Kiat-kiat Istiqomah Setelah Ramadhan

0
781

Review Kajian Sunnah Musholla Nurul Iman
Sabtu, 16 Juli 2016
Musholla Nurul Iman, Cluster Valencia
Graha Raya Bintaro
Ust. Subhan Bawazier

=====================

Kiat-kiat Istiqomah Setelah Ramadhan

=====================

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, banyak yang mengartikan setelah bulan Ramadhan berlalu, manusia akan segera diampuni dosanya dan masuk Surga. Padahal arti sebenarnya tidak seperti itu

Yang dikehendaki akan diampuni dosanya adalah yang tetap istiqomah menjalankan amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan selepas bulan Ramadhan telah pergi. Sebelas bulan selanjutnya adalah bentuk ujian seberapa kuat kita mempertahankan keistiqomahan kita dalam beribadah

Ditambah dengan ibadah puasa Sunnah bulan Syawal yang menyempurnakan ibadah puasa wajib bulan Ramadhan. Seperti bunyi hadits berikut :

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه

Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

Banyak juga manusia yang perbuatannya seperti ahli Surga tapi tergolong penghuni Neraka. Sebabnya adalah segala amalan yang ia perbuat disertai dengan kesombongan. Menimba ilmu agar dikatakan alim, bersedekah agar dikatakan dermawan, dan berjihad agar dikatakan sebagai pahlawan. Semua hal itu membuatnya masuk Neraka. Orang-orang seperti ini belum dikatakan Istiqomah dalam beribadah selepas Ramadhan

Ciri-ciri atau karakter penghuni Surga adalah:

—————————————-

1. Cepat Akrab

Orang-orang yang setelah menimba ilmu, harusnya menjadi orang yang mudah akrab dengan pergaulannya. Tidak menjadi orang yang kaku. Setelah menjalankan Sunnah bukan berarti orang itu menjadi tertutup pergaulannya. Justru semakin mudah ia bergaul dan mengajak dalam kebaikan

—————————————

2. Menghidupkan Suasana ( Lembut)

Pelaku Surga tidak menimbulkan perpecahan, lembut dan mudah menghidupkan suasana.

Al-Qur’an berlaku secara global. Segala sesuatu yang diwajibkan dalam Al-Qur’an akan lebih cepat dimengerti apabila dihidupkan dengan Sunnah

Contohnya adalah Shalat. Allah memerintahkan kewajiban shalat di dalam Al-Qur’an. Tapi Sunnah yang telah memberi tahu kita bagaimana gerakan dalam shalat dan apa saja yang kita baca saat shalat. Allah mewajibkan kita berpuasa di bulan Ramadhan. Tapi dengan Sunnah kita mengetahui adanya puasa Sunnah bulan Syawal sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadhan kita

Lepas dari bulan Ramadhan, kita berniat Istiqomah. Istiqomah dalam hal apa?
Selepas Ramadhan kita Istiqomah dalam berpuasa. Orang yang Istiqomah, setelah bulan Ramadhan ia akan mengerjakan puasa-puasa Sunnah di luar bulan Ramadhan

Selepas Ramadhan kita Istiqomah dalam sedekah. Saat bulan Ramadhan kita diwajibkan membayar zakat fitrah. Orang yang Istiqomah akan meneruskan ibadah sedekahnya atau bahkan meningkatkan ibadah sedekahnya menjadi rutin

Selepas Ramadhan kita Istiqomah dalam membaca Al-Qur’an. Orang yang Istiqomah akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas membaca Al-Qur’an

Orang-orang yang memiliki ikatan dengan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa akan tahu kalau sedang diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan akan ragu untuk berbuat dosa

————————————-

3. Mudah

Selalu berhusnudzan kepada orang lain. Tidak sulit atau mempersulit keadaan

=====================

Banyak juga orang-orang yang beristighfar tetapi tidak rukun dengan keluarga dan tetangganya. Sesama tetangganya tidak saling kenal, dan kepada orangtuanya durhaka

Sebuah kisah saat khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu memimpin kaum Muslimin, datang seorang ibu kepada sang khalifah mengadukan sesuatu. ibu itu berkata,

” wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan sesuatu tentang anakku”

Sang khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata,”silahkan, katakan apa yang kau keluhkan”

Sang ibu berkata, “anakku sangat durhaka, ia selalu membantah,menghardik ayahnya sendiri, dan bahkan pernah memukul ayahnya sendiri. ”

Mendengar keluhan ibu itu, sang khalifah geram,” panggilkan anakmu itu ke hadapanku”

Saat anak itu bertemu dengan sang khalifah, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada sang anak, ” apakah kamu tidak tahu, durhaka adalah dosa besar kedua setelah syirik? ”

Sang anak balik bertanya, ” wahai amirul mukminin,bukankah aku juga mempunyai hak? apa saja hak seorang anak sebelum dilahirkan? ”

Mendengar pertanyaan itu, Umar menjawab,” seorang ayah harus memilihkan pasangan terbaik untuk menjadi ibu dari anaknya, memberikan nama yang baik kepada anaknya, dan mengajarkan agama kepada anaknya”

Sang anak menjawab,” baiklah, sebelum aku lahir aku sama sekali tidak mendapatkan semua itu. ayahku menyukai seorang budak Habasy dan kemudian membeli budak itu. Ia bersetubuh dengannya dan lahirlah aku. Lalu aku diberi nama Ju’al ( nama yang artinya buruk), dan ia sama sekali tidak pernah mengajarkanku agama”

Mendengar pernyataan anak itu, sang khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata kepada ibu tersebut, ” wahai ibu, penuhilah hak anak ini! ”

Jangan sampai kita mengalami hal seperti yang dikisahkan tadi. Na’udzu billah…

Kiat-kiat untuk membangun keistiqomahan dalam beribadah :

————————————–

1. Hendaklah bertawakal kepada Allah dalam keadaan senang ataupun sulit

2. Harus yakin tidak ada yang bisa mengganti keputusan Allah subhanahu wa ta’ala dan menolak hikmah-Nya

3. Harus sadar diri agar bisa tetap Istiqomah bahwa kita adalah seorang hamba dari Tuhannya

4. Harus dipenuhi dengan rasa cinta. Cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan kemuliaan, yaitu cinta yang total sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala

5. Harus sadar bahwa esok hari kita tidak tahu apa yang akan terjadi

Membangun rasa Istiqomah memerlukan kesabaran. Meningkatkan ibadah seusai Ramadhan di bulan-bulan lainnya adalah bentuk rasa Istiqomah seorang hamba. Jangan sampai tertipu dengan kamuflase iblis yang terus mengajak dalam kesesatan dan kemaksiDarusalami Darusalam – MaahaaDzaa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.