Gambar Nasehat: Berdoalah Kepada-Ku Niscaya Akan Ku PerkenankanBagimu

0
490

Ayat tersebut secara tegas memerintahkan kepada kita untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengancam bagi siapa saja yang meninggalkan doa dengan azab yang pedih.
Doa secara bahasa berasal dari kata da`a yad`u du`aan, yang berarti meminta atau memohon. Manurut Syaikh Ibnu Taimiyyah, makna doa dalam al-Qur`an tidak keluar dari dua makna, yaitu makna ibadah dan permohonan. Kedua makna tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dengan demikian, doa dapat dikatakan sebagai bentuk ketundukan dan kefakiran seorang hamba untuk memohon kepada Dzat Yang Maha Agung, agar dikabulkan segala kebaikan yang diinginkan dan diselamatkan dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
Doa merupakan salah satu karunia terbesar yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para hamba-Nya. Dia-lah yang mengajari hamba-Nya bagaimana seorang hamba mengadu dan meminta kepada-Nya. Do`a adalah senjata, benteng, obat dan pintu segala kebaikan. Hanya orang bodoh dan sombong yang menyia-nyiakan doa. Padahal doa merupakan pantulan keluasan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para hamba-Nya. Bahkan doa mampu menolak takdir atas izin Allah. Maka pantaslah jika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam kepada orang yang enggan berdoa dengan azab pedih karena keengganan itu tidak lain adalah bentuk kesombongan kepada Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda.”Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”.(HR. Tirmidzi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.