Kenali Rabbmu, Maka Engkau Akan Bahagia

0
1089

Ringkasan Kajian Ilmu Sahabat Imanuddin
Senin, 22 Februari 2016
Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA

Seseorang yang beriman kepada Allah swt sudah pasti meyakini keberadaan-Nya. Dan yang beriman kepada Allah swt harus mengetahui dan mempelajari dimana Allah swt berada, mengapa Allah swt tidak terlihat,dan bagaimana cara berhubungan dengan-Nya

Firman Allah swt dalam Surat Al-Hajj ayat 73 :
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
Pada zaman dahulu, manusia banyak sekali yang menyembah selain kepada Allah swt. Ada yang menyembah manusia, patung, pohon, hewan, bulan, dan matahari. Sesungguhnya apakah andil mereka dalam kehidupan manusia ? Karena pada hakikatnya mereka juga ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Tidak ada andil sama sekali mereka untuk memenuhi kebutuhan seluruh makhluk di muka bumi ini.

Contoh di India, mereka menyembah sapi dan menganggap sebagai Tuhannya. Ada pula yang menyembah kemaluan wanita karena beranggapan manusia diciptakan dari sana, Subhanallah…

Sekarang semua tergantung kepada kita, mau beriman kepada siapa ? Karena yang kita kenal sebagai Tuhan yang sudah menciptakan alam semesta ini hanyalah Allah swt.

Manusia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu kubu orang yang beriman dan yang tidak beriman.
Mari kita membahas satu per satu
Orang yang tidak beriman
Kita bisa mengambil contoh dari 2 Raja yang tidak beriman kepada Allah swt pada zaman Nabi,yaitu Raja Namrud pada Zaman Nabi Ibrahim a.s, dan Raja Firaun pada zaman Nabi Musa a.s

Kedua Raja ini memiliki kesamaan meskipun memiliki perbedaan tahun yang begitu jauh,sekitar ratusan tahun.Kesamaan mereka adalah :
Berbadan kekar
Mereka berdua adalah Raja pada zamannya
Berkuasa setengah dari dunia ( dalam riwayat Raja Namrud menguasai Asia dan berpusat di Irak, sedangkan Raja Firaun menguasai Afrika dan Eropa dan berpusat di Mesir)
Yang paling mengerikan,saat mereka menobatkan dirinya sebagai Tuhan,masyarakat yang dipimpinnya mengiyakan dan mengakuinya

Sekilas tentang Raja Namrud

Ketika ayahnya meninggal dunia,dia sempat bermusyawarah kepada penasehatnya,menanyakan kedudukan apa yang paling tinggi di dunia ini. Dan mereka mengatakan kedudukan itu adalah menjadi Tuhan

Saat itulah Raja Namrud mengakui dirinya sebagai Tuhan dan memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya, dia penuhi asalkan dirinya diakui sebagai Tuhan. Suatu ketika Raja Namrud bermimpi melihat Istana dan kerajaannya hancur. Esok harinya, dia meminta pendapat kepada para penasehatnya dan yang dipercayanya adalah seseorang bernama Azar (ayah Nabi Ibrahim a.s).

Azar berpendapat bahwa yang akan menghancurkan kerajaannya adalah seorang laki-laki dari negeri Babilonia. Seketika itu, Raja Namrud memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir pada hari itu di Babilonia. Dan menjadi suatu kebetulan, bahwa istri dari Azar akan melahirkan Nabi Ibrahim a.s malam itu juga. Akhirnya istrinya melarikan diri ke hutan dan melahirkan Nabi Ibrahim a.s

Nabi Ibrahim a.s tidak mengenal masa kecilnya. Beliau diutus menjadi Nabi saat berumur 40 tahun. Suatu hari Nabi Ibrahim a.s memasuki Babilonia dan melihat sebuah kuil. Di dalamnya terdapat banyak patung dan di ujung kuil terdapat patung Raja Namrud yang begitu besar. Saat malam hari,semua orang datang ke kuil itu untuk menyembah patung dan memberikan sesajien. Ketika itu Nabi Ibrahim a.s masuk dan merasa sangat asing. Semua orang melihatnya.

Kemudian dia mengambil sesajien itu dan berkata kepada patung tersebut
“Wahai yang dianggap Tuhan oleh rakyat Babilonia,apakah kamu tidak marah saat saya ambil sesajien ini dari kamu ? ”

Semua orang melihatnya dan menganggap Nabi Ibrahim a.s gila. Lalu Nabi Ibrahim a.s melempar sesajien itu ke wajah patung tersebut. Beliau berkeliling dan melakukan hal yang sama kepada semua patung di kuil itu. Lalu Beliau bersabda kepada seluruh orang yang berada di dalam kuil itu dan mengatakan bahwa mereka memiliki Tuhan bernama Allah swt. Orang-orang di dalam kuil itu tidak menghiraukan Nabi Ibrahim a.s dan menganggap dia gila. Akhirnya mereka bubar dan yang tersisa hanya pendeta penjaga kuil itu saja.
Lalu Nabi Ibrahim a.s kembali lagi membawa kampak dan memenggal seluruh kepala patung tersebut. Kemudian beliau meletakkannya di sekitar patung Raja Namrud dan meletakkan kampak itu di tangan patung Raja Namrud.

Keesokan harinya rakyat Babilonia memasuki kuil itu dalam keadaan berantakan. Mereka bertanya, “siapakah yang sudah berbuat seperti ini ? ”
Ada yang mengatakan, “apa kau tak melihatnya ? hanya patung Raja Namrud yang masih utuh dan dia memegang kampak”

Kemudian rakyat negri itu datang ke istana Raja Namrud untuk bersujud kepada Raja Namrud. Setiap pagi setelah Raja Namrud mandi dan selesai mengenakan pakaian kerajaannya,ada tabir yang menutup singgasananya dengan para rakyatnya. Setiap tabir itu dibuka rakyatnya bersujud kepadanya. Terkecuali Nabi Ibrahim a.s di kala itu beliau datang ke istana Raja Namrud

Raja Namrud keheranan hanya Nabi Ibrahim a.s yang tidak bersujud dan merasa dibantah oleh Nabi Ibrahim a.s. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bersabda
“wahai yang dianggap Tuhan oleh rakyat Babilonia,bisakah engkau menghidupkan dan mematikan makhluk hidup? Kamu hanya manusia biasa,mempunyai 2 mata sama seperti kami,2 kaki dan 2 tangan seperti kami”

Lalu Raja Namrud memerintahkan prajuritnya menangkap 2 orang di luar sana. Lalu Raja Namrud memerintahkan prajuritnya untuk membunuh salah satu dari mereka dan yang seorang lagi diberikan hadiah apa saja yang dia mau. Setelah seorang dari mereka dibunuh dan yang seorang lagi pergi membawa hadiah,dengan sombongnya dia berkata,
aku sudah buktikan bahwa aku bisa mengidupkan dan mematikan makhluk

Nabi Ibrahim menantangnya lagi untuk menerbitkan matahari dan menenggelamkannya. Raja Namrud merasa tidak mau kalah dan menangkap Nabi Ibrahim a.s untuk dibunuh. Dia kembali bermusyawarah dan ingin membunuh Nabi Ibrahim a.s dengan cara yang luar biasa. Salah seorang penasehat memberikan saran untuk dibakar.

Menurut riwayat api yang dibuat oleh Raja Namrud setinggi istananya, bahkan burung yang melewati di atasnya bisa langsung jatuh dan mati terbakar. Kemudian Nabi Ibrahim a.s didatangkan untuk dilemparkan ke dalam api Raja Namrud dalam keadaan tidak berpakaian.

Masyaa Allah, ada sebuah riwayat mengatakan bahwa karena kejadian itu,yang akan diberikan pertama kali oleh Allah swt pakaian dari Surga adalah Nabi Ibrahim a.s saat hari kiamat. Lalu Malaikat jibril datang menawarkan bantuan kepada Nabi Ibrahim a.s. Ringkas cerita, Nabi Ibrahim meminta kepada Allah swt agar apinya menjadi dingin. Saat dilempar ke dalam api, tidak terdengar sekilaspun suara teriakan atau jeritan dari dalam api. Dengan Sombongnya Raja Namrud berkata,” Ibrahim sudah mati karena terkena uap dari api milikku”

Lalu Raja Namrud berpesta selama 3 hari dan membiarkan Nabi Ibrahim berada di dalam api selama 3 hari tersebut. Setelah berlalu, Raja Namrud memadamkan api tersebut dan melihat Nabi Ibrahim a.s masih hidup. Karena takut dianggap tidak bisa membunuh Nabi Ibrahim a.s, dia berkata di depan rakyatnya,” Ibrahim akan mati jika berada di tumpuan saya”

Malaikat Jibril hanya menyuruh Nabi Ibrahim a.s untuk bangkit dan pulang ke rumahnya. Kemudian Allah mengutus seekor lalat kecil datang kepada Raja Namrud. Sambil keheranan, lalat itu atas kodrat Allah swt masuk ke dalam mulut Raja Namrud. Selama berhari-hari Raja Namrud sakit dan tidak bisa makan. Setelah 3 hari berlalu, Raja Namrud meninggal dunia dan tergeletak di singgasananya. Para penasehatnya berkumpul dan mengelilingi jasadnya,dan melihat seekor lalat keluar dari jasadnya. Mereka pun mengatakan,
“Raja Namrud mati hanya karena seekor lalat”

Sekilas tentang Raja Firaun

Ada 3 kejadian penting dalam kehidupan Raja Firaun
Kejadian Pertama
Raja Firaun juga mengakui dirinya sebagai Tuhan. Lalu Allah mengutus Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s untuk datang kepada Raja Firaun untuk menyadarkan dia dan kembali ke jalan yang benar,yaitu jalan Allah swt.

Firman Allah swt :
“Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firaun) dan Katakanlah, Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan Kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.Sesungguhnya telah diwahyukan kepada Kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.” (QS. Thaahaa: 46-48)

Saat Nabi Musa dan Harun a.s datang kepada Raja Firaun, dia mengatakan bahwa Musa dan Harun adalah penyihir. Kemudian Raja Firaun menantang Nabi Musa a.s untuk bertanding. Raja Firaun mengundang para penyihirnya untuk bertanding melawan Nabi Musa a.s ( dalam riwayat ada 10.000 penyihir yang datang). Lalu Nabi Musa a.s menentukan pertandingan itu di Hari Zina ( hari dimana rakyatnya Raja Firaun menyemmbahnya). Raja Firaun menerimanya

Pada zaman Firaun banyak penyihir karena terdapat ilmu yang mereka percayai yaitu ilmu tahayul( membuat mata manusia terpedaya oleh sihir). Hari itu pun tiba. Kemudian para penyihir melempar tongkat mereka dan berubah menjadi ular. Kemudian Nabi Musa a.s sempat takut, tapi Allah swt menguatkan hati Nabi Musa a.s. Lalu Nabi Musa melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular besar dan memakan semua ular-ular penyihir Raja Firaun. Kemudian para penyihir itu bersujud di hadapan Nabi Musa a.s, namun Raja Firaun tetap tidak mau beriman.

Kejadian Kedua
Datang musim paceklik selama satu tahun hingga air di sungai Nil mengering.Kemudian Raja Firaun memerintahkan kepada prajuritnya mencari air ke negri tetangga. Selama satu bulan air terprnuhi hingga mereka mengalami kekeringan lagi dan banyak memakan banyak korban yang meninggal. Lalu Firaun bertanya, Apalagi yang bisa aku perbuat? Kepada siapa lagi aku meminta air?
Lalu ada yang selintas mengatakan. Kau belum meminta kepada Tuhannya Musa
Lalu Nabi Musa didatangkan dan dengan kalimat kufurnya Firaun mengatakan,
hai Musa,tolong mintakan hujan kepada Tuhanmu. Kalau hujan turun,aku akan beriman
Ringkas cerita, Nabi Musa a.s meminta hujan kepada Allah swt dan turunlah hujan selama satu bulan penuh hingga Sungai Nil kembali mengalir dan terisi penuh. Dengan kekufurunnya, Raja Firaun berkata, ternyata memang sudah waktunya hujan.

Kejadian Ketiga
Iniilah kejadian terbesar yang dialami Raja Firaun bersama prajurit-prajuritnya. Bersama para pasukannya yang besar, Raja Firaun mengejar Nabi Musa a.s sampai ke tepi Laut Merah sampai terkepung. Nabi Musa a.s bersama Bani Israil terkepung, Datang Malaikat Jibril mengatakan.
lemparlah tongkatmu wahai Musa ke bibir pantai. Kemudian atas kebesaran Allah swt laut terbelah bagaikan tembok tinggi. Nabi Musa a.s bersama Bani Israil melewati laut itu. Seketika Raja Firaun bersama pasukannya mengejar Nabi Musa a.s dan atas izin Allah swt Raja Firaun bersama pasukannya ditenggelamkan ke dalam laut.

Sebagai bukti kebesaran Allah swt, badan Raja Firaun dibuat kekal oleh Allah swt agar manusia mengetahui kejadian besar yang dialamin Raja Firaun pada zaman Nabi Musa a.s
Firman Allah swt :
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]

Teori Darwin
Teori Darwin yang menyebutkan bahwa manusia dan nenek moyangnya berasal dari kera,hewan darat berasal dari hewan air yang berevolusi  dan burung berasal dari binatang darat yang mengalami evolusi. Teori ini ditentang oleh Islam, karena  menyalahi awal kejadian manusia yang sesungguhnya dari Nabi Adam a.s.
Suatu hari Darwin pernah melihat seekor burung merak. Jika memang benar teorinya burung merak berasal dari hewan darat, dia berpikir kembali kalau burung merak tidak dapat terbang dengan sayapnya. Jikalau dia mengkategorikannya sebagai hewan darat yang berasal dari hewan air yang berevolusi,burung merak pun tidak bisa menyelam ke dalam air. Sehingga menjelang beliau wafat, dia sendiri tidak pernah tahu asal muasal burung merak

Seorang Filosof
Pernah ada seorng filosof dari Arab yang membuat banyak syair yang menentang keberadaan Allah swt. Dia berpikir kalau manusia dari ibunya,lalu ibunya berasal darimana? Tidak pernah tahu awalnya dari mana. Hakikatnya seluruh manusia di muka bumi ini adalah berasal dari Nabi Adam a.s. Sehingga menjelang wafatnya dia tidak pernah tahu awal dari dirinya sendiri.

Orang yang Beriman
Seorang sahabat Nabi bernama Abdullah. Datang seorang alki-laki terburu-buru dan memberi kabar kepada Abdullah yang ketika itu sedang makan
wahai Abdullah, tadi baru saja aku melihat anakmu mati karena ditusuk seseorang
Dengan begitu sabarnya beliau hanya mengatakan inna lillahi wa inna lillahi rajiun,kemudain beliau melanjutkan makannya.
Apa yang menjadi milik Allah swt akan kembali kepada-Nya. Sampai ketiga kalinya laki-laki itu berkata hal yang sama dan menerima jawaban yang sama. Seusainya makan,barulah dia memberikan penjelasan
saat kau mengatakan anak saya mati,itu sudah menjadi kodrat Allah swt. Bahwa ajalnya memang sudah datang kepadanya. Meskipun anakku berada di dalam rumha, jika ajalnya sudah datang,maka ia akan tetap mati juga
lalu kulanjutkan makanku,karena jika aku tidak menyelesaikannya,akan jadi mubadzir, Dan Allah membenci orang-orang yang mubadzir. Seusai aku makan, akan aku urus jasad anakku

Dengan begitu bersabarnya beliau kepada Allah swt,merelakan apa yang bukan miliknya sepenuhnya. Karena sesungguhnya kita milik Allah,dan kepada-Nya lah kita kembali.

Penutup
Jika ada pertanyaan,dimana Allah berada ? kenapa Allah tidak terlihat ? dan bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah?

Jawaban :
Allah itu berada di atas langit,di atas singgasananya (Arsy),dimana singgasananya berada di atas air yang begitu besar bagaikan lautan.

Dalil-dalilnya

Adapun mengenai bentuk Arsy, Rasulullah pernah menggambarkan bentuknya dalam salah satu hadits beliau. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّة
ِ
“Sesungguhnya Allah diatas Arsy-Nya dan Arsy-Nya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.” (HR. Abu Dawud).
Dan tentang ketinggiannya Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّة
ِ
“Jika kalian meminta, mintalah al-Firdaus, karena dia surga yang paling utama dan yang paling tinggi dan di atasnya adalah Arsy Allah. Darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari).

Arsy Dipikul Dan Para Malaikat MelakuKan Thawaf
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan):”Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala.” (QS. Al-Mu’min: 7).

Lalu bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah?
Caranya adalah dengan beribadah kepada-Nya,,melaksanakan shalat,menunaikan zakat dan sedekah, dan segala amal kebaikan yang Allah perintahkan
Kenapa Allah tidak terlihat ?
Jawabannya ada pada shalat kita,yaitu ketika kita bertakbir mengucapkan “Allahu Akbar”. Karena Allah begitu besarnya(Maha Besar) sehingga kita tidak dapat melihatnya

Sekian penjelasan tentang kajian,mohon koreksinya jika ada yang kurang berkenan.
Ada sedikit penambahan tentang dalil-dalilnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Syukran
[12:01, 2/24/2016] Marwan Masjid IManuddin: Ringkasan Kajian Ilmu Sahabat Imanuddin
Senin, 22 Februari 2016
Ust. Dr. Khalid Basalamah,MA

Kenali Rabbmu,Maka Engkau Akan Bahagia
Seseorang yang beriman kepada Allah swt sudah pasti meyakini keberadaan-Nya. Dan yang beriman kepada Allah swt harus mengetahui dan mempelajari dimana Allah swt berada, mengapa Allah swt tidak terlihat,dan bagaimana cara berhubungan dengan-Nya

Firman Allah swt dalam Surat Al-Hajj ayat 73 :
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
Pada zaman dahulu, manusia banyak sekali yang menyembah selain kepada Allah swt. Ada yang menyembah manusia, patung, pohon, hewan, bulan, dan matahari. Sesungguhnya apakah andil mereka dalam kehidupan manusia ? Karena pada hakikatnya mereka juga ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Tidak ada andil sama sekali mereka untuk memenuhi kebutuhan seluruh makhluk di muka bumi ini.

Contoh di India, mereka menyembah sapi dan menganggap sebagai Tuhannya. Ada pula yang menyembah kemaluan wanita karena beranggapan manusia diciptakan dari sana, Subhanallah…

Sekarang semua tergantung kepada kita, mau beriman kepada siapa ? Karena yang kita kenal sebagai Tuhan yang sudah menciptakan alam semesta ini hanyalah Allah swt.

Manusia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu kubu orang yang beriman dan yang tidak beriman.
Mari kita membahas satu per satu
Orang yang tidak beriman
Kita bisa mengambil contoh dari 2 Raja yang tidak beriman kepada Allah swt pada zaman Nabi,yaitu Raja Namrud pada Zaman Nabi Ibrahim a.s, dan Raja Firaun pada zaman Nabi Musa a.s

Kedua Raja ini memiliki kesamaan meskipun memiliki perbedaan tahun yang begitu jauh,sekitar ratusan tahun.Kesamaan mereka adalah :
Berbadan kekar
Mereka berdua adalah Raja pada zamannya
Berkuasa setengah dari dunia ( dalam riwayat Raja Namrud menguasai Asia dan berpusat di Irak, sedangkan Raja Firaun menguasai Afrika dan Eropa dan berpusat di Mesir)
Yang paling mengerikan,saat mereka menobatkan dirinya sebagai Tuhan,masyarakat yang dipimpinnya mengiyakan dan mengakuinya

Sekilas tentang Raja Namrud

Ketika ayahnya meninggal dunia,dia sempat bermusyawarah kepada penasehatnya,menanyakan kedudukan apa yang paling tinggi di dunia ini. Dan mereka mengatakan kedudukan itu adalah menjadi Tuhan

Saat itulah Raja Namrud mengakui dirinya sebagai Tuhan dan memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya, dia penuhi asalkan dirinya diakui sebagai Tuhan. Suatu ketika Raja Namrud bermimpi melihat Istana dan kerajaannya hancur. Esok harinya, dia meminta pendapat kepada para penasehatnya dan yang dipercayanya adalah seseorang bernama Azar (ayah Nabi Ibrahim a.s).

Azar berpendapat bahwa yang akan menghancurkan kerajaannya adalah seorang laki-laki dari negeri Babilonia. Seketika itu, Raja Namrud memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir pada hari itu di Babilonia. Dan menjadi suatu kebetulan, bahwa istri dari Azar akan melahirkan Nabi Ibrahim a.s malam itu juga. Akhirnya istrinya melarikan diri ke hutan dan melahirkan Nabi Ibrahim a.s

Nabi Ibrahim a.s tidak mengenal masa kecilnya. Beliau diutus menjadi Nabi saat berumur 40 tahun. Suatu hari Nabi Ibrahim a.s memasuki Babilonia dan melihat sebuah kuil. Di dalamnya terdapat banyak patung dan di ujung kuil terdapat patung Raja Namrud yang begitu besar. Saat malam hari,semua orang datang ke kuil itu untuk menyembah patung dan memberikan sesajien. Ketika itu Nabi Ibrahim a.s masuk dan merasa sangat asing. Semua orang melihatnya.

Kemudian dia mengambil sesajien itu dan berkata kepada patung tersebut
“Wahai yang dianggap Tuhan oleh rakyat Babilonia,apakah kamu tidak marah saat saya ambil sesajien ini dari kamu ? ”

Semua orang melihatnya dan menganggap Nabi Ibrahim a.s gila. Lalu Nabi Ibrahim a.s melempar sesajien itu ke wajah patung tersebut. Beliau berkeliling dan melakukan hal yang sama kepada semua patung di kuil itu. Lalu Beliau bersabda kepada seluruh orang yang berada di dalam kuil itu dan mengatakan bahwa mereka memiliki Tuhan bernama Allah swt. Orang-orang di dalam kuil itu tidak menghiraukan Nabi Ibrahim a.s dan menganggap dia gila. Akhirnya mereka bubar dan yang tersisa hanya pendeta penjaga kuil itu saja.
Lalu Nabi Ibrahim a.s kembali lagi membawa kampak dan memenggal seluruh kepala patung tersebut. Kemudian beliau meletakkannya di sekitar patung Raja Namrud dan meletakkan kampak itu di tangan patung Raja Namrud.

Keesokan harinya rakyat Babilonia memasuki kuil itu dalam keadaan berantakan. Mereka bertanya, “siapakah yang sudah berbuat seperti ini ? ”
Ada yang mengatakan, “apa kau tak melihatnya ? hanya patung Raja Namrud yang masih utuh dan dia memegang kampak”

Kemudian rakyat negri itu datang ke istana Raja Namrud untuk bersujud kepada Raja Namrud. Setiap pagi setelah Raja Namrud mandi dan selesai mengenakan pakaian kerajaannya,ada tabir yang menutup singgasananya dengan para rakyatnya. Setiap tabir itu dibuka rakyatnya bersujud kepadanya. Terkecuali Nabi Ibrahim a.s di kala itu beliau datang ke istana Raja Namrud

Raja Namrud keheranan hanya Nabi Ibrahim a.s yang tidak bersujud dan merasa dibantah oleh Nabi Ibrahim a.s. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bersabda
“wahai yang dianggap Tuhan oleh rakyat Babilonia,bisakah engkau menghidupkan dan mematikan makhluk hidup? Kamu hanya manusia biasa,mempunyai 2 mata sama seperti kami,2 kaki dan 2 tangan seperti kami”

Lalu Raja Namrud memerintahkan prajuritnya menangkap 2 orang di luar sana. Lalu Raja Namrud memerintahkan prajuritnya untuk membunuh salah satu dari mereka dan yang seorang lagi diberikan hadiah apa saja yang dia mau. Setelah seorang dari mereka dibunuh dan yang seorang lagi pergi membawa hadiah,dengan sombongnya dia berkata,
aku sudah buktikan bahwa aku bisa mengidupkan dan mematikan makhluk

Nabi Ibrahim menantangnya lagi untuk menerbitkan matahari dan menenggelamkannya. Raja Namrud merasa tidak mau kalah dan menangkap Nabi Ibrahim a.s untuk dibunuh. Dia kembali bermusyawarah dan ingin membunuh Nabi Ibrahim a.s dengan cara yang luar biasa. Salah seorang penasehat memberikan saran untuk dibakar.

Menurut riwayat api yang dibuat oleh Raja Namrud setinggi istananya, bahkan burung yang melewati di atasnya bisa langsung jatuh dan mati terbakar. Kemudian Nabi Ibrahim a.s didatangkan untuk dilemparkan ke dalam api Raja Namrud dalam keadaan tidak berpakaian.

Masyaa Allah, ada sebuah riwayat mengatakan bahwa karena kejadian itu,yang akan diberikan pertama kali oleh Allah swt pakaian dari Surga adalah Nabi Ibrahim a.s saat hari kiamat. Lalu Malaikat jibril datang menawarkan bantuan kepada Nabi Ibrahim a.s. Ringkas cerita, Nabi Ibrahim meminta kepada Allah swt agar apinya menjadi dingin. Saat dilempar ke dalam api, tidak terdengar sekilaspun suara teriakan atau jeritan dari dalam api. Dengan Sombongnya Raja Namrud berkata,” Ibrahim sudah mati karena terkena uap dari api milikku”

Lalu Raja Namrud berpesta selama 3 hari dan membiarkan Nabi Ibrahim berada di dalam api selama 3 hari tersebut. Setelah berlalu, Raja Namrud memadamkan api tersebut dan melihat Nabi Ibrahim a.s masih hidup. Karena takut dianggap tidak bisa membunuh Nabi Ibrahim a.s, dia berkata di depan rakyatnya,” Ibrahim akan mati jika berada di tumpuan saya”

Malaikat Jibril hanya menyuruh Nabi Ibrahim a.s untuk bangkit dan pulang ke rumahnya. Kemudian Allah mengutus seekor lalat kecil datang kepada Raja Namrud. Sambil keheranan, lalat itu atas kodrat Allah swt masuk ke dalam mulut Raja Namrud. Selama berhari-hari Raja Namrud sakit dan tidak bisa makan. Setelah 3 hari berlalu, Raja Namrud meninggal dunia dan tergeletak di singgasananya. Para penasehatnya berkumpul dan mengelilingi jasadnya,dan melihat seekor lalat keluar dari jasadnya. Mereka pun mengatakan,
“Raja Namrud mati hanya karena seekor lalat”

Sekilas tentang Raja Firaun

Ada 3 kejadian penting dalam kehidupan Raja Firaun
Kejadian Pertama
Raja Firaun juga mengakui dirinya sebagai Tuhan. Lalu Allah mengutus Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s untuk datang kepada Raja Firaun untuk menyadarkan dia dan kembali ke jalan yang benar,yaitu jalan Allah swt.

Firman Allah swt :
“Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firaun) dan Katakanlah, Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan Kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.Sesungguhnya telah diwahyukan kepada Kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.” (QS. Thaahaa: 46-48)

Saat Nabi Musa dan Harun a.s datang kepada Raja Firaun, dia mengatakan bahwa Musa dan Harun adalah penyihir. Kemudian Raja Firaun menantang Nabi Musa a.s untuk bertanding. Raja Firaun mengundang para penyihirnya untuk bertanding melawan Nabi Musa a.s ( dalam riwayat ada 10.000 penyihir yang datang). Lalu Nabi Musa a.s menentukan pertandingan itu di Hari Zina ( hari dimana rakyatnya Raja Firaun menyemmbahnya). Raja Firaun menerimanya

Pada zaman Firaun banyak penyihir karena terdapat ilmu yang mereka percayai yaitu ilmu tahayul( membuat mata manusia terpedaya oleh sihir). Hari itu pun tiba. Kemudian para penyihir melempar tongkat mereka dan berubah menjadi ular. Kemudian Nabi Musa a.s sempat takut, tapi Allah swt menguatkan hati Nabi Musa a.s. Lalu Nabi Musa melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular besar dan memakan semua ular-ular penyihir Raja Firaun. Kemudian para penyihir itu bersujud di hadapan Nabi Musa a.s, namun Raja Firaun tetap tidak mau beriman.

Kejadian Kedua
Datang musim paceklik selama satu tahun hingga air di sungai Nil mengering.Kemudian Raja Firaun memerintahkan kepada prajuritnya mencari air ke negri tetangga. Selama satu bulan air terprnuhi hingga mereka mengalami kekeringan lagi dan banyak memakan banyak korban yang meninggal. Lalu Firaun bertanya, Apalagi yang bisa aku perbuat? Kepada siapa lagi aku meminta air?
Lalu ada yang selintas mengatakan. Kau belum meminta kepada Tuhannya Musa
Lalu Nabi Musa didatangkan dan dengan kalimat kufurnya Firaun mengatakan,
hai Musa,tolong mintakan hujan kepada Tuhanmu. Kalau hujan turun,aku akan beriman
Ringkas cerita, Nabi Musa a.s meminta hujan kepada Allah swt dan turunlah hujan selama satu bulan penuh hingga Sungai Nil kembali mengalir dan terisi penuh. Dengan kekufurunnya, Raja Firaun berkata, ternyata memang sudah waktunya hujan.

Kejadian Ketiga
Iniilah kejadian terbesar yang dialami Raja Firaun bersama prajurit-prajuritnya. Bersama para pasukannya yang besar, Raja Firaun mengejar Nabi Musa a.s sampai ke tepi Laut Merah sampai terkepung. Nabi Musa a.s bersama Bani Israil terkepung, Datang Malaikat Jibril mengatakan.
lemparlah tongkatmu wahai Musa ke bibir pantai. Kemudian atas kebesaran Allah swt laut terbelah bagaikan tembok tinggi. Nabi Musa a.s bersama Bani Israil melewati laut itu. Seketika Raja Firaun bersama pasukannya mengejar Nabi Musa a.s dan atas izin Allah swt Raja Firaun bersama pasukannya ditenggelamkan ke dalam laut.

Sebagai bukti kebesaran Allah swt, badan Raja Firaun dibuat kekal oleh Allah swt agar manusia mengetahui kejadian besar yang dialamin Raja Firaun pada zaman Nabi Musa a.s
Firman Allah swt :
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]

Teori Darwin
Teori Darwin yang menyebutkan bahwa manusia dan nenek moyangnya berasal dari kera,hewan darat berasal dari hewan air yang berevolusi  dan burung berasal dari binatang darat yang mengalami evolusi. Teori ini ditentang oleh Islam, karena  menyalahi awal kejadian manusia yang sesungguhnya dari Nabi Adam a.s.
Suatu hari Darwin pernah melihat seekor burung merak. Jika memang benar teorinya burung merak berasal dari hewan darat, dia berpikir kembali kalau burung merak tidak dapat terbang dengan sayapnya. Jikalau dia mengkategorikannya sebagai hewan darat yang berasal dari hewan air yang berevolusi,burung merak pun tidak bisa menyelam ke dalam air. Sehingga menjelang beliau wafat, dia sendiri tidak pernah tahu asal muasal burung merak

Seorang Filosof
Pernah ada seorng filosof dari Arab yang membuat banyak syair yang menentang keberadaan Allah swt. Dia berpikir kalau manusia dari ibunya,lalu ibunya berasal darimana? Tidak pernah tahu awalnya dari mana. Hakikatnya seluruh manusia di muka bumi ini adalah berasal dari Nabi Adam a.s. Sehingga menjelang wafatnya dia tidak pernah tahu awal dari dirinya sendiri.

Orang yang Beriman
Seorang sahabat Nabi bernama Abdullah. Datang seorang alki-laki terburu-buru dan memberi kabar kepada Abdullah yang ketika itu sedang makan
wahai Abdullah, tadi baru saja aku melihat anakmu mati karena ditusuk seseorang
Dengan begitu sabarnya beliau hanya mengatakan inna lillahi wa inna lillahi rajiun,kemudain beliau melanjutkan makannya.
Apa yang menjadi milik Allah swt akan kembali kepada-Nya. Sampai ketiga kalinya laki-laki itu berkata hal yang sama dan menerima jawaban yang sama. Seusainya makan,barulah dia memberikan penjelasan
saat kau mengatakan anak saya mati,itu sudah menjadi kodrat Allah swt. Bahwa ajalnya memang sudah datang kepadanya. Meskipun anakku berada di dalam rumha, jika ajalnya sudah datang,maka ia akan tetap mati juga
lalu kulanjutkan makanku,karena jika aku tidak menyelesaikannya,akan jadi mubadzir, Dan Allah membenci orang-orang yang mubadzir. Seusai aku makan, akan aku urus jasad anakku

Dengan begitu bersabarnya beliau kepada Allah swt,merelakan apa yang bukan miliknya sepenuhnya. Karena sesungguhnya kita milik Allah,dan kepada-Nya lah kita kembali.

Penutup
Jika ada pertanyaan,dimana Allah berada ? kenapa Allah tidak terlihat ? dan bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah?

Jawaban :
Allah itu berada di atas langit,di atas singgasananya (Arsy),dimana singgasananya berada di atas air yang begitu besar bagaikan lautan.

Dalil-dalilnya

Adapun mengenai bentuk Arsy, Rasulullah pernah menggambarkan bentuknya dalam salah satu hadits beliau. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّة
ِ
“Sesungguhnya Allah diatas Arsy-Nya dan Arsy-Nya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.” (HR. Abu Dawud).
Dan tentang ketinggiannya Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّة
ِ
“Jika kalian meminta, mintalah al-Firdaus, karena dia surga yang paling utama dan yang paling tinggi dan di atasnya adalah Arsy Allah. Darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari).

Arsy Dipikul Dan Para Malaikat MelakuKan Thawaf
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan):”Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala.” (QS. Al-Mu’min: 7).

Lalu bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah?
Caranya adalah dengan beribadah kepada-Nya,,melaksanakan shalat,menunaikan zakat dan sedekah, dan segala amal kebaikan yang Allah perintahkan
Kenapa Allah tidak terlihat ?
Jawabannya ada pada shalat kita,yaitu ketika kita bertakbir mengucapkan “Allahu Akbar”. Karena Allah begitu besarnya(Maha Besar) sehingga kita tidak dapat melihatnya

Sekian penjelasan tentang kajian,mohon koreksinya jika ada yang kurang berkenan.
Ada sedikit penambahan tentang dalil-dalilnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Syukran

Dodi – Sahabat Imanuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.