KEMUKJIZATAN # part 2

0
603

Review Kajian Sunnah Maa Haadzaa
Senin, 8 Agustus 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Minhajul Muslim
Pasal 9
BERIMAN KEPADA KERASULAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

====================

KEMUKJIZATAN # part 2

====================

KESAKSIAN TAURAT DAN INJIL

Kesaksian Taurat

Surat Ash-Shaff ayat 6. Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

” Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”

Surat Al-A’raf ayat 57. Allah berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنزلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

” Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kalian mengambil pelajaran. ”

Begitu juga kesaksian di dalam Taurat, Kitab Ulangan ayat 18 :

” seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. ”

Sesungguhnya Yahudi sudah mengetahui keberadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada saat perang Khaibar, seorang Yahudi datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengatakan, ” wahai Muhammad, Yahudi di dalam benteng ini sangat kuat ”

Lalu Nabi shallallahu ‘akaihi wa sallam berkata, ” lalu apa maksud kedatanganmu hanya untuk mengatakan hal itu? Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan pembebasan Khaibar ”

Yahudi itu kembali menjawab, ” tidak Ya Rasulullah. Aku ingin masuk Islam. Yahudi sudah mengetahui kalau mereka akan kalah darimu”

Shafiyah radhiyallahu ‘anha sewaktu masih kecil pernah mendengar pembicaraan ayahnya dengan pamannya. Saat masih kecil Shafiyah radhiyallahu ‘anha selalu dicium keningnya oleh ayahnya.  Tapi saat itu, mereka tidak pernah menciumnya lagi dan tidak berbicara dengannya . Kemudian ia mendengar pembicaraan ayahnya tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

” apakah kau yakin dia itu dia (Muhammad) ?” Ayahnya bertanya kepada pamannya

” iya benar, dia adalah dia” pamannya menjawab

Kemudian ayahnya berkata, ” lalu bagaimana pendapatmu wahai Amr ( nama pamannya)? ”

Lalu pamannya berkata, ” aku tidak akan mengikuti risalahnya, karena dia bukan dri Bani Israil ”

Ini merupakan kedustaan Yahudi. Nabi Isa ‘alaihis salam berasal dari Bani Israil, tapi mereka tetap tidak mau mengikuti risalah yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihis salam

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 89 tentang kekafiran Yahudi terhadap risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

” Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. ”

Yahudi biasa meminta kedatangan Nabi untuk bisa mendapatkan kemenangan dalam peperangan dengan orang-orang kafir. Yang dimaksud dengan orang-orang kafir dalam ayat tersebut adalah Suku Arab yaitu Suku Aus dan Khazraj

Kaisar Romawi bernama Hiroqla ( Heraklius) pun mengetahui berita tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hiroqla mengalahkan kerajaan Persia. Dia pernah mengatakan, jika ia menang ia akan berjalan kaki ke Palestine dari Kerajaan Romawi. Suatu hari ia bermimpi bahwa kerajaannya hancur. Saat keesokan harinya, ia bercerita kepada para penasehatnya tentang mimpinya. Para penasehatnya mengatakan, bahwa Nabi yang terakhir telah lahir

Kaisar Hiroqla menunggu berita itu dari orang-orang Mekkah. Saat kafilah Abu Sofyan sedang berada disana, mereka ditanya oleh tentara Romawi yang membutuhkan informasi tentang Nabi terakhir. Akhirnya mereka ditangkap untuk menemui Kaisar Hiroqla. Kemudian mereka dipertemukan dengan Kaisar Romawi, Hiroqla

Mereka berdialog dengan menggunakan bahasa yang berbeda dan diterjemahkan oleh penerjemah Kaisar. Hiroqla bertanya, ” siapakah pemimpin dari kalian? “. Kemudian Abu Sofyan menampakkan diri di depan Hiroqla

” jawablah dengan jujur. Apabila kau berdusta, maka para pengikutmu akan memberi isyarat kepadaku kalau kau berdusta” kata Hiroqla

Abu Sofyan menjawab, ” aku pasti berkata jujur. Kalaupun aku berdusta , para pengikutku pasti tidak akan mengkhianatiku karena aku adalah pemimpin mereka”

” apakah di tempat kalian ada seseorang yang mengaku dirinya seorang Nabi? “,tanya Hiroqla. Abu Sofyan menjawab iya

” lalu siapa para pengikutnya? orang-orang kaya atau miskin?. Abu sofyan menjawab pengikutnya adalah orang-orang miskin

” apakah dari keturunannya ada yang menjadi seorang raja? Jika iya, dia pasti ingin mempertahankan kerajaannya”. Abu Sofyan menjawab, ” tidak ada sama sekali”

” apa yang ia ajarkan kepada kalian ?” Abu Sofyan menjawab ” ia mengajarkan kami shalat, sedekah, menolong sesama dan tidak menyembah berhala”

” lalu apa yang kalian lakukan? ” Abu Sofyan kembali menjawab, ” kami memeranginya. Kami menang satu dan kalah satu”

” apakah pengikutnya semakin bertambah? ” Abu Sofyan menjawab iya

Kemudian Hiroqla berkata, ” jika kau benar, maka kerajaanku akan dikuasai olehnya. Jika aku di sisinya, maka aku akan mencuci kedua kakinya sebagai bentuk kehormatan ”

————————————-

Kesaksian Injil

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia  akan dosa, kebenaran dan penghakiman

Dari isi kitab Injil tersebut, dapat menjadi kesaksian bahwa akan datang Nabi penutup setelah Nabi Isa ‘alaihis salam

————————————–

DALIL AQLI

1. Islam tersebar dengan cepat ke seluruh dunia. Orang-orang berbondong-bondong masuk Islam

2. Prinsip yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar dan tepat waktu

3. Mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sulit diterima oleh akal manusia namun benar sebagai bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala

==================

MUKJIZAT

==================

Mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dapat dilihat oleh mata kepala sendiri

————————————-

1. Pembelahan Bulan

Al-Walid ibn Al-Mughirah adalah salah satu pemuka kaum Quraisy. Walid meminta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membuktikan dakwahnya. Ketika malam hari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang thawaf, Walid berteriak kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

” wahai Muhammad, apa kau ingin kami beriman? “. Nabi menjawab, “tentu saja”

” belahlah bulan itu untuk kami “, pinta Walid

Ternyata tujuan Walid Ibn Mughirah ini bukan sama sekali karena ingin beriman, tapi ingin mempermalukan dakwah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ” apakah setelah ini kalian akan beriman ? ” Walid berkata tentu saja

Kemudian dengan jari telunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menggaris bulan tersebut dan terbelah menjadi dua. Bagian yang satu berada di bukit Qubais dan bagian yang lain berada di bukit Quayqi’an

Lalu orang kafir itu berkata, ” sungguh sihir Muhammad semakin hebat “. Mereka masih belum percaya. Akhirnya Walid mengusulkan untuk bertanya kepada orang-orang Quraisy yang belum memasuki Mekkah

Saat banyak Quraisy memasuki Mekkah, Walid bertanya kepada mereka, ” apakah kalian melihat bulan terbelah? “. Mereka berkata, “iya kami melihatnya terbelah ”

Kemudian Walid berkata, ” sungguh sihir Muhammad telah sampai ke seluruh dunia”

Surat Al-Qamar menjelaskan peristiwa tersebut. Al-Qamar ayat 1-3, Allah berfirman :

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ (1) وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (2) وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ (3)

” Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.”

Kejadian yang sama juga terjadi pada zaman Nabi Shaleh ‘alaihis salam. Waktu itu kaumnya ( kaum Tsamud) meminta kepadanya untuk mengeluarkan unta dari gunung batu. Bukan hanya itu saja, mereka meminta unta itu bisa memberikan susu satu negri tersebut. Tujuannya adalah ingin mempermalukan Nabi Shaleh ‘alaihis salam. Atas kehendak-Nya Nabi Shaleh bisa mengeluarkan unta dari gunung batu tersebut dan dapat memberikan susu untuk satu negri tersebut. Tapi kaumnya tetap tidak beriman dan membunuh unta tersebut sehingga mendatangkan azab dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk kaum tersebut

—————————————

2. Kuasa Nabi Menyembuhkan Penyakit

Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Qatadah pernah mengalami luka parah. Bola matanya terkena anak panah yang yang nyasar. Bola matanya tercongkel keluar dan bergelantungan di pipinya. Sahabat yang lain menyarankan untuk dipotong saja matanya, karena matanya sudah rusak, sudah tidak berguna lagi

Kemudian Qatadah meminta didatangkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat mendekati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi tersenyum. Qatadah heran, apa yang menyebabkan beliau tersenyum. Kemudian Nabi berkata, ” hai Qatadah, seandainya kau mau bersabar, maka kau akan mendapat Surga. Atau saya akan berdo’a kepada Allah subhanahu wa untuk menyembuhkan matamu.”

” aku ingin dua-duanya ya Rasul “, kata Qatadah

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencabut anak panahnya dan memasukkan mata Qatadah kembali ke tempatnya. Mata Qatadah sembuh seperti semula. Kemudian Qatadah berkata,” saat Nabi menarik tangannya aku tak bisa membedakan yang mana mata yang rusak ”

Terjadi juga saat Perang Khaibar. Para pasukan Muslimin kewalahan menembus pertahanan Khaibar. Mereka terdesak. Kemudian Nabi berencana untuk memberikan bendera panji-panji untuk menembus pertahanan Khaibar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ” aku akan memberi bendera tersebut kepada orang yang dia mencintai Allah dan Rasul dan Allah serta Rasulnya mencintainya ”

Ketika malam, para sahabat yang lain tidak bisa tidur terutama Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Umar mengharapkan dialah yang ditunjuk oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ada jaminan Surga. Beliau tidak pernah sama sekali mengharap imarah kecuali malam itu

Keesokan harinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari Ali radhiyallahu ‘anhu. Ternyata dialah yang dipilih untuk memegang bendera. Kemudian Ali berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa matanya sakit. Lalu mata Ali radhiyallahu ‘anhu diludahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga matanya sembuh

Mukjizat ini dicoba oleh Musailamah Al-Kazab. Dia pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ” hai Nabi, aku ingin jika kau telah meninggal, maka aku yang akan menjadi penggantinya ”

Setelah permintaannya ditolak dan dikatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir, dia kembali ke sukunya. Di depan sukunya, dia mengaku sebagai Nabi

Suatu hari, pernah dari orang-orang Anshor menggali sumur. Setiap sumur yang mereka gali rasanya asin. Akhirnya mereka menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, meminta agar air yang tadinya asin menjadi tawar. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi sumur itu dan airnya berubah menjadi tawar

Orang-orang di suku yang dipimpin oleh Musailamah mendengar hal itu. Kemudian mereka meminta kepada Musailamah Al-Kazab untuk merubah air yang tadinya tawar menjadi manis. Saat Musailamah meludah ke dalam sumur itu, airnya berubah menjadi bau dan melebihi bau kencing keledai

Nabi juga pernah mentahnik seorang bayi yang baru lahir dan mengelus kepalanya hingga rambutnya menjadi subur. Ketika suku Musailamah mendengar hal itu, mereka meminta lagi kepada Musailamah untuk mengelus kepala bayi yang baru lahir. Seketika itu juga rambut bayi tersebut rontok dan menjadi gundul sampai ke keturunan-keturunannya

Kisah seseorang bernama Abu Rafi’ yang sangat memerangi Islam. Abu Rafi’ selalu membiayai perampok yang ingin menyerang Madinah. Seusai shalat Subuh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta kepada para sahabat untuk menyelesaikan urusannya dengan Abu Rafi’. Seorang sahabat bernama Abdullah bin Abi Atiq mengusulkan diri untuk membunuhnya. Mata dia rabun sehingga tidak bisa melihat dengan jelas

Saat tiba di benteng Abu Rafi’, Abdullah bersama teman-temannya kesulitan untuk memasuki benteng tersebut. Temboknya kokoh dan tinggi. Kemudian Abdullah menyuruh teman-temannya tidur, dan dia memantau keadaan. Ketika malam, tiba-tiba pintu gerbang benteng Abu Rafi’ terbuka. Rombongan orang-orang keluar dari benteng dan mengatakan, ” Abu Rafi’ kehilangan untanya. Ayo kita pergi mencarinya ”

Kesempatan itulah yang diambil Abdullah untuk bisa menyusup ke dalam benteng. Dengan menggunakan jubahnya Abdullah menyusup di antara orang-orang dan berhasil masuk ke dalam dan bersembunyi di kandang keledai. Kemudian Abdullah mencari rumah Abu Rafi’ yang berada di lantai dua benteng.

Setelah berhasil masuk, Abdullah menemukan kamar yang terdengar suara orang-orang memanggil nama Abu Rafi’.  Abdullah menutup semua pintu kecuali kamar Abu Rafi’. Keadaan waktu itu sangat gelap dan Abdullah sulit untuk melihat. Abdullah menggunakan siasatnya. Dia memanggil nama Abu Rafi’ untuk bisa mengetahui keberadaan Abu Rafi’

Ketika Abu Rafi’ membalas panggilan Abdullah,  Abdullah langsung menghunuskan pedangnya ke arah suara Abu Rafi’ tadi. Kemudian ia kembali ke pintu dan ternyata Abu Rafi’ belum terbunuh. Abdullah berteriak,” ada apa Abu Rafi’? ” Abu Rafi’ menjawab,” ada yang mencoba membunuh saya ”

Abdullah kembali menusuknya dan kembali ke pintu. Abu Rafi’ belum juga terbunuh. Abdullah mengulangi teriakannya dan kembali menusuk Abu Rafi’ dan ia memastikan sudah menusuk di bagian dadanya

Orang-orang di luar sudah ribut-ribut, kemudian Abdullah dengan tergesa-gesanya menuruni anak tangga dan terjatuh dari anak tangga hingga membuat tulang keringnya patah. Abdullah bergegas kehutan tempat teman-temannya berkumpul. Lalu mereka bertanya, ” Ada apa wahai Abdullah? ”

Abdullah berkata, ” aku telah membunuh Abu Rafi’, tugas telah selesai “. Teman-temannya kembali bertanya, ” bagaimana ceritanya? “. Kemudian Abdullah menceritakan kejadian tadi. Lalu teman-temannya bergegas ingin pulang ke Madinah. Tapi Abdullah ingin menunggu sampai pagi memastikan kalau Abu Rafi’ telah mati

Keesokan harinya, orang-orang di dalam benteng mengumumkan kematian Abu Rafi’ dan Abdullah bersama teman-temannya pulang ke Madinah. Mereka langsung menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan misi telah selesai. Kemudian Abdullah berkata pada Nabi, ” ya Rasulullah ,ketika aku hendak pergi dari benteng Abu Rafi’,  aku terjatuh hingga membuat tulang keringku patah. Maka sembuhkanlah”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi dan mengelus kaki Abdullah hingga kakinya sembuh

—————————————

3. Kuasa Nabi Terhadap Pohon

Seorang suku Badui sedang melewati jalan dan bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau bertanya, ” mau kemana? ”

” aku mau pulang ya Rasul ”

Nabi berkata, ” apakah kau ingin kebaikan? “. Badui itu berkata, ” iya tentu saja ”

Nabi berkata,” bersaksilah bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah utusannya “. Badui itu bertanya, ” siapa yang akan menjadi saksi atas persaksianku ?”. Nabi menjawab, ” pohon ini yang akan menjadi saksimu “. Kemudian pohon itu bersaksi atas persaksian suku Badui tersebut

Satu kisah lagi saat Nabi biasa berkhutbah bersandar pada pohon yang sudah mati. Kemudian saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang, salah seorang sahabiyah berkata” kau kelihatan lelah ya Rasul. Apakah kau ingin dibuatkan mimbar? ”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersedia. Kemudian saat keesokan harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, beliau mendengar tangisan seperti anak bayi. Hingga suaranya seperti induk unta yang kehilangan anaknya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbarnya dan memeluk pohon tempat beliau biasa bersandar saat berkhutbah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,” Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, jika pohon ini tidak kupeluk ia akan menangis sampai hari kiamat karena kehilangan dzikrullah ”

————————————-

4. Kuasa Nabi Terhadap Makanan

Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mengawasi pasukan Muslimin yang sedang membuat parit, ada sebuah batu yang tidak dapat dihancurkan. Lalu seketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kampak dan menghancurkan batu tersebut. Saat pukulan pertama, batu itu mengeluarkan cahaya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir. Sama halnya dengan pukulan kedua dan ketiga

Para sahabat bertanya, ” ada apa ya Rasulullah, ketika kau memukul batu itu engkau bertakbir? ”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ” saat aku melihat cahaya di pukulan pertama, aku melihat kita menaklukan negri syam, pukulan kedua aku melihat kita menaklukan Yaman dan Persia, dan pukulan ketiga aku melihat kita menaklukan seluruh dunia”

Setelah itu, ada beberapa orang sahabat berkata kepada Nabi bahwa mereka lapar. Mereka memperlihatkan 2 batu yang mereka ikat di perut mereka. Dan Nabi menunjukkan ada 3 buah batu yang beliau ikat di perutnya. Kemudian salah satu sahabat bernama Jabir berkata, ” sungguh telah menimpa sesuatu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak layak untuk kita lihat”

Kemudian Jabir pulang menuju ke rumahnya dan bertanya kepada istrinya, ” makanan apa yang kita punya wahai istriku? ”

” kita hanya punya 2 setengah kilogram gandum. Dan di samping kita masih memiliki seekor kambing. Jika kau ingin sembelih, maka sembelihlah ”

Kemudian Jabir berkata, ” kalau begitu masaklah “. Istrinya berkata, ” undanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk makan bersama kita. Dan jangan permalukan saya, undanglah 4 sampai 5 orang sahabat makan bersama kita ”

Jabir pun kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata kepada Nabi, ” ya Rasulullah, di rumahku ada sedikit marak untuk kita makan. Datanglah bersama 4 sampai 5 orang sahabatmu ke rumahku ”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ” ini merupakan keberkahan “. Kemudian beliau naik ke atas bukit dan berkata, ” hai Muhajirin dan Anshor, kita diundang untuk makan di rumah Jabir”

Jabir keheranan, ” Ya Rasulullah, Muhajirin dan Anshor? “. Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata, ” iya. Pulanglah ke rumahmu dan kami akan datang. Tapi ingat, jangan kau sentuh makanan itu. ” Kemudian Jabir pulang ke rumah dan berkata kepada istrinya,” wahai istriku, kita dipermalukan. Rasulullah akan datang bersama Muhajirin dan Anshor”

” bukankah aku sudah bilang 5 orang sahabat saja? ” kata istrinya. Jabir pun menjawab, ” bukan aku yang mengatakannya. Rasulullah yang mengatakannya”. Istrinya bertanya, ” apakah ada pesan dari Rasulullah? ” kata Jabir, ” iya, jangan kau sentuh makanannya ”

Kemudian saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau menyuruh Jabir untuk mendatangkan banyak pembuat roti. Istrinya berkata, ” ya Rasulullah, saya sendiri juga cukup” . Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya, Jabir pun melaksanakan perintahnya. Kemudian Nabi berkata, ” masuklah setiap giliran 10 orang saja dan berikutnya 10 orang lagi ”

Pada saat itu Jabir melihat tidak berkurang sedikitpun marak yang diberikan kepada seluruh orang hingga aku melihatnya berkurang saat giliranku makan

————————————–

5. Kuasa Nabi Terhadap Air

Ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak pulang ke Madinah untuk berwudhu. Saat itu air sangat sulit dicari. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta untuk disiapkan seember air untuknya berwudhu. Para sahabat berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , ” ya Rasulullah ,setelah kau berwudhu dengan air itu, maka kami semua pasti akan memperebutkannya ”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tanggannya di ember tersebut dan tiba-tiba mengucur air dari jari-jari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga air itu tumpah-tumpah

————————————–

6. Peristiwa Isra’ Mi’raj

Saat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat dari Allah subhanahu wa ta’ala

————————————–

7. Al-Qur’an

Al-Qur’an adakah mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling agung

—————————————

PENUTUP

Kebanyakan umat Islam menganggap mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah Al-Qur’an. Benar adanya, karena Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, ternyata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai banyak mukjizat lainnya yang jarang kita ketahui.

Sudah banyak ayat-ayat dari Al-Qur’an yang menyebutkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembawa berita gembira bagi yang beriman dan pembawa peringatan bagi yang tidak beriman. Risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penyempurna dari risalah Nabi-Nabi sebelumnya. Maka kita patut meyakini dan mengimani kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan-Nya

Wallahu a’lam bishowab

————————————–

Dodi – Maa HaaDzaa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.