Istiqomah Dalam Ketaqwaan

0
33

👤 Ustadz Amir As Sorondji, L.c MPD.I Hafidzhahullâh Ta’âlâ.

📆 Ahad,  17 Shafar 1439 H / 05 November 2017
⏰ Ba’da Maghrib – Isya
🕌 Masjid Nurussalam, Jl. Garuda, Komplek Hankam Slipi (Samping RS Patria IKKT), Jakarta Barat.

====================

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
[HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih]

di dalam hadist ini Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menggabungkan antara Hak Allah dengan Hak Hamba-hamba-Nya. Adapun Hak Allah adalah “Betakwalah kamu kepada Allah”.

1. Hak Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ.

Seluruh manusia yang ada dimuka bumi ini wajib bertakwa kepada Allah, baik yang beriman maupun yang belum beriman, entah itu Pemimpin, Rakyat, Kaya, miskin, dll.

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman dalam Surah An-Nisa Ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman dalam Surah Al-Ahzab Ayat 70:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”

Takwa merupakan wasiat para Nabi dan Rasul.

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman dalam Surah Al-Baqarah Ayat 177:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Orang yang Bertakwa itu adalah orang yang Beriman dan Beramal Shaleh.

Takwa yang dituntut adalah:

1. Bertakwa kepada Allah disetiap waktu/setiap saat.

2. Bertakwa kepada Allah disetiap tempat.

3. Bertakwa kepada Allah dalam setiap kondisi (Sehat maupun sakit, Muda maupun Tua, Miskin maupun Kaya).

Istiqamah dalam Ketaqwaan itu tidak mudah karena Iman itu naik turun.

Kebaikan yang sangat agung yang dapat menghapuskan dosa-dosa, kesalahan-kesalah Hamba-Nya adalah dengan Bertaubat.

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman dalam Surah At-Tahrim Ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

Taubatan Nasuha yang memenuhi Syarat adalah:
1. Ikhlas karena Allah Tabâraka Wa Ta’âlâ.
2. Meninggalkan maksiat.
3. Menyesalinya.
4. Bertekad tidak mengulanginya.
5. Bertaubat kepada Allah sebelum waktunya (ajalnya) tiba.
6. Perbanyak melakukan kebaikan-kebaikan. Karena kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan dosa-dosa, sebagaimana Firman Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dalam Surah Hud Ayat 114:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.”

Diantara perkara-perkara yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan adalah dengan Musibah, tatkala kita ditimpa Musibah kita Bersabar.

Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah Radhiyallâhu ’Anhuma, dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573.

2. Hak Hamba-hambanya.

Yakni berinteraksi dengan yang lain dengan Akhlak Mulia.

Rasulullah adalah contoh hamba terbaik yang memiliki Akhlak Mulia kepada yang lain, diantaranya:

1. Kepada Isterinya.

‘Aisyah Radhiyallâhu ‘Anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].

2. Kepada Pembantunya.

Sebagaimana diungkapkan dalam Musnad Imam Ahmad, Anas bin Malik Radhiyallâhu ‘Anhu berkata,

خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَمَا كُلُّ أَمْرِي كَمَا يُحِبُّ صَاحِبِي أَنْ يَكُونَ مَا قَالَ لِي فِيهَا أُفٍّ وَلَا قَالَ لِي لِمَ فَعَلْتَ هَذَا وَأَلَّا فَعَلْتَ هَذَا

“Aku melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun dan tentunya pekerjaanku tidak semuanya sesuai dengan perintah beliau, tapi beliau tidak pernah membentakku dengan mengatakan ‘dasar kau’ dan tidak pula beliau berkeluh dengan mengatakan, ‘mengapa kau lakukan ini?’, dan ‘mengapa tidakkah kamu melakukan seperti ini?.”
(Hadits Riwayat Imam Ahmad.)

Termasuk Akhlak Mulia:
– Tidak menyakiti orang lain.
– Berbuat baik kepada orang lain.
– Bersabar ketika disakiti orang lain.
– Memaafkan kesalahan orang lain.
– Berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita.

Wallâhu A’lam.

◽◽◽◽◽◽◽◽

✍ محمد رضوان

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus Ikhwan https://chat.whatsapp.com/89Mko5aQrhp8U6ZbTc73bL
WhatsApp Group khusus Akhwat https://chat.whatsapp.com/ISGS0GMSI8NBmgZOmAZMiG

Silahkan disebarluaskan tanpa mengubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

Tinggalkan Balasan