Hadits ke 12: Meninggalkan Apa-apa Karena Allah

0
632
  • Sahabat yang paling banyak merawikan Hadits, mampu merekam kurang lebih 5000 hadits ( Abu syam diganti abdurrahman ( Abu Hurairah ) [ 9.AT-TAUBA  ] : 100 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”
  • Jangan menganggap remeh kebaikan sekecil apapun ” Nabi Muhammad “
  • Seseorang yang islamnya bagus meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat

[14.IBRAHIM 34-35]

  • [34] Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
  • [35] Dan (ingatlah ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

[Hal : 260]

  • Menghitung nikmat Allah itu mustahil <-> Mengsyukuri nikmatnya ialah Wajib
  • Doa yang paling banyak diulang Rasul Yaa Muqollibal Qulub Tabbit Qolbi ‘Ala Diinik
  • Pertanyaan 4 perkara yang ditanyakan Allah di Hari Kiamat salah satunya ( dari mana kamu dapatkan rezeki itu dan dipergunakan untuk apa…? ) , Dan disini pelajaran bagi kita untuk tidak mehambur-hamburkan uang dengan sia-sia seperti merayakan tahun baru , Membeli rokok Dan lain lain.
  • Sesungguhnya Allah melarang kalian durhaka kepada kedua orang tua, Allah melarang kita mengubur anak wanita hidup2, tidak mau memberikan zakat, mengemis, Allah membeci orang yang suka berbicara ( kata dia , kata mereka , kata fulan  ) juga Allah membenci orang yang banyak bertanya untuk menguji.
  • Doa besar yang ke-50 ( menyakiti orang muslimin dan mencela mereka )
  • Jangan menyakiti tetangga ( hadits yang Ma’ruf )

Lalu Bagaimana kita bisa menjauhi sesuatu yang sia-sia ?.. Tentu saja jawabannya dengan mempelajari Ilmu Islam (Sunnah) , mendatangi Majelis Ilmu dan sering membuka dan membaca Al-Quran dan memahaminya dengan pemahan Sahabat.

Karena sia-sia menurut kita belum tentu sia-sia di mata Islam.. maka tentu Kesia-siaan di dalam Keislaman kita lah yang harus di tinggalkan.

Elmo -Sahabat Imanuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.