Dialah Contoh Sukses Dunia Akhirat

0
759

Review Kajian Sunnah Maa Haadzaa
Senin, 25 Juli 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Minhajul Muslim
Pasal 9
BERIMAN KEPADA KERASULAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

====================

DIALAH CONTOH SUKSES DUNIA AKHIRAT

====================

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia terbaik dan manusia pilihan yang Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan. Umatnya pun adalah umat pilihan. Seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :

“Surga diharamkan oleh Allah bagi seluruh Nabi sebelum aku memasukinya. Dan diharamkan bagi seluruh umat, hingga umatKu terlebih dahulu memasukinya.” ( At-Thabraniy dan Ad-Daruqutny meriwayatkan dari Umar )

Kelebihan fisik Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga disebutkan dalam hadits

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bukan orang yang tinggi sekali, dan tidak pula pendek. Tidak juga putih sekali, dan tidak berwarna coklat. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Beliau diutus Allah ketika berusia empat puluh tahun dan menetap di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Beliau wafat ketika berusia enam puluh tahun sementara di rambut kepala dan janggut beliau tidak lebih dari dua puluh helai uban.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari hadits di atas merupakan gambaran umum dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Secara detailnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kulit yang putih dan pipi kemerah-merahan. Alisnya tebal bagai busur panah, matanya besar dan bola matanya hitam pekat. Bahkan para sahabat pernah mengatakan dapat bercermin di mata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena jernihnya mata beliau

Hidungnya lancip, dahi yang tidak oval dan tidak juga bulat. Badannya kekar dan dadanya bidang, dan rambutnya hitam berombak serta lebat

Suatu riwayat ketika Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sedang melihat bulan di hari ayamul bidh, bulan terlihat sangat indah sampai beliau tidak mau memalingkan pandangannya. Namun, ketika itu beliau melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari pintu rumahnya mengenakan jubah berwarna merah, Abdullah bin Mas’ud mengatakan ” wajah beliau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ) lebih indah dari bulan itu”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi 10 kekuatan laki-laki. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata saat perang Badr, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melempar lembing dengan kencang hingga pasukan Quraisy takut menghadapinya

Beliau juga berkata, ketika perang berkecambuk kami selalu berlindung di belakang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Nabi Muhammad memiliki sifat keberanian. Riwayat mengatakan pada saat malam hari, di Madinah terdengar suara gemuruh. Para sahabat menduga bahwa mereka sedang diserang oleh pasukan yang jumlahnya banyak. Kemudian pintu kota Madinah terbuka, dan para sahabat menunggu instruksi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seketika itu juga para sahabat melihat seseorang menunggangi kudanya dengan obor di tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya datang menghampiri mereka. Seketika itu juga suara gemuruh hilang dan terlihat yang menunggangi kuda itu adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan keberaniannya beliau menghadapi pasukan sendirian

Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, tidak terlihat rambut putih pun kecuali hanya 3 lembar. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan :

” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah marah jika menyangkut dengan haknya. Beliau marah ketika hukum Allah subhanahu wa ta’ala dilanggar ”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah juga berniat menshalatkan seorang yabg meninggal dalam keadaan munafik. Ketika beliau hendak menyalatkannya, Umar bin Khattab melarang, ” wahai Rasulullah ,ia ini orang yang munafik. Jangan shalatkan dia”. Kemudian beliau menjawab ” Aku ingin shalat wahai Umar”. Hingga turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang melarang seorang Nabi shalat untuk orang munafik yang telah meninggal. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 84 :

وَلا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ;;’’ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

” Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang pun yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik ”

Dari banyak penjelasan di atas, bisa kita ketahui bahwa fisik dan akhlak beliau sangat mulia hingga beliau pantas untuk dicintai. Kebahagian seorang lelaki Muslim adalah dapat mencontoh akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kebahagiaan seorang Muslimah adalah mencontoh akhlak istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dua hal yang dapat mempengaruhi manusia, yaitu perasaan dan akal

Perasaan harus tunduk kepada akal. Dan akal harus tunduk kepada syariat

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak dapat membaca dan menulis. Orang-orang orientalis mengatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarang Al-Qur’an dari Taurat dan Injil. Kemudian Allah berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 157 :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharam­kan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyunnahkan kita juga untuk mengetahui jalur nasab

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam memiliki julukan sebagai kekasih Allah

Nabi Muhammad diberikan mukjizat oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan dilebihkan dari Nabi yang lain. Karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk seluruh alam semesta, maka Allah subhanahu wa ta’ala memberikan mukjizat yang lebih

Salah satunya Allah memberikan Al-Kautsar ( telaga Rasulullah) kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga diberikannya Mahqomah Mahmudah (kedudukan yang mulia)

Berikut adalah dalil-dalil Naqli tentang Kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

DALIL NAQLI
————————————–

1. Kesaksian Allah subhanahu wa ta’ala bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu dari Allah

Allah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 166 :

لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

“(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), te­tapi Allah mengakui Al-Qur’an yang diiurunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah menjadi saksi.”

————————————–

2. Informasi dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang akhir kenabian, kewajiban untuk taat dan mencintainya, dan sebagai Nabi penutup

Surat An-Nisa ayat 170. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

” Wahai manusia, sesungguh­nya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepada kalian dengan (membawa) kebenaran dari Tuhan kalian, maka berimanlah kalian, itulah yang lebih baik bagi kalian. Dan jika kalian kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikit pun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah, Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”

Surat Al-Maidah ayat 19. Allah berfirman :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

” Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami menjelaskan (syariat Kami) kepada kalian ketika terputus pengiriman) rasul-rasul, agar kalian tidak mengatakan, “Tidak ada datang kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sesungguhnya telah datang kepada kalian pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ”

Surat Al-Anbiya ayat 107. Allah berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

” Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Surat Al-Jumu’ah ayat 2. Allah berfirman :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

” Dialah yang telah mengutuskan di kalangan orang yang Ummiyin, seorang Rasul dari bangsa mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, dan membersihkan mereka, serta mengajarkan mereka Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Nabi Muhammad) itu adalah dalam kesesatan yang nyata.”

Surat Al-Fath ayat 29. Allah berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

” Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu meihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat, adapun sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil adalah seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar ”

Surat Al-Furqon ayat 1. Allah berfirman :

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

” Mahatinggi Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia) ”

Surat Al-Ahzab ayat 40. Allah berfirman :

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

” Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ”

Firman Allah tentang Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Surat Al-Kautsar ayat 1, Allah berfirman :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

” Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak ”

Surat Adh-Dhuha ayat 5, Allah berfirman :

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى

” Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu. ”

Cara memperoleh kedudukan yang mulia. Surat Al-Isra’ ayat 79, Allah berfirman :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

” Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Kewajiban patuh kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Surat An-Nisa ayat 59, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

” Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya. ”

Diperintahkan untuk lebih mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan dengan yang lain. Surat At-Taubah ayat 24, Allah berfirman :

قُلْ إِنْ كانَ آباؤُكُمْ وَأَبْناؤُكُمْ وَإِخْوانُكُمْ وَأَزْواجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوالٌ اقْتَرَفْتُمُوها وَتِجارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسادَها وَمَساكِنُ تَرْضَوْنَها أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفاسِقِينَ

” Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak. saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. ”

Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah umat yang terbaik. Surat Al-Imran ayat 110, Allah berfirman :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

” Kamu adalah umat yang terbaik yang ditampilkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ”

Kedudukan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan pada Surat Al-Baqarah ayat 143, Allah berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

” Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat pertengahan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”

————————————-

MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Mukjizat adalah sesuatu yang berada di luar kemampuan manusia. Setiap Nabi memiliki mukjizat yang berbeda-beda. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan mukjizat kepada Nabi-Nabi-Nya sesuai keadaan kaumnya

Contoh seperti Nabi Musa ‘alaihis salam. Di zaman beliau sihir adalah hal yang paling banyak ada. Kemudian Allah memberikan mukjizat yang dapat mengalahkan semua sihir tersebut

————————————

1. MUKJIZAT BERUPA INFORMASI

Terbagi menjadi 3, yaitu yang belum terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi

……………………………………

INFORMASI YANG BELUM TERJADI

Contohnya seperti mimpi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ,tanda-tanda hari kiamat

————————————-

INFORMASI YANG AKAN TERJADI

Imam Bukhari meriwayatkan kisah kematian salah seorang pembesar Quraisy, yaitu Umayyah bin Khalaf

Salah seorang kepala suku Madinah, Sa’ad bin Mu’adz bersahabat dengan Umayyah bin Khallaf. Setelah hijrah ke Madinah dan memeluk Islam, Sa’ad hendak menemui sahabatnya di Mekkah. Sa’ad bin Mu’adz memberikan Surat kepada Umayyah bin Khalaf agar dia bisa masuk ke Mekkah karena ingin thawaf di Ka’bah

Sa’ad meminta kepada Umayyah agar saat beliau thawaf, tidak ada seorangpun yang berada di Ka’bah orang-orang dari Quraisy. Umayyah menurutinya. Ketika Sa’ad hendak thawaf, datanglah Abu Jahal ( Abu Hakam) melihat Sa’ad dan Umayyah berada di dekat Ka’bah. Kemudian Abu Jahal berkata kepada Sa’ad,  ” beraninya kau menginjak Mekkah. Sungguh aku ingin membunuhmu”

Mereka berdua berselisih hingga Umayyah bingung. Akhirnya Umayyah lebih memilih berpihak pada Abu Jahal dan berkata kepada Sa’ad, ” jangan kau angkat suaramu di depan Abu Hakam”. Kemudian Sa’ad memberi tahu informasi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Muhammad dan kaum Muslimin akan membunuh Umayyah. Kemudian Umayyah bertanya, “apakah benar informasi itu ? apakah ada informasi dimana aku akan mati? “. Sa’ad mengatakan tidak ada informasi sama sekali. Kemudian Umayyah bersumpah, ” Demi Allah, Muhammad tidak pernah berdusta”

Umayyah meninggalkan Abu Jahal dan dan Sa’ad kembali ke rumahnya. Kemudian dia mengatakan kepada istrinya apa yang diucapkan Sa’ad. Lalu istrinya bersumpah, ” Demi Allah, Muhammad tidak pernah berdusta”
Kemudian Umayyah bin Khalaf berjanji tidak akan keluar dari Mekkah

Tiga bulan berlalu, saat terjadinya Perang Badr. Perang Badr disebabkan karena harta kaum Muslimin yang tertinggal di Mekkah dirampas oleh kafir Quraisy dan dibagikan kepada petinggi-petinggi Quraisy. Saat itu khafilah Abu Sofyan diserang oleh kaum Muslimin. Pasukan Quraisy telah tiba di wilayah Badr dan Abu Jahal menemukan Umayyah masih berada di Mekkah bersama 300 orang pasukannya. Abu Jahal menegur Umayyah agar ikut berperang. Lalu Umayyah berkata, ” apa kau lupa apa yang dikatakan Sa’ad tiga bulan yang lalu? Saya tidak mau ikut berperang”

Kemudian dengan piciknya Abu Jahal kembali ke rumah mengambil Dupa dengan wangi-wangian wanita dan memberikannya kepada Umayyah. Umayyah tersinggung dan akhirnya ikut keluar berperang

Saat perang berkecambuk, Quraisy kalah. Abdurahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan Ghanimah. Kemudian Umayyah memanggilnya dan menawarkan harta yang lebih banyak kepada Abdurahman radhiyallahu ‘anhu jikalau ia mau menawan Umayyah. Seketika itu Bilal bin Rabbah radhiyallahu ‘anhu melihat Umayyah dan bersegera menghampirinya. Umayyah ketakutan. Kemudian Bilal berkata kepada Abdurahman,” hai Abdurahman, dia lah yang telah menyiksaku dahulu. Dia mati atau aku yang mati! ” Abdurahman menolak, ” dia adalah tawananku” kemudian Kaum Anshor datang menghampiri mereka dan Bilal menceritakan semuanya

Akhirnya Umayyah bin Khalaf terbunuh saat berusaha dilindungi oleh Abdurahman radhiyallahu ‘anhu

Saksi bahasan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebuah kemukjizatan

————————————–

INFORMASI YANG SEDANG TERJADI

Ikrimah, anak dari Abu Jahal bersedih ketika Quraisy kalah di Perang Badr. Kemudian dia menceritakan kepada Abdullah yang anaknya juga ditawan oleh kaum Muslimin. Lalu Abdullah berkata,” kalau saja ada yang mau menanggung hutangku dan istriku, maka aku akan membunuh Muhammad”. Ikrimah menanggung semua apa yang diminta oleh Abdullah dan Abdullah bergegas pergi ke Madinah

Datanglah Abdullah di di Madinah membawa pedang di punggungnya dan bersegera menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Nabi bertanya, ” apa maksud kedatanganmu? “. Kata Abdullah ” saya ingin menebus anak saya”. Nabi kembali bertanya, ” jika kau ingin menebus anakmu, yang berada di punggungmu adalah emas, bukan pedang. Apa maksud kedatanganmu? Abdullah berkata ” aku ingin menebus anakku”

Kemudian Nabi berkata, ” bagaimana seandainya kalau aku tahu bahwa Ikrimah sedang bersedih atas kekalahan Quraisy. Ayahnya meninggal dan anakmu ditawan. Sehingga kamu mengatakan kepada Ikrimah, ‘ siapa yang mau menanggung hutangku dan istriku, maka aku akan membunuh Muhammad’, dan Ikrimah menanggung semua yang kau minta”

Kemudian Abdullah terdiam dan bersyahadat. Para sahabat bingung dengan apa yang mereka bicarakan. Saat sahabat bertanya kepada Abdullah,ia menjawab ” bagaimana mungkin ada yang mengetahui pembicaaanku kepada Ikrimah selain kami berdua. dan aku bersaksi dia benar utusan Allah ”

Ikrimah gelisah menunggu berita dari Madinah sehingga melihat Abdullah pulang dengan wajah berseri. Kemudian Ikrimah bertanya, ” wajahmu sangat berbeda ketika engkau pergi dengan ketika engkau pulang. ada berita apa dari Madinah? ” Kemudian Abdullah bersyahadat di depannya dan Ikrimah pergi meninggalkannya

Saksi bahasan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui informasi yang sedang terjadi

————————————–

INFORMASI YANG SUDAH TERJADI

Berita kepada Yahudi di Perang Khaibar saat Khaibar berhasil ditembus

Saat itu Yahudi ingin meracuni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan meracuni makanan favoritnya yaitu paha kambing. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkumpul bersama sahabat hendak menikmati hidangan yang disajikan oleh Yahudi, Nabi tersentak melarang sahabat memakannya. Kemudian para sahabat bertanya, ” Ada apa ya Rasulullah ?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta dipanggilkan para pendeta-pendetanya. Kemudian Nabi bertanya kepada mereka, ” Apakah kalian akan jujur jika aku bertanya? ” jawab mereka, ” ya, tentu saja”

“Siapakah nama kakek kalian? ”
“Si fulan dan si fulan yang pemberani… “Yahudi menjawab
Lalu Nabi berkata ” kalian berdusta, nama kakek kalian bukanlah yang kalian sebut karena kakek kalian bukanlah seorang yang pemberani”

“Apakah kalian akan jujur jika aku bertanya? ” Nabi mengulangi perkataannya
” Tentu saja. Jika kami berdusta, maka Allah akan bongkar kedustaan kami sama seperti Allah membongkar kedustaan atas kakek kami”

Nabi bertanya, ” siapakah penghuni Neraka? ”
Yahudi menjawab ” kami. Tapi akan digantikan oleh kalian”
Nabi menjawab,” kalian berdusta. kami sama sekali tidak akan menggantikan kalian di Neraka”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali mengulangi pertanyaannya, dan Yahudi akan menjawabnya

” Apakah kalian telah menaruh racun di makanan ini? ”
Yahudi menjawab, ” iya. kami ingin memastikan kalau kau Nabi atau bukan. jika kau bukan Nabi, maka kau akan mati. Bagaimana kau tahu kalau di makanan itu terdapat racun?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “paha kambing ini yang memberi tahu”

Saksi bahasan bahwa Nabi bisa mengetahui yang sudah terjadi

Dodi – Maa Haadzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.