. Subhan Bawazier

====================

MENUJU GERBANG RAMADHAN

====================

Di hadapan kita, terdapat sebuah bulan yang memiliki berjuta keberkahan. Orang-orang yang berilmu berusaha untuk membuat kata-kata indah untuk bulan ini. Seperti ” Ramadhan Mubarok ” ( Ramadhan penuh keberkahan)

Para ulama tahu, sesungguhnya yang paling membutuhkan Ramadhan ini adalah mayit. Kenapa dikatakan seperti itu? Karena mayit ingin sekali dihidupkan kembali untuk merasakan nikmatnya bulan Ramadhan walau hanya satu menit

Sebab bulan ini adalah bulan penuh keberkahan. Allah turunkan ayat yang masyhur yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 183. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Ayat ini banyak mengandung pelajaran untuk kita, bahwasanya kita diwajibkan menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

” Hai orang-orang yang beriman…”
Makna dari firman ini adalah puasa untuk orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Maka ibadah puasa ini harus disertakan dengan keimanan seseorang yang menjalankannya

“…diwajibkan atas kamu berpuasa…”
Maknanya adalah kita diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan.

“…sebagaimana diwajibkan orang-orang sebelum kalian…”
Maknanya karena pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat pernah mengerjakan ibadah puasa juga

“…agar kamu bertakwa. ”
Bahwasanya puasa dikerjakan untuk mencapai ketakwaan, bukan lebaran. Ketakwaan disini berarti setelah selesai bulan Ramadhan ,kita menjadi lebih baik dari sebelumnya

Puasa adalah ibadah langsung dan khusus untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah pernah bersabda :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.”

Bulan Ramadhan adalah bulan bermuhasabah. Menurut Ibnu Rajab Al Hanbali ada beberapa teknik dalam bermuhasabah

———————————————-

BANYAK INTROSPEKSI

Karena mungkin banyak kewajiban yang dilalaikan
Contoh : shalat di ujung waktu, tidak mempersiapkan pakaian untuk shalat, tidak mempersiapkan bacaan shalat

Di bulan Ramadhan, Allah subhanahu wa ta’ala ajarkan hidup ekonomis, yaitu mengatur jadwal makan kita agar tidak berlebihan

Bedanya puasa umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ahli kitab adalah dari makan sahur. Sahur termasuk sunnah mu’akad ( sangat dianjurkan). Di dalam sahur ada keberkahan. Maka segerakanlah makan sahur. Sesungguhnya makan sahur yang paling baik adalah yang waktunya di akhir waktu. dari hadits Anas bin Malik, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata :

“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kami berdiri untuk mengerjakan shalat.” Anas berkata, “Aku berkata kepada Zaid, ‘Berapa rentang waktu antara adzan dan sahur?’ Zaid menjawab, ‘Kira-kira 50 ayat’” (Muttafaqun ‘alaih)

Kebanyakan orang-orang zaman sekarang, kita yang ingin dimengerti Allah, bukan kita yang mengerti Allah. Padahal pada hakikatnya, Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat tarawih ba’da Isya. Setelah itu beliau tidur dan bangun malam untuk membaca Al-Qur’an

Shalat Subuh juga memiliki keberkahan. Sesungguhnya shalat Subuh itu adalah shalat yang disaksikan. Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Ulama membuat klasifikasi antara Ramadhan dengan bulan lain

———————————————-

BULAN RAMADHAN BULAN DITURUNKANNYA AL-QUR’AN

Para ulama tidak pernah ada yang tahu di tanggal berapa dalam kalender Hijiriyah Al-Qur’an diturunkan

Terkadang banyak juga di antara kaum muslimin di Indonesia yang merayakan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kelahiran beliau. Semua ini adalah perbuatan Syiah Fatimiyah. Janganlah kita taqlid kepada mereka

———————————————

BERBUKA PUASA

Berbuka puasa tidak terpatok oleh adzan Maghrib. Pembenarannya adalah berbuka puasa ditentukan saat matahari sudah terbenam

Dan banyak yang sering kali dilupakan, saat menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a. Kebanyakan orang-orang mentradisikan ngabuburit menjelang berbuka puasa, bukan memperbanyak berdo’a dan berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dengan lafaz dari at-Tirmidzi)

Sunnah dalam berbuka puasa adalah mengucap Bismillah, makan 3 butir kurma dan minum segelas air putih. Jika tidak ada kurma maka minumlah air putih saja dan membaca do’a :

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

” Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah urat kerongkong, serta telah tetap pahala, insyaallah” (HR. Abu Daud No. 2357, al-Daruquthni, No. 2242)

Do’a ini derajatnya hasan dan lebih kuat dari do’a yang biasa kita ucapkan yakni :

“اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ”

Tidak apa-apa kita mengamalkan do’a tersebut karena kita dianjurkan banyak berdo’a ketika menjelang berbuka puasa

———————————————–

ITIKAF

Itikaf berarti berdiam diri di dalam masjid di 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk mencapai Lailatul Qadar.

Dodi Darussalam – Maa Haadzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.