Hukum Shalat Tarawih Ngebut

0
99

Sahkah orang yang shalat tarawih sangat cepat? Karena ngejar target 23 rakaat.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala rasulillah, amma baโ€™du,

๐Ÿ”ฐ Pertama, kami mengingatkan bahwa islam lebih mengutamakan kualitas ibadah dari pada kuantitas ibadah.ย Sederhana namun bagus, lebih berharga dari pada banyak namun tanpa nilai. Allah berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฒููŠู†ูŽุฉู‹ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูู†ูŽุจู’ู„ููˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya._ (QS. Al-Kahfi: 7)

Di ayat lain, Allah juga berfirman,

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ู„ููŠูŽุจู’ู„ููˆูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽูŠู‘ููƒูู…ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง

_(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya._ (QS. Al-Mulk: 2).

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

ู„ูŠุฎุชุจุฑูƒู… { ุฃูŽูŠู‘ููƒูู…ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุนูŽู…ูŽู„ุง } ูˆู„ู… ูŠู‚ู„: ุฃูƒุซุฑ ุนู…ู„ุง ุจู„ { ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุนูŽู…ูŽู„ุง } ูˆู„ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนู…ู„ ุญุณู†ุง ุญุชู‰ ูŠูƒูˆู† ุฎุงู„ุตุง ู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ุŒ ุนู„ู‰ ุดุฑูŠุนุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…. ูู…ุชู‰ ูู‚ุฏ ุงู„ุนู…ู„ ูˆุงุญุฏุง ู…ู† ู‡ุฐูŠู† ุงู„ุดุฑุทูŠู† ุจุทู„ ูˆุญุจุท

Allah menguji kalian siapa diantara kalian yang paling bagus amalnya. Allah tidak berfirman, โ€™siapa yang paling banyak amalnyaโ€™ namun yang Allah firmankan, โ€™Siapa yang paling bagus amalnya.โ€™ Dan amal belum disebut bagus, hingga dikerjakan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai petunjuk syariat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika tidak ada salah satu dari dua syarat ini, maka amal itu statusnya batal dan hilang._ (Tafsir Ibnu Katsir, 4/308).

Oleh karena itu, para ulama sahabat, lebih menyukai bersikap sederhana ketika beramal. Dari pada berlebihan, namun tidak sesuai sunah. Karena mereka memahami, kualitas amal lebih diutamakan dari pada kuantitasnya.

Sahabat Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu mengatakan,

ุงู„ุงู‚ู’ุชูุตูŽุงุฏู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู

โ€œSederhana dalam mengikuti Sunnah itu jauh lebih baik dari pada berlebih-lebihan dalam mengerjakan amalan-amalan baru yang tidak pernah dicontohkan Nabi.โ€_ (as-Sunah karya al-Maruzi, no. 75).

Orang yang mengerjakan tarawih dengan ngebut, sementara mereka tidak bisa thumakninah, tidak bisa khusyu, tidak bisa menikmati ibadahnya, tidak bisa menghayati apa yang dibaca imam, merasa sangat tertekan ketika shalat, dst. semua ini indikasi bahwa shalatnya sangat tidak berkualitas. Jika alasannya hanya untuk mengejar target puluhan rakaat, berarti dia mengorbankan kualitas, demi mewujudkan kuantitas.ย Anda bisa perhatikan, apa yang bisa diharapkan dari model shalat semacam itu?

๐Ÿ”ฐ Kedua, lebih dari masalah di atas, orang yang mengerjakan shalat, namun dia tidak thumakninah, shalatnya batal dan tidak dinilai.

Tumaโ€™ninah dalam setiap gerakan rukun shalat merupakan bagian penting dalam shalat yang wajib dilakukan. Jika tidak tumaโ€™ninah maka shalatnya tidak sah. Dalil yang menunjukkan wajibnya tumakninah,

Hadis Musiโ€™ fi Shalatih (orang yang shalatnya salah). Diceritakan oleh Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid. Ternyata Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruh mengulangi shalatnya lagi. Ini berlangsung sampai 3 kali. kemudian Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah kareka dia tidak tumakninah. Dia bergerak rukuk dan sujud terlalu cepat. (HR. Bukhari 757, Muslim 397, dan yang lainnya)

Hadis dari Hudzifah radhiyallahu โ€˜anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah, โ€œSudah berapa lama anda shalat semacam ini?โ€ Orang ini menjawab: โ€œ40 tahun.โ€ Hudzaifah mengatakan: โ€œEngkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun.โ€ (karena shalatnya batal). Lanjut Hudzaifah,

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ู…ูุชู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูุตูŽู„ู‘ููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูŽู…ูุชู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ููุทู’ุฑูŽุฉู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ

โ€œJika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.โ€_ (HR. Ahmad 23258, Bukhari 791, An-Nasai 1312, dan yang lainnya).

Memahami hal ini, ngebut ketika tarawih, sampai tidak thumakninah ketika mengerjanakan rukun, seperti terlalu cepat ketika rukuk, iโ€™tidal, sujud, atau duduk diantara dua sujud, bisa menyebabkan shalatnya batal. Percuma target banyak, namun ternyata dinilai tidak sah secara syariat.

Sederhana, namun bisa menikmati, menghayati, dan lebih sempurna, lebih baik dari pada banyak, namun tidak berkualitas.

Demikian, Allahu aโ€™lam

๐Ÿ‘ค Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

๐Ÿ“จ Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

๐Ÿ•Œ Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/A7KvCjVzIWv2TFjWubv84b
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/KwldujXBjLm3MZ6FDI2eeh

Silahkan disebarluaskan tanpa mengubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.