Kisah Sahabat Khabab Ibn Al-Araat Radhiyallahu Anhu “Sang Penyabar”

0
920

Tabligh Akbar Sahabat Sunnah
Sabtu, 13 Agustus 2016
Masjid Nurul Iman, Blok M Square
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

KISAH SAHABAT

====================

KHABBAB IBN AL-ARAAT RADHIYALLAHU ‘ANHU
Sang Penyabar

====================

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah menyatakan :

” semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Khabbab.  Beliau masuk Islam karena murni mengharap pahala dari Allah, berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, dan mati sebagai seorang mujahid ”

Khabbab ibn Al-Araat radhiyallahu ‘anhu berasal dari suku Tamim, suku yang sama dengan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu. Ketika kecil, Khabbab radhiyallahu ‘anhu pernah diserang oleh suku lain sehingga ditawan oleh suku itu. Kemudian dijual di pasar budak

Ummu Anmar, seorang wanita yang berasal dari suku Khuzaiyyah. Dia membeli Khabbab radhiyallahu ‘anhu di pasar budak karena melihat Khabbab sebagai budak yang berbeda dari yang lain. Tubuhnya kekar dan beliau termasuk orang yang cerdas. Karena perawakan suku Tamim memang baik, seperti kulitnya putih dan postur tubuhnya kekar. Melihat kecerdasan dari Khabbab, Ummu Anmar melatih dan membiayai dia menjadi seorang pembuat patung dan pedang. Khabbab radhiyallahu ‘anhu termasuk pendapatan yang besar di Arab

Khabbab radhiyallahu ‘anhu jarang sekali menyembah berhala karena beliau termasuk orang yang selalu mencari kebenaran. Ketika Khabbab radhiyallahu ‘anhu mendengar munculnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau hendak mencari tahu dan mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah orang ke-6 yang masuk Islam

Majikannya, Ummu Anmar dan kerabatnya, Siba’ bin Abdul Uzza dan Al-Ash bin Wail mengetahui bahwa Khabbab masuk Islam. Ketika Al-Ash mendatangi Khabbab radhiyallahu ‘anhu untuk membeli pedang, dia tidak mau membayarnya kepada Khabbab. Dia berkata bahwa dia tidak akan membayar sampai Khabbab kufur terhadap agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Khabbab berkata, ” kalau begitu kau tak usah bayar. Kau bayar saat di akhirat “. Al-Ash menjawab, ” kalau begitu saya akan membayar ketika dibangkitkan ”

Berkenaan dengan kejadian itu, Allah subhanahu wa ta’ala turunkan firman-Nya pada Surat Maryam ayat 77-80. Allah berfirman :

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لأوتَيَنَّ مَالا وَوَلَدًا (77) أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا (78) كَلا سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا (79) وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا (80)

“Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak.” Adakah ia melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah? Sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya, dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri ”

Ummu Anmar bersama kerabatnya Siba’ mengajak Suku Khuzaiyyah untuk menyiksa Khabbab. Khabbab radhiyallahu ‘anhu dikerumuni semua orang dan mereka menjambak rambutnya dari semua sisi sambil memelintir lehernya dan meletakkan tubuh Khabbab di atas arang yang panas serta meletakkan batu besar di atas dadanya. Siksaan itu setiap hari dilakukan oleh mereka

Khabbab radhiyallahu ‘anhu juga pernah di bawa ke tengah padang pasir yang sangat panas dan mengganti bajunya dengan baju besi dan menempelkan besi panas di tubuhnya. Mereka menyiksa Khabbab karena menginginkan Khabbab kufur dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi Khabbab tidak pernah mau meninggalkan agama Islam

Kemudian mereka menyiksa Khabbab lagi dengan mengambil besi-besi yang panas dan mengikatkannya di kedua tangan dan kaki Khabbab dan kembali menyiksanya hingga tubuhnya penuh dengan luka bakar

Kemudian Khabbab radhiyallahu ‘anhu bersama kawan-kawannya mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada di Mekkah

Mereka berkata,”Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan pertolongan bagi kami?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun duduk, mukanya jadi merah, lalu bersabda :

“Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas. Lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapat memalingkannya dari agamanya. Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya. Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shana’a ke Hadlramaut, tiada takut kecuali pada Allah Azza wa Jalla.”

Mendengar kata-kata itu, bertambah keimanan Khabbab hingga beliau memutuskan untuk bersabar dalam setiap siksaan yang di terima

Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut ayat 2-3, firman-Nya :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)

” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta ”

Dari firman Allah tersebut, orang-orang beriman pasti akan diuji dan kunci keberhasilan lolos dari ujian tersebut adalah sabar

Dan Allah juga berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 214 :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

” Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat ”

Tiba masa hijrah, Khabbab radhiyallahu ‘anhu ikut hijrah ke Madinah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Khabbab radhiyallahu ‘anhu meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Ummu Anmar ditimpakan penyakit. Ummu Anmar merasakan sakit kepala yang menyiksa dan seluruh badannya juga ikut sakit. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya kecuali ditempelkan besi panas di atas kepalanya. Semua itu dilakukan setiap hari hingga Ummu Anmar meninggal dunia

Khabbab juga turut ikut serta dalam perang Badr dan Perang Uhud. Dan saudara dari Ummu Anmar yaitu Siba’ bin Abdul Uzza tewas terbunuh oleh Hamzah radhiyallahu ‘anhu ( paman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ) di perang Badr. Khabbab bersyukur atas kematiannya

Sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,Khabbab radhiyallahu ‘anhu sakit keras.  Ketika para sahabatnya datang menjenguk ketika ia sakit, mereka berkata, “Senangkanlah hati anda wahai Abu Abdillah, jika engkau besok wafat, Anda akan dapat menjumpai sahabat-sahabat Anda.”

Khabbab berkata sambil menangis, “Sungguh, aku tidak merasa kesal atau kecewa, tetapi kalian telah mengingatkanku kepada para sahabat dan sanak saudara yang telah pergi mendahului kita dengan membawa semua amal bakti mereka, sebelum mereka mendapatkan ganjaran di dunia sedikit pun juga. Sedang kita masih tetap hidup dan beroleh kekayaan dunia, hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali tanah.”

Kemudian Khabbab menunjuk rumah sederhana yang telah dibangunnya itu, lalu ditunjuknya pula tempat untuk menaruh harta kekayaannya. “Demi Allah, tak pernah saya menutupnya walau dengan sehelai benang, dan tak pernah saya menghalangi siapa pun yang meminta,” ujarnya. Kemudian Khabbab radhiyallahu ‘anhu wafat sebagai manusia yang paling sabar menghadapi ujian

————————————–

KELEBIHAN KHABBAB IBN AL-ARAAT RADHIYALLAHU ‘ANHU

1. Beliau adalah orang ke-6 yang masuk Islam

2. Orang yang paling sabar ketika disiksa

3. Do’anya mustajab

4. Umur yang panjang dan hidup sampai kekuasaan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu

5. Terkenal dengan sifat Zuhud

————————————–

IBRAH DARI KHABBAB IBN AL-ARAAT RADHIYALLAHU ‘ANHU

1. Fadhilah seseorang yang sabar dan kokoh dalam agama

2. Fadhilah orang yang sabar ketika diganggu oleh orang lain

————————————-

SABAR

Sabar adalah menerima takdir Allah subhanahu wa ta’ala yang sedang terjadi padanya, sadar atau tidak sadar dan berikhtiar untuk mencari jalan keluar

Sabar terbagi menjadi dua, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan sabar dalam meninggalkan kemaksiatan

Sabar dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala contohnya seperti sabar dalam keadaan sedang sakit

————————————–

Firman-firman Allah subhanahu wa ta’ala berkenaan dengan sifat sabar

Surat Al-Imran ayat 200, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصابِرُوا وَرابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (200)

” Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung ”

Surat Al-Baqarah ayat 153, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

” Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ”

Surat Ghafir ayat 55 dan ayat 77, Allah berfirman :

فَاصبِر إِنَّ وَعدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاستَغفِر لِذَنبِكَ وَسَبِّح بِحَمدِ رَبِّكَ بِالعَشِيِّ وَالإِبكارِ (55)

” (Setelah engkau mengetahui perihal Nabi Musa dan umatnya) maka bersabarlah (wahai Muhammad, dalam perjuangan menegakkan Islam); sesungguhnya janji Allah (untuk menjayakanmu) adalah benar dan mohonlah ampun bagi salah silapmu, serta bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu pagi dan petang ”

فَاصبِر إِنَّ وَعدَ اللَّهِ حَقٌّ ۚ فَإِمّا نُرِيَنَّكَ بَعضَ الَّذي نَعِدُهُم أَو نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَينا يُرجَعونَ (77)

” Maka bersabarlah (wahai Muhammad), sesungguhnya janji Allah (menyiksa musuh-musuhmu itu) adalah benar; karena itu kiranya Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari azab yang Kami janjikan kepada mereka, ataupun Kami wafatkanmu sebelum itu, (maka tetaplah mereka akan menerima balasan azab) karena kepada Kamilah mereka akan dikembalikan ”

Surat Ar-Rum ayat 60, Allah berfirman :

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لا يُوقِنُونَ
” Maka bersabarlah engkau (Muhammad). Sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau ”

Surat Al-Insan ayat 24, Allah berfirman :

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا

” Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka ”

————————————–

Orang-orang yang sabar diberi kedudukan

Surat As-Sajdah ayat 24, Allah berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

” Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami ”

————————————

Allah subhanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang sabar

Surat Ibrahim ayat 5, Allah berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur ”

————————————-

Allah subhanahu wa ta’ala memuji laki-laki dan perempuan yang bersabar

Surat Al-Ahzab ayat 35, Allah berfirman :

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka ”

—————————————

Nabi yang diangkat derajatnya saat melewati cobaan

Surat Al-Anbiya ayat 85, Allah berfirman :

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ

” Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar ”

————————————-

Kisah tentang Nabi Ayub ‘alaihis salam

Surat Shad ayat 44, Allah berfirman :

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

” Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah) ”

—————————————-

Orang-orang yang bersabar akan mendapatkan pahala

Surat Az-Zumar ayat 10, Allah berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

” Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguh­nya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas ”

Surat Hud ayat 115, Allah berfirman :

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

” Dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan ”

————————————–

Perintah Allah untuk berdo’a agar bisa bersabar

Surat Al-Baqarah ayat 250, Allah berfirman :

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

” Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, mereka pun berdoa, “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir ”

Surat Al -A’raf ayat 26, Allah berfirman :

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِين

” Dan kamu tidak membalas dendam dengan menyiksa kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).”

—————————————

Sabar terhadap gangguan

Surat Ibrahim ayat 12, Allah berfirman :

وَمَا لَنَا أَلا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

” Dan mengapa kami tidak bertawakkal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh, akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakkal berserah diri.”

————————————–

Orang-orang yang dijanjikan Surga

Surat Ar-Ra’d ayat 22-24, Allah berfirman :

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ (22) جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)

” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu ”

Surat Al-Furqan ayat 75, Allah berfirman :

أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا

” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya ”

Surat Al-Mukminun ayat 111, Allah berfirman :

إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ

” Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”

Surat Fushilat ayat 35, Allah berfirman :

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

” Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar ”

Surat Al-Insan ayat 12, Allah berfirman :

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

” Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra ”

————————————–

PENUTUP

Dari kisah sahabat Khabbab ibn Al-Araat radhiyallahu ‘anhu, kita bisa mengambil pelajaran tentang betapa pentingnya sifat sabar. Nabi-Nabi terdahulu juga diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan cobaan yang berbeda-beda. Begitu pula para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di zaman Jahiliyah. Mereka bersabar dalam menerima cercaan, siksaan, atau hinaan daro orang-orang kafir. Tetapi kesabaran mereka mengalahkan segalanya demi untuk Allah subhanahu wa ta’ala

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.