Manusia Pilihan dan Paling Sempurna

0
715

Review Kajian Sunnah Maa Haadzaa
Senin, 23 Mei 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA
PEMBAHASAN KITAB MINHAJUL MUSLIM

======================

Manusia Pilihan dan Paling Sempurna

———————————————-

Rasul adalah istilah orang-orang yang membawa syariat baru. Sedangkan Nabi berasal dari kata “Naba” yang berarti kabar. Dan Nabi hanya membawa kabar dan meneruskan syariat yg di bawa oleh Rasul

Nabi berjumlah 120.000 orang dan dari kalangan mereka ada 313 orang Rasul. Seluruh Nabi dan Rasul berasal dari kalangan manusia. Semuanya kuat, gagah, sempurna secara fisik, tidak pernah bohong sekalipun.
Rasulullah pernah naik ke bukit Kubais dan mengumpulkan orang Quraisy dan menyatakan bahwa  beliau adalah Rasul dan orang Quraisy menyatakan  tidak pernah berdusta sekalipun.

Nabi adalah orang kaya. Salah satunya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melamar Khadijah radhiyallahu ‘anha dengan mahar 20 ekor unta. setara dgn 2 Milyar Rupiah (Indonesia)
Allah subhanahu wa ta’ala mengutus mereka untuk mengingatkan manusia kepada-Nya. Dan yg diutus adalah dari kalangan munusia untuk mudah di contoh baik dari sifat dan akhlaknya,  agar dimensi waktunya bersama. Jika diutus terhadap mereka adalah jin atau malaikat maka akan sulit mencontohnya karna dimensi waktunya berbeda.

Allah mengutus Para Rasul untuk menyampaikan kewajiban mereka kepada Allah. Dan menguatkannya dgn Mukjizat. Agar manusia tidak ada hujjah dihadapan Allah. Dan mukjizat Rasul sesuai dgn keadaan suatu kaum yg diutus atas mereka seperti Sihir di zaman nabi Musa ‘alaihis sallam,  Isa ‘alaihis salam dilahirkan tanpa sperma dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Al-Qur’an (sastra tertinggi di kaumnya) .

Seorang Muslim pun juga meyakini bahwa Rasul adalah Nabi manusia biasa yg makan dan minum,  sehat dan sakit,  lupa dan ingat. namun disisi lain juga meyakini bahwa Rasul adalah manusia paling mulia dan sempurna juga lebih utama dari manusia yg lain.

Berikut adalah dalil-dalil naqli dan aqli yang menjelaskan dan menerangkan tentang para Rasul

————————————————–

DALIL NAQLI

1. Berita dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang penetapan mereka menjadi Rasul dan Risalah2nya

Surat An-Nahl ayat 36. Allah berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (٣٦)

” Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut,” Kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)”

Surat Al-Hajj ayat 75. Allah berfirman :

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلائِكَةِ رُسُلا وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (٧٥)

” Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat ”

Surat An-Nisa ayat 163-165. Allah berfirman :

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا (١٦٣)وَرُسُلا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (١٦٤) رُسُلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (١٦٥)

” Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan kitab Zabur kepada Dawud. Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah telah berfirman secara langsung. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana ”

Surat Al-Hadid ayat 25. Allah berfirman :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Surat Al-Anbiya ayat 83. Allah berfirman :

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83)

” Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Surat Al-Furqan ayat 20. Allah berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

” Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kalian bersabar? Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat ”

Surat Al-Isra ayat 101. Allah berfirman :

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لأَظُنُّكَ يَا مُوسَى مَسْحُورًا

” Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sem­bilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Fir’aun berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Mu­sa, seorang yang kena sihir.”

Surat Al-Ahzab ayat 7-8. Allah berfirman :

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا (7) لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا (8)

” Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.”

====================

2. Berita dari Rasulullah tentang dirinya dan saudara-saudaranya para Rasul dan para Nabi

Hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda:
” Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis “kaaf”, “faa”, “raa”. (Shahih Muslim No.5219)

———————————————–

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُخَيِّرُوا بَيْنَ الْأَنْبِيَاءِ

Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma’il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Amru] -maksudnya Amru bin Yahya- dari [Bapaknya] dari [Abu Sa’id Al Khudri] ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian membeda-bedakan antara para Nabi.” (Hadits Imam Abu Daud Nomor 4048)

———————————————–

“Telah bercerita kepada kami Abu Mughirah telah bercerita kepada kami Mu’an bin Rifa’ah telah bercerita kepadaku ‘Ali bin Yazid dari Al Qasim Abu ‘Abdur Rahman dari Abu Umamah berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam duduk di masjid, mereka mengira wahyu turun pada beliau lalu mereka mengerumuni beliau hingga Abu Dzarr datang dan masuk kemudian duduk didekat Rasulullah ShallallahuAalaihiWasallam. Nabi Shallallahu’alaihiWasallam menghampiri mereka dan bersabda; “Hai Abu Dzarr! Apa kau sudah shalat hari ini?” Ia menjawab; Belum. Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Berdiri lalu shalatlah.” Seusai shalat empat rakaat dhuha, Abu Dzarr mengampiri beliau. Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Hai Abu Dzarr! Berlindunglah dari setan-setan jin dan manusia.” Ia berkata; Hai nabi Allah, apa ada setan manusia? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Ya, setan-setan manusia dan jin saling membisikkan kata-kata yang dihiasi satu sama lain. Ucapkan; Laa haula wa laa quwwata illa billaah.” Ia berkata; Saya pun mengucapkan; Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam diam padaku lalu aku memperlambat ucapan beliau lalu aku berkata; Wahai Nabi Allah! Dulu kami adalah orang-orang jahiliyah dan para penyembah berhala, lalu Allah mengutus Tuan sebagai rahmat untuk seluruh alam. Menurut Tuan, apakah shalat itu? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Kebaikan yang ada ditempatnya, siapa yang mau mempersedikit dipersilahkan dan yang mau memperbanyak dipersilahkan.” Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Menurut Tuan, apakah sedekah itu? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Ia adalah amal yang terus dilipatgandakan dan disisi Allah terus bertambah.” Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Sedekah apa yang paling utama? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Sedekah sembunyi-sembunyi untuk fakir dan jerih payah dari yang rejeki yang terbatas.” Ia berkata; Wahai Nabi Allah! Wahyu apa yang paling agung yang turun pada Tuan? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, ayat kursi.” Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Budak mana yang paling utama untuk dimerdekakan? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya.” Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Siapakah nabi pertama? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Adam Alaihissalam.” Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Apakah Adam seorang nabi? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Ya, nabi yang diajak bicara, diciptakan Allah dengan tanganNya kemudian ditiupkan ruhNya lalu berfirman padanya; Hai Adam! Majulah.” Ia berkata; Wahai Nabi Allah! Berapa jumlah para nabi?Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Seratus duapuluh empat ribu, rasul berjumlah tigaratus limabelas, sangat banyak.” (HR. Ahmad No. 21.257)

———————————————–

Shahabat yang mulia bernama Jabir bin Abdillah menuturkan:
“Umar ibnul Khaththab datang kepada Nabi dengan membawa sebuah kitab yang diperolehnya dari sebagian ahlul kitab. Nabi pun membacanya lalu beliau marah seraya bersabda: “Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa agama yang putih bersih. Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepada mereka (ahlul kitab), sehingga mereka mengabarkan al-haq (kebenaran) kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa u masih hidup niscaya tidaklah melapangkannya kecuali dengan mengikuti aku.”

Hadits ini diriwayatkan Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/387 dan Ad-Darimi dalam muqaddimah kitab Sunan-nya no. 436.

————————————————

Dalam satu Hadits riwayat Bukhari dan Muslim Rasul bersabda :

لا ينبغي لعبد أن يقول أنا خير من يونس بن متى

“Tidak boleh bagi hamba bahwa ia berkata saya lebih baik dari nabi Yunus bin Matta”.

———————————————–

Dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yg menjelaskan tentang perjalan beliau isra’ mi’raj bahwa beliau saw menjadi imam seluruh nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
” Aku adalah pemimpin anak Adam tanpa ada kesombongan, di tanganku bendera pujian tanpa ada kesombongan, Adam dan manusia di bawahnya berada di bawah benderaku tanpa ada kesombongan.”

———————————————-

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :

إِنَّ دَاوُدَ النَّبِيَّ كَانَ لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1967].

===================

3. Berimannya Milliyarn manusia dari kaum muslimin dan ahli kitab,  baik yahudi maupun Nasrani kepada Rosul Allah dan mereka yakin tentang kesempurnaannya.

———————————————–

DALIL AQLI

1.Rububiyyah Allah memastikan pengangkatan para Rasul dari-Nya untuk segenap manusia untuk membimbing mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala

2. Allah menciptakan manusia supaya beribadah kepada-Nya

Surat Adz-Dzariyat ayat 56. Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (56)

” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Maka hal ini menuntut adanya manusia sebagai Rasul agar mengajarkan kepada manusia beribadah kepada Allah.

3. Adanya pahala dan hukuman adalah konsekuensi dari ketaatan dan kemaksiatan . Hal ini merupakan perkara yg menuntut adanya pengangkatan para Rasul agar manusia tidak ada yang mengatakan, “Sesungguhnya kami tidak mengetahui cara beribadah kepada-Mu”

4. Rasul di utus pemberi berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-Rasul itu.

Surah An-Nisa ayat 165. Allah berfirman :

رُسُلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

” Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. ”

Wallahu A’lam.

Abu Nurin & Dodi Darusalam – Maa Haadzaa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.