Indahnya Menjalin Hubungan Dengan Sang Pencipta

0
1073

Review Kajian Sunnah Maa Haadzaa
Masjid Manarul ‘Amal, Universitas Mercu Buana
Senin, 21 Maret 2016
Ust. DR. Khalid Basalamah, MA

INDAHNYA MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SANG PENCIPTA


Jika kita mempunyai teman yang selalu mendengar cerita kita dan selalu memberikan solusi yang positif di setiap masalah yang sedang kita hadapi, kita pasti sepakat kalau kita akan merasa tidak nyaman jika tidak bicara dengannya sehari saja

Pernahkah kita berpikir, siapa yang menciptakan segala sesuatunya yang ada di dunia ini ? Ambil saja contoh saat kita membeli seekor ayam dari pasar. Yang kita pikirkan hanyalah memilih ayam yang gemuk, sehat, dan dagingnya empuk untuk dimakan. Pernahkah kita berpikir, siapa yang membuat bulunya bercorak ? bagaimana warna bulunya bisa tersusun rapi ? Dan siapa yang menciptakan fisiknya dengan pelatuk dan sayapnya ?

Contoh yang lain. Bayangkan oksigen yang kita hirup selama ini. Yang kita tahu hanya menghirup oksigen dan mengeluarkannya sebagai hasil pembakaran. Pernahkah kita berpikir, siapa yang mengatur sistem pernapasan seperti itu ? Siapa yang menciptakan organ tubuh dalam kita dan siapa yang mengatur sistem segala organ tubuh kita ?

Saat kita lapar atau merasa kenyang, siapakah yang menciptakan rasa itu ? Bagaimana jika manusia tidak memiliki rasa ? Maka kehidupan manusia akan sangat terganggu

Dia adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Dia lah yang menciptakan makhluk, sistem di dalam tubuh kita, dan yang menciptakan rasa yang ada di dalam tubuh kita. Seseorang yang beriman yang sangat mengenal Tuhannya akan sangat bahagia walaupun dia hidup sendiri di dunia ini

Allah menjadi teman curhat bagi hamba-Nya yang beriman setiap hari. Segala kesulitan kita ceritakan kepada-Nya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan solusi terbaik untuk kita

Mari kita mengambil pelajaran dari manusia yang paling baik akhlaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di Mekkah kurang lebih selama 13 tahun. Dan hanya sekitar 70 orang yang mengikutinya. Setelah kurang lebih 9 tahun berdakwah,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai merasakan dakwahnya di Mekkah sudah sangat sulit dan sukar. Akhirnya Beliau berjalan kaki pergi ke kota Thaif untuk menyebarkan dakwahnya.

Beliau bertemu dengan beberapa pimpinan suku Thaif. Dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga ditolak disana. Beliau sempat diikuti oleh pamannya Abu Lahab sampai ke Thaif. Lalu Abu Lahab mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pendusta. Dia menyebar fitnah kepada kepala suku Thaif agar dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditolak

Kemudian para pimpinan suku Thaif memerintahkan prajuritnya untuk merajam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dilempari batu sampai kakinya berdarah-darah. Kemudian Beliau kembali ke Mekkah dengan luka-luka yang cukup parah di kakinya. Beliau duduk di bawah sebuah pohon dan mengeluh hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Beliau sempat ingin meminta tolong kepada Gubernur Persia bernama Badzan yang berada di Irak. Tapi sayangnya gubernur itu berada di bawah naungan Persia meskipun dia seorang Muslim. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a

” Ya Allah, kemana kau akan bawa tubuhku ? ke masyarakat yang tidak jelas atau ke masyarakat Mekkah yang menolakku ?”

Kemudian Malaikat Jibril turun bersama malaikat gunung dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ” wahai Rasulullah, saya datang membawa pesan dari Tuhanmu. Jika kau ingin memerintahkan malaikat gunung ini untuk membenturkan dua gunung itu, maka perintahkanlah dan mereka akan binasa. Allah sudah mengizinkanmu ”

Tapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan justru berharap akan ada yang masuk Islam dari kota Thaif. Dan do’a beliau di ijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Banyak akhirnya yang masuk Islam dari kota Thaif, salah satunya adalah Abu Hurairah, periwayat hadits Nabi shallallahu “alaihi wa sallam yang paling banyak meriwayatkan hadits

Betapa sabar dan lembutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Beliau didzalimi oleh orang-orang dari suku Thaif, Beliau hanya mengeluh dan berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala.Tidak ada tempat lain untuk mengeluh kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Salah satu pesan dari kisah ini adalah seorang Mukmin tidak akan pernah berhenti dalam berlomba-lomba meraih kebaikan sebelum orang itu bisa masuk ke dalam Surga
Ada beberapa kisah yang bisa kita ambil Ibrah ( pelajaran ) di dalamnya
KISAH SEORANG PEMUDA IRAK

Ada seorang pemuda di Irak yang memiliki kesempurnaan fisik. Dia dikenal shaleh dan sangat tampan, bersih, tinggi badannya, putih kulitnya, dan lain-lain. Wanita-wanita disana sangat kagum akan keindahan fisiknya dan kemuliaan akhlak shalehnya. Wanita nakal pun sampai-sampai rela membayarnya untuk berzina dengannya, Subhaanallah

Di sana juga terdapat seorang wanita yang cantik dan kaya raya. Dia adalah istri dari seorang Raja yang terkenal di Irak. Suatu hari, sang Raja pergi meninggalkan istrinya yang cantik ini. Setiap hari pemuda ini selalu melewati rumah wanita cantik ini karena satu arah dengan masjid yang ia kunjungi. Lalu wanita ini mengatur siasat untuk memfitnah pemuda ini. Siasat ini direncanakan agar ia bisa berzina dengan pemuda ini

Lalu wanita ini mengatakan kepada dayang-dayangnya, saat pemuda ini melewati rumahnya, suruh pemuda itu masuk dan katakan kalau ada orang yang sedang sakit di rumah ini dan tidak ada laki-laki yang bisa membawanya ke tabib. Saat pemuda ini melewati rumahnya, keluarlah beberapa dayangnya dan meminta tolong kepada pemuda ini dan pemuda ini lillahi ta’ala masuk ke dalam rumah itu

Kemudian dayang-dayang ini mengunci pintu gerbang dan akan menyebar fitnah baru. Jikalau pemuda ini tidak mau berzina dengan tuannya, maka saat pemuda ini keluar gerbang mereka akan mengatakan bahwa pemuda ini telah berzina dengan 5 dayangnya dan termasuk tuannya. Sementara itu wanita cantik pemilik rumah ini sudah berhias dengan pakaian zinanya dan memakai banyak wewangian

Pemuda ini menolak, saya tidak akan melakukannya. Sungguh ini adalah haram di hadapan Allah

Dalam keadaan terjepit, pemuda ini berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dibebaskan dari fitnah yang akan ia terima jika keluar dari rumah itu. Doa pemuda ini di ijabah oleh-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala selalu menyelesaikan masalah hamba-Nya dengan cara yang unik dan tidak diduga. Pemuda ini tiba-tiba mulas dan meminta izin ke kamar mandi. Dipersilahkan oleh wanita itu, tapi setelah keluar dari kamar mandi, wanita ini tetap ingin berzina dengannya

Pemuda ini berpikir bagaimana caranya agar dia bisa bebas. Kemudian setelah membuang hajatnya, dia berpikir untuk melumuri badannya dengan kotorannya sendiri. Lalu dia melakukannya. Saat keluar kamar mandi wanita itu berkata ” Apa-apaan kau ini, melumuri tubuhmu dengan kotoran! ”

” memang beginilah saya ucap pemuda itu ”

Kemudian wanita itu mengusir pemuda ini dari rumahnya karena dianggap jorok. Dan pemuda ini terbebas dari fitnah karena doa nya kepada Allah subhanahu wa ta’ala
KISAH MUHAMMAD BIN SIRIN ( AHLI TAKWIL MIMPI )

Muhammad bin Sirin adalah ulama besar sekaligus seorang pedagang. Di tokonya Beliau menjual gandum dan kurma serta kebutuhan pokok yang lain. Banyak pedagang yang ingin membuka toko di samping tokonya karena selain menjadi sesama pedagang, Beliau juga ulama besar yang bisa dijadikan tempat konsultasi

Beliau adalah seorang yang selalu menjaga baik hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Suatu hari, datang seorang pedagang non Muslim yang menawarkan keju untuk dijual oleh Muhammad bin Sirin. Pedagang ini tidak mau menawarkan kepada pedangang lain karena dia berpikir Muhammad bin Sirin adalah ulama besar, maka akan banyak yang membeli kejunya jika Muhammad bin Sirin yang menjualnya

Jika Muhammad bin Sirin membelinya, maka Muhammad bin Sirin akan mendapatkan untung sebesar 40 ribu dirham. Karena syubhat, Muhammad bin Sirin membatalkan transaksi dengan pedagang itu. Beliau takut keju itu mengandung unsur haram karena tidak jelas asalnya darimana

Keesokan harinya, ada seseorang yang membeli sesuatu di toko Muhammad bin Sirin dengan harga 2 dirham, harga yang sangat murah. Kemudian orang itu lupa membayar. Orang itu sudah merasa membayar barang yang dibelinya. Tapi dengan ucapan yang tegas, “Demi Allah, kau belum membayar barang yang kau beli tadi “, Ibnu Sirin bersumpah kalau orang itu belum membayar

Mereka berdua berdebat sampai seluruh orang-orang di pasar melihatnya. Lalu akhirnya orang itu membayar 2 dirham karena saking malunya. Salah satu pedagang berkata kepada Ibnu Sirin

” hai Ibnu sirin. Kemarin kau menolak keuntungan 40 ribu dirham dari orang yang menawarkan keju kepadamu. Tapi sekarang kau bersumpah atas nama Allah hanya karena 2 dirham saja? ”

Lalu Ibnu Sirin berkata,” saudaraku, saya akan bersumpah karena makanan itu haram jikalau dia makan sementara dia belum membayarnya. Dan saya menolak 40 ribu dirham karena saya takut akan menjadi haram untuk saya dan saudara-saudara saya jika saya menjual barang yang saya ragu kepada barang tersebut ”

Betapa mulianya beliau yang tidak ingin menjual barang yang dianggapnya syubhat ( meragukan ). Ada kisah lain tentang Muhammad bin Sirin yang bisa diambil ibrahnya (pelajaran)

Suatu hari Ibnu Sirin ditawari 250 kg madu asli yang berada di dalam gentong oleh seorang pedagang. Saat itu Ibnu Sirin belum memiliki uang untuk membayarnya. Kemudian pedagang itu memberikan tempo waktu membayar setelah 3 bulan. Saat malam hari, Ibnu Sirin mentup tokonya dan lupa menutup gentong madu tersebut. Kemudian keesokkan harinya Beliau melihat ada tikus kecil yang mati di dalam gentong tersebut. Kemudian tanpa ragu beliau mengalirinya di sungai. Ada warga yang melihat dan keheranan dengan yang dilakukan Ibnu Sirin

Lalu salah satu warga berkata kepada Ibnu Sirin, ” kenapa kau membuang madu itu hai Ibnu Sirin, kau hanya tinggal membuang tikusnya, membuang sebagian atasnya dan menjualnya lagi ”

Ibnu Sirin berkata,” Demi Allah, jika saya menjualnya ke saudara-saudara Muslim saya, saya takut di setiap tetes madu itu sudah tercemar oleh tikus yang mati itu. Jika itu terjadi, maka saya akan dihukum ”

Lalu pedagang yang mempunyai madu datang dan menagih uang kepada Ibnu Sirin. Sementara itu Ibnu Sirin belum memiliki uang. Kemudian pedagang itu memberikan kesempatan 3 minggu lagi nuntuk membayarnya. Setelah 3 bulan,Ibnu Sirin belum juga memiliki uang untuk membayarnya. Kemudian Ibnu Sirin dibawa ke hakim dan pedagang itu meminta Ibnu Sirin untuk dipenjarakan

Ibnu Sirin dengan lapang dada menerimanya. Kemudian Ibnu Sirin dipenjara dan membawa rasa simpatik para warga dan pedagang di pasar. Dengan keikhlasannya, Ibnu Sirin berkata, ” saya akan terus disini sampai Allah subhanahu wa taala menyelesaikan urusan saya ”

Kemudian warga berdatangan dan memberikan banyak sumbangan kepada Ibnu Sirin. Hutang Ibnu Sirin terbayar, bahkan dia mendapat kekayaan yang melebihi dari sebelumnya. Bahkan beliau bisa membeli lebih dari 250 kg madu yang pernah ditawarkan kepadanya

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Muhammad bin Sirin. Ada seseorang yang pernah menjadi bahan nasihat oleh Ibnu Sirin. Dia adalah Hajjaj bin Yusuf. Dia dikenal sebagai seorang pembunuh sahabat Nabi dan para ulama-ulama besar. Suatu ketika murid Muhammad bin Sirin mencaci maki atas kejahatan Hajjaj bin Yusuf. Kemudian Ibnu Sirin memberikan nasihat kepada muridnya

” diam, jaga mulutmu saudaraku. Orang yang kau bicarakan sekarang sedang berjalan menuju Tuhannya. Dan kau juga sedang berjalan menuju Tuhanmu. Kelak di hari kiamat, kau akan melihat timbanganmu. Dosa kecilmu bisa jadi lebih berat daripada dosa besar yang dilakukan Hajjaj. Ingat di saat itu orang-orang akan mengurus dirinya sendiri. Bahwa Allah akan mengambil secara paksa dari Hajjaj dari orang-orang yang diambil haknya. Dan Allah akan menolong Hajjaj dari orang-orang yang mendzaliminya. Oleh karena itu, jangan kau sibukkan diri dengan membicarakan atau mencaci maki orang yang tidak kau kenal ”

Nasihat ini begitu luar biasa maknanya. Dan bisa menjadi sebuah bahan renungan bahwasanya kita tidak boleh meremehkan dosa-dosa kecil kita
KISAH IMAM NAWAWI

Suatu hari Imam Nawawi kedatangan salah seorang tetangganya. Kemudian tetangganya mengadu kepada Imam Nawawi kalau dia kehilangan kambingnya. Kemudian Imam Nawawi berkata kepada tetangganya,” kalau kau sudah menemukan kambingmu, kabarkan ke saya ”

Ternyata tetangga ini belum paham maksud dari perkataan Imam Nawawi. Tiga hari berlalu dan Imam Nawawi masih terus menanyakan kepadanya apakah kambingnya sudah ditemukan. Selama sebulan Imam Nawawi bertanya terus kepada tetangganya tentang kambingnya. Lalu tetangganya mendapat berita bahwa kambingnya mati tenggelam. Kemudian dia menyampaikan kabar tentang kabar kambingnya tersebut. Ternyata maksud dari perkataan Imam Nawawi adalah Beliau tidak mau makan kambing selama kambing tetangganya belum ditemukan. Karena beliau takut kambing yang Beliau makan ternyata adalah kambing tetangganya. Masyaa Allah…
KISAH AMIR BIN SYURAHBIL ASY-SYABI

Amir bin Syurahbil adalah seorang yang dikenal pandai dan cerdas. Dia termasuk tokoh tabi’in di kalangan orang Muslim. Dia dikenal dengan nama Asy-Syabi. Beliau diangkat menjadi pendamping khalifah di masa itu yang bernama Abdul Malik bin Marwan.

Asy-Syabi pernah melihat khalifah memenjarakan seseorang tanpa penyebabnya, langsung dipenjarakan saja. Kemudian beliau berkata, ” Kalau kau menahan mereka secara dzalim sedangkan mereka tidak bersalah, maka Allah yang akan mengeluarkannya. Jikalau kau memang benar dan dia salah, maka memaafkan adalah cara yang lebih baik ”

Suatu hari beliau dikirim kepada Kaisar Romawi untuk menyampaikan surat dari khalifah. Beliau melihat kemegahan dari kerajaan Romawi dan mengagumi kemegahan itu. Sesampainya beliau kepada Kaisar Romawi, Kaisar ini pun tertarik dengan kecerdasan dan kepandaian dari Syurahbil Asy-Syabi. Kemudian Kaisar Romawi menyampaikan surat juga kepada Syurahbil untuk disampaikan kepada sang khalifah. Dan beliau diberi amanat untuk tidak membuka surat itu sebelum sampai ke tangan khalifah Abdul Malik bin Marwan

Sesampainya beliau kepada Amirul mukminin, beliau menyampaikan surat yang dititipkan kepadanya untuk Amirul Mukminin. Kemudian sang khalifah membaca suratnya dan bertanya kepada Syurahbil

“Apakah engkau tahu apa isi dari surat ini?”

” saya tidak tahu. Saya mendapat amanah untuk tidak membukanya sebelum sampai ke tanganmu,” kata Syurahbil

” Dia menulis surat kepadaku, mengapa ada anak muda di tengah kaum Muslimin tidak menjadi khalifah ? ”

Yang dimaksud adalah Syurahbil pada surat itu. Lalu sang khalifah bertanya kembali ,” apa kau tahu maksud dari surat ini ? ”

” dia iri kepadaku karena memiliki pendamping sepertimu. Dan dia bermaksud mempengaruhiku untuk menyingkirkanmu dari sini ”

Ternyata kecintaannya terhadap ilmu dapat menaikan derajatnya yang hampir setara dengan ulama-ulama senior lainnya. Oleh karena itu, menuntut ilmu sangatlah penting karena dapat menaikan derajat kita di mata Allah subhanahu wa ta’ala
KISAH ATHA’ BIN RABBAH

Atha’ bin Rabbah adalah termasuk dari kalangan ulama yang besar. Penampilannya tidak seperti ulama lain pada zamannya. Orangnya kurus, rambutnya keriting, kaki kanannya pincang, dan mata kanannya rusak

Pada saat itu, Sulaiman bin Abdul Malik ( anak dari Abdul Malik bin Marwan ) yang menjadi khalifah. Suatu hari, sang khalifah membuat suatu aturan bahwasanya tidak boleh mengeluarkan fatwa di musim haji kecuali Atha’ bin Rabbah

Kemudian sang khalifah ingin mendatangi Atha’ bin Rabbah di kemahnya. Sudah banyak orang-orang mengantri di depan kemahnya untuk meminta fatwa dari Atha’ bin Rabbah. Lalu sang Amirul Mukminin mendahului antrian dan Atha’ bin Rabbah bertanya kepada sang khalifah

“ Untuk apa datang kesini ? kau datang untuk bertanya masalah pribadi atau yang lain ?”

Amirul Mukminin menjawab bahwa dia ingin meminta fatwa dari beliau tentang masalah pribadinya

“baiklah, keluar dari tenda ini dan mengantrilah seperti yang lain.” Ucap Atha dengan tegasnya

Kemudian sang khalifah mengantri seperti rakyatnya yang biasa. Dayang-dayangnya merasa jengkel atas perbuatan Atha’ bin Rabbah. Kemudian sang khalifah berkata kepada dayang-dayangnya

” Saya tahu kalian jengkel. Ketahuilah apa yang dilakukannya adalah benar. Dan tidak ada perbedaan di kemah ini yang merupakan wilayahnya dia. Tak ada yang mengalahkan saya sebagai khalifah kecuali karena ilmu agamanya. Jangan marah kepadanya dan hormatilah dia ”

Kemudian kekhalifahan dipimpin oleh Hisyam bin Abdul Malik ( adik dari Sulaiman bin Abdul Malik ) dan tetap menempatkan Atha’ bin Rabbah sebagai ulama. Suatu hari Atha’ bin Rabbah menunggangi keledainya yang sangat tua. Pijakan kai pelananya hanya terbuat dari kayu biasa. Kemudian ada kereta kencana yang sangat indah melewatinya dan berhenti. Keluar dari kereta kencana tersebut seorang ulama bernama Atha’ bin Khurasan

Anaknya melihat ayahnya menemui orang yang dianggap buruk itu (Atha’ bin Rabbah). Kemudian mereka berpelukan sambil menanyakan kabar. Kemudian Atha’ bin khurasan mengatakan kepada anaknya agar dia tidak perlu ikut ke istana. Karena mereka berdua akan pergi ke istana Hisyam bin Abdul Malik. Lalu Atha’ bin Khurasan berkata, “kalau bukan karena Atha bin Abi Rabbah,saya tidak akan bisa bertemu dengan khalifah. Semua menyambut kedatangan Atha bin Rabbah”

Sesampainya di istana, Atha” bin Rabbah duduk berdampingan dengan Hisyam bin Abdul Malik di atas kursi singgasananya, sementara Atha” bin Khurasan duduk di kursi yangb lain. Kemudian sang khalifah bertanya tentang hajat mereka datang ke istana

” Mekkah tetangga Allah dan Madina terlambat pembagian hasilnya, selesaikanlah pembagian hasilnya,” kata Atha bin Rabbah menyampaikan hajat kaum Muslimin

” Adapun para Mujahidin yang mengamankan wilayah ini sehingga kalian bisa menikmati makanan kalian , bisa bebas berhubungan dengan istri-istri kalian mereka terlambat gajinya, maka selesaikanlah,” hajat lain yang disampaikan Beliau

Setelah banyak hajat kaum Muslimin yang disampaikan, Atha” bin Rabbah berdiri di depan Hisyam bin Abdul Malik dan mengatakan kalimat tegasnya

“Wahai Amirul Mukminin, kau dilahirkan dalam keadaan sendirian di rahim ibumu, dan kau akan dimatikan juga dalam keadaan sendirian di kuburmu, dan di hari kiamat kau pun akan sendirian mengurus dirimu dengan amalmu. Bertakwalah Amirul Mukminin ! ”

Mendengar kalimat itu, Hisyam bin Abdul Malik menangis. Kemudian Hisyam akan melakukan perintah yang diperintahkan oleh Atha’ bin Rabbah. Kemudian Atha” bin Rabbah pergi bersama Atha” bin Khurasan meninggalkan istana Hisyam bin Abdul Malik tanpa minum seteguk air pun. Sesampainya di pintu gerbang ada seorang sekretaris Hisyam bin Abdul Malik mengantarkan sekantong dinar emas kepada Atha” bin Rabbah. Kemudian Beliau menjawabnya,” Kami datang bukan untuk itu ”

Kisah Atha’ bin Rabbah menjadi sebuah pelajaran bahwasanya beliau selalu zuhud terhadap dunia dan lebih mementingkan kepentingan masyarakatnya
KISAH SUFYAN ATS-TSAURI

Seorang Amirul Mukminin meminta Sufyan Ats-Tsauri untuk menjadi hakim. Tapi dengan tegasnya Sufyan Ats-Tsauri menolak jabatan tersebut. Lalu beliau berkata kepada sang Amirul Mukminin , ” terima kasih sudah memilih saya menjadi hakim. Tapi saya tidak bisa karena saya takut menghakimi kaum Muslimin dan saya takut akan dihakimi oleh hakim yang sebenarnya kalau saya salah ”

Kemudian Amirul Mukminin kecewa dan berusaha untuk menangkapnya setelah beliau pergi. Beliau pergi ke Jazirah Arab, yaitun ke daerah Yaman. Beliau kehabisan bekal selama 3 bulan perjalanan ke Yaman. Kemudian beliau memasuki kebun kurma dan meminta pekerjaan kepada pemilik kebun kurma. Beliau mengatakan dia datang dari Hijaz. Beliau bekerja memetik dan mensortir kurma di kebun itu

Kemudian beliau bekerja selama 3 bulan di kebun kurma tersebut. Setelah 3 bulan bekerja dengan pemilik kebun itu, pemilik kebun itu memanggilnya dan menanyakan sesuatu

” apa perbedaan kurma di Hijaz dengan kurma di kebunku ? ”

” saya tidak tahu. Saya tidak pernah makan kurma di kebun ini karena saya tidak punya izin untuk memakan kurma disini ”

Pemilik kebun itu keheranan. Membayangkan bekerja di kebun kurma selama 3 bulan tetapi tidak pernah mencicipi satupun kurma di kebunnya. Lalu pemilik kebun itu sambil berkata, “apa kau ingin mencontoh Sufyan Ats-Tsauri ?”

Kemudian Sufyan Ats-Tsauri berhenti bekerja dari kebun itu dan kembali ke Mekkah. Kemudian datanglah seorang pengawal dari Amirul Mukminin bertanya kepada pemilik kebun itu. Pemilik kebun itu keheranan karena dia tidak pernah mencicipi kurmanya selama dia bekerja di kebunnya. Pengawal itu menanyakan ciri-cirinya dan dijelaskannya. Ternyata pemilik kebun itu baru sadar yang bekerja di kebunnya adalah Sufyan Ats-Tsauri

Di Mekkah, salah satu temannya melihat Sufyan Ats-Tsauri bersujud di depan Ka’bah. Setelah beberapa kali temannya mengelilingi Ka’bah, beliau belum bangkit dari sujud pertamanya. Saking banyaknya doa yang beliau panjatkan ketika beliau sujud. Saat bangun dari sujud pertamanya dan melanjutkan sujud keduanya, peristiwa itu terulang lagi. Sehingga Beliau dikenal sebagai ulama yang sujudnya paling lama

Kemudian Sufyan Ats-Tsauri bersumpah,” jangan sampai ada khalifah yang sampai ke Mekkah.” Allah subhanahu wa ta’ala mengijabah doanya dan saat itu khalifah yang memintanya menjadi hakim meninggal dunia
KISAH URWAH BIN ZUBAIR

Kisahnya berawal saat Beliau duduk bersama tiga orang sahabatnya di depan Ka’bah. Mereka sepakat membuat angan-angan yang positif. Abdullah bin Zubair berangan-angan menjadi khalifah di Hijaz. Adiknya ingin menjadi gurbernur di Khurasan, dan Abdul Malik ingin menjadi seorang Amirul Mukminin. Urwah mengatakan “angan-ngan kalian hanya tertuju kepada duniawi. Saya berangan-angan menjadi seorang ulama ”

Angan-angan Urwah bin Zubair pun jadi nyata. Begitu juga para sahabatnya. Suatu hari beliau bertemu dengan seorang Amirul Mukminin ternama bernama Al-Walid. Urwah bin Zubair berbincang-bincang dengan Walid. Anak Urwah bin Zubair sedang bermain-main dengan kuda Amirul Mukminin di kebunnya.

Tak lama kemudian datang salah satu dayang yang memotong pembicaraan Urwah dengan Walid. Dia menyampaikan kalau anak Urwah bin Zubair mati seketika karena seekor kuda menendang dadanya dan mati di tempat. Lalu Urwah bin Zubair hanya berkata,” semuanya adalah kehendak Allah subhanahu wa ta’ala ”

Kemudian Urwah menguburkan anaknya. Saat menguburkan anaknya, kaki Urwah bin Zubair terserang penyakit dari tanah tersebut. Kakinya berubah bengkak dan membusuk. Kemudian Urwah bin Zubair dibawa ke tabib. Tabib mengatakan bahwa kaki Urwah harus dipotong agar tidak menyebar ke seluruh tubuh Urwah. Urwah dibawa ke tempat khusus. Tabib itu memerintahkan Urwah untuk meminum khamr agar saat dipotong kakinya beliau tidak merasakan sakit karena tidak sadarkan diri. Tapi Urwah menolak perintah itu

Kemudian didatangkan orang-orang yang berbadan kekar untuk memegangi tubuh Urwah agar tidak meronta saat kakinya dipotong. Urwah pun menolak dan tidak memerlukan semua itu. Sang Tabib kehabisan akal dan meminta pendapat Urwah bin Zubair cara bagaimana yang beliau inginkan. Kemudian beliau berkata

” Potonglah kakiku saat aku berdzikir kepada Allah. Jika muka saya sudah memerah, maka segeralah kau potong kaki saya ”

Tabib itu mematuhinya. Kemudian Urwah bin Zubair berdzikir. Saking menikmatinya dzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala, wajah beliau berubah kemerahan. Saat itulah tabib memotong kakinya dengan pedang. Tabib itu merasa heran karena Urwah tidak sama sekali merasakan sakit ketika kakinya dipotong. Setelah selesai memotong kaki Urwah, tabib harus menghentikan darah yang masih mengucur di kakinya dengan minyak panas. Kemudian Urwah bin zubair kembali memberikan perintah yang sama

Tabib itu telah selesai melakukan tugasnya. Kemudian Urwah bin Zubair meminta kakinya dibawa ke hadapannya. Lalu beliau berkata, “sungguh tidak pernah sekalipun kaki ini melangkah ke tempat yang Haram ”

Sekilas Nasehat dari Urwah bin Zubair :
“Jangan sampai kalian mengarang dari apa yang kalian lihat. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahiku 4 orang anak, dan Allah hanya mengambil satu saja. Alhamdulillah. Dan dia memberikan 2 tangan dan 2 kaki. Maka segala puji bagi Allah kalau Allah subhanahu wa ta’ala hanya mengambil satu saja. Dia berikan lebih. Kalau saya mendapat satu kesulitan, sudah berapa kali Allah selamatkan saya…”
Salah satu kisah yang dialami oleh khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ada salah seorang kaum Muslimin masuk ke dalam majelisnya. Lalu di belakangnya ada seorang anak muda yang sangat persis dengan orang tersebut. Sehingga Amirul Mukminin berkata, “saya belum pernah melihat orang kembar seperti kamu. Apakah dia Saudara kembarmu? ”

Orang itu menjawab,” bukan ya Amirul Mukminin. Dia adalah anak saya. Anda akan lebih kagum dengan Allah jika saya ceritakan bagaimana dia lahir”

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu penasaran dan memintanya untuk menceritakannya.

“Pada saat 18 tahun yang lalu, anak saya lahir di kuburan. Saya pergi berjihad. Kemudian istri saya seperti belum ikhlas kalau saya berjihad. Lalu saya mendo’akan dan menitipkan anak saya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sembilan bulan saya pergi jihad. Saat saya kembali, saya mendengar kabar istri saya meninggal dunia dalam keadaan belum sempat melahirkan. Saya mengikhlaskannya. Sebelum saya pergi berjihad lagi, saya ingin melihat kuburan istri saya. Dari kuburan istri saya seperti keluar asap tipis. Saya bersumpah kepada Allah, bahwa istri saya adalah istri yang sholihah. Dan ini bukan merupakan tanda keburukan. Lalu saya bongkar kuburan istri saya, dan saya melihat ada seorang anak di dalamnya. Saya ambil anak itu. Mungkin kalau waktu itu saya katakan saya titipkan anak dan sitri saya, saya masih bisa bersama istri saya sampai saat ini ”

PENUTUP

Dari kisah-kisah tadi, kita bisa mengambil banyak ibrah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita selanjutnya. Para sahabat dan paran ulama yang sangat takut akan hukuman dari Allah subhanahu wa ta’ala dan selalu memegang prinsip hidup zuhud. Selalu mengeluh hanya kepada Allah semata dan selalu menganggap Allah subhanahu wa ta’ala sebagai teman curhat terbaik kita

Marilah kita selalu memperbanyak mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, karena hakikatnya Allah tidak akan pernah jauh dan tidak akan pernah lupa kepada hamba-Nya yang selalu mengingatnya
Dodi – Maa Haadzaa
www.maahaadzaa.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.