Adzab Dan Nikmat Kubur

0
1063

Review Kajian Maa HaaDzaa
Senin, 29 Agustus 2016
Masjid Al-Ikhlas, Karang Tengah Permai
Ust. Dr. Khalid Basalamah, MA

Pembahasan Kitab Minhajul Muslim
Pasal 11
BERIMAN KEPADA KEMATIAN

====================

ADZAB DAN NIKMAT KUBUR

====================

Salah satu rukun iman adalah beriman kepada hari kiamat. Yang satu paket dengan hari kiamat ini adalah kematian dan prosesnya. Di lapangan dapat kita lihat manusia mengalami kematian, hewan dan tumbuhan juga mengalami kematian. Sekuat apapun fisiknya, manusia dan hewan yang kuat dan kekar akan mengalami kematian. Begitu juga pohon. Pohon dengan akarnya yang kuat juga akan mengalami kematian

Pernah ada orang-orang dari tim medis yang atheis atau liberal melakukan penelitian terhadap kematian seseorang. Mereka memasang kamera super canggih. Kemudian mereka melihat ada aura merah yang keluar dari seseorang yang sedang sakaratul maut kemudian berubah menjadi warna biru saat menjelang kematiannya

Iman akan melampaui semua ilmu pengetahuan karena iman tidak memerlukan penelitian. Banyak orang sekuler atau liberal yang mengaku seorang Muslim menolak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang ditolak oleh akal manusia. Namun, bagi orang beriman hanya perlu mengimaninya, mengamalkannya, dan kemudian mengaplikasikannya. Kematian hanya bisa diketahui dengan keimanan. Dalam pepatah Arab,orang-orang yang tidak meyakini akan adanya kematian akan mengatakan bahwa kematian adalah fenomena yang misterius. Apakah hanya sebatas itu kematian? Lalu dimana tolak ukur amal shaleh dan amal buruk mereka ?

Setiap fenomena kehidupan pasti selalu berdampingan. Ada kehidupan dan ada juga kematian. Kematian adalah pintu masuk menuju kehidupan berikutnya. Bagi seorang Mu’min kematian adalah kebahagiaan. Dan bagi orang fasik dan kafir kematian adalah kesengsaraan. Banyak para sahabat pada zaman dahulu, ketika ada sahabatnya yang akan meninggal, mereka berkumpul dan mengatakan, ” kau akan berbahagia karena akan segera bertemu dengan kekasih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “. Sambil tersenyum mereka berkata seperti itu karena mereka beriman

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barang siapa yang suka berjumpa dengan Allah maka Allah suka berjumpa dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah benci untuk bertemu dengannya” (HR Muslim)

Mendengar kalimat itu, kemudian para sahabat bersedih dan Aisyah radhiyallahu ‘anha juga bersedih. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Aisyah, “mengapa engkau bersedih? ” Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha kembali bertanya, ” ya Rasulullah, apakah jika kita membenci kematian itu berarti kita membenci Allah? “. Nabi pun menjawab ” bukan itu yang aku maksud. Ketika seorang yang beriman akan meninggal, ia akan mendapat berita gembira dan ingin segera bertemu dengan Allah, dan Allah pun ingin bertemu dengannya. Dan orang yang kafir ia akan mendapat adzab dan siksa, maka ia benci bertemu dengan Allah, dan Allah benci bertemu dengannya ”

Hanya para Nabi yang diberikan opsi. Opsi itu adalah ingin menuju kematian untuk bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala atau tetap hidup di dunia. Menjelang kepergian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda ” wahai sekalian manusia, jangan bersedih. Karena janji kita akan bertemu di Haud kita”

Ketika Bilal radhiyallahu ‘anhu menjelang kematiannya, para ulama tabi’in yang juga menjadi murid-muridnya berkata, “apa yang kau rasakan tentang kematian? ” kemudian beliau menjawab, ” selamat datang kematian”

Proses kematian orang yang beriman berbeda dengan orang yang kafir. Akan datang 3 malaikat rahmah yang membawa kain kafan dari Surga, dan memberi berita gembira kepada orang yang beriman dan menyebutkan amal-amal shalehnya. Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya seperti air yang mengalir dari kendi dan penduduk langit berkata, “ruh siapa ini ? baunya wangi sekali”. Dan Allah berfirman, ” kembalikanlah dia ke dunia seperti aku menciptakannya dahulu”. Kemudian ruh itu mendengar 3 langkah sendal orang-orang. Kemudian ia ditanya oleh dua malaikat,” bagaimana pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad)?” kemudian ruh itu dapat menjawab dengan mudah. Kemudian dibukakan pintu neraka di samping kirinya melihat tempat duduknya di Neraka dan malaikat berkata ” inilah apa yang Allah haramkan darimu “. Kemudian pintu Neraka ditutup dan dibukakan pintu Surga, maka ia berkata ” cepatkanlah waktu karena aku ingin segera kesana”. Dan datanglah seseorang dengan rupa yang baik dan bersih dan sang mayit bertanya, ” siapakah engkau? Belum pernah aku lihat ciptaan Allah sebaik dirimu”. Dan orang itu berkata, ” aku adalah amal shalehmu dan aku akan menemanimu sampai hari kiamat”. Kemudian Allah berfirman ” bentangkanlah kuburnya seluas pandangan mata” dan kuburnya menjadi taman-taman Surga dan dibukakan pintu Surga setiap pagi dan petang

Kematian orang yang kafir akan mendatangkan siksa yang pedih. Akan datang 3 malaikat adzab yang membawa kain kafan dari Neraka, dan memberi adzab dan siksa kepada orang yang kafir dan menyebutkan amal-amal buruknya. Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya seperti bulu domba yang basah yang diikat dengan tali dan diikat di pohon berduri kemudian ditariknya dengan keras. Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya dan penduduk langit berkata, ” ruh siapa ini? Buruk sekali”. Dan Allah berfirman, ” kembalikanlah dia ke dunia seperti aku menciptakannya dahulu”. Kemudian ruh itu mendengar 3 langkah sendal orang-orang. Kemudian ia ditanya oleh dua malaikat,” bagaimana pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad)?” kemudian ruh itu tidak dapat menjawab dan berkata ” aku hanya mengikuti kata orang-orang “. Kemudian dibukakan pintu Surga di samping kanannya melihat tempat duduknya di Surga dan malaikat berkata ” inilah apa yang Allah haramkan darimu “. Kemudian pintu Surga ditutup dan dibukakan pintu Neraka, dan ia ketakutan maka ia berkata ” lambatkanlah waktu karena aku tak ingin segera kesana”. Dan datanglah seseorang dengan rupa yang buruk rupa dan sang mayit bertanya, ” siapakah engkau? Belum pernah aku lihat ciptaan Allah seburuk dirimu”. Dan orang itu berkata, ” aku adalah amal burukmu dan aku akan menemanimu sampai hari kiamat”. Kemudian didatangkan malaikat tanpa penglihatan dan pendengaran memukulnya dengan keras sehingga semua makhluk mendengarnya kecuali manusia dan jin. Dan kuburnya menghimpit badannya hingga remuk dan dibukakan pintu Neraka setiap pagi dan petang

Alam Barzakh akan dirasakan oleh semua orang yang meninggal. Baik yang dimandikan jenazahnya, yang mati tenggelam, mati di makan hewan buas hingga tak tersisa jasadnya, atau mati karena terbakar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ مِنَ الإِنْسَانِ شَىْءٌ إِلاَّ يَبْلَى إِلاَّ عَظْمًا وَاحِدًا وَهْوَ عَجْبُ الذَّنَبِ ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Di alam barzakh kita tidak akan merasakan dimensi waktu lagi seperti di dunia. Ada yang bertanya, ” bagaimana dengan manusia yang dikubur seribu tahun yang lalu dengan yang dikubur hari ini? Berarti orang kafir yang dikubur dahulu sudah merasakan siksa kubur selama seribu tahun”. Allahu a’lam hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang tahu. Karena satu hari akhirat sama dengan seribu tahun di dunia, tidak ada yang bisa memastikan

Sebuah riwayat menceritakan tentang para syuhada Perang Badr. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengumpulkan jasad para syuhada Badr dan beliau berkata kepada para sahabat-sahabatnya ” teman-teman kalian sekarang sedang berbicara kepada Tuhannya “. Bahkan para syuhada menginginkan mereka dibangkitkan lagi bukan karena ingin bertemu keluarga mereka, tapi mereka ingin berperang lagi dan terbunuh lagi di medan perang. Betapa besar pahala yang didapat oleh para syuhada. Dan para sahabat terdahulu berlomba-lomba ingin berada di medan jihad untuk mendapat pahala tersebut

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengumpulkan jasad para kafir Quraisy yang akan dilemparkan ke dalam sumur dan beliau berkata kepada mayit ( antara Abu Jahal dan Umayyah bin Khallaf) ” apakah kalian sudah menemukan apa yang Allah ancamkan kepada kalian? “. Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, ” ya Rasulullah, apakah mereka bisa mendengar perkataanmu? “. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,” mereka dapat mendengar lebih jelas dari apa yang kau dengar sekarang”

Ketika di perang Khaibar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ

“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang kalian daripada tali sandalnya, dan neraka juga demikian.” (HR. al-Bukhari)

Dimanapun manusia meninggal, maka ruhnya akan tetap pergi ke Alam Barzakh

————————————–

DALIL NAQLI

1. Berita dari Allah subhanahu wa ta’ala tentang adanya nikmat dan adzab kubur

Surat Al-Anfal ayat 50-51, Allah berfirman :

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (50) ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ (51)

” Kalau kamu melihat ketika para malaikat itu mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata) Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang  membakar, ” (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya. ”

Surat Al-An’am ayat 93-94, Allah berfirman :

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ (93) وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ (94)

” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepada saya, ” padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya; (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Di hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kalian Kami ciptakan pada mulanya, dan kalian tinggalkan di belakang kalian (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepada kalian; dan Kami tiada melihat beserta kalian pemberi syafaat yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kalian dan telah lenyap dari kalian apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu Allah). ”

Surat At-Taubah ayat 101, Allah berfirman :

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الأعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ

” Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka. Kami yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali. kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”

Surat Ghafir ayat 46, Allah berfirman :

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

” Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.

Surat Ibrahim ayat 7, Allah berfirman :

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (27) }

” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”

————————————-

2. Informasi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal itu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“seorang manusia apabila diletakkan didalam kuburnya, dan sahabatnya berpaling pulang dan dia mendengar suara sandal mereka, akan datang kepadanya 2 Malaikat dan mendudukkannya, dan bertanya, Siapakah Tuhanmu ? Siapakah Nabimu ? Apakah Agamamu ? Maka dia menjawab : Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Islam adalah Agamaku. Terdengarlah seruan dari langit, Benar hambaku, hamparkan baginya tikar disurga, lalu angin dan wangi surga datang kepadanya. kemudian diluaskan seluas mata memandang, seorang yang rupawan datang menemaninya yang tiada lain amal shalihnya”(HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim dan Baihaqi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika seorang dari kalian meninggal dunia maka akan ditampakkan kepadanya tempat duduk (tinggal) nya setiap pagi dan petang hari. Jika dia termasuk penduduk surga, maka akan (melihat kedudukannya) sebagai penduduk surga dan jika dia termasuk penduduk neraka, maka akan (melihat kedudukannya) sebagai penduduk neraka lalu dikatakan kepadanya inilah tempat duduk tinggalmu hingga nanti Allah membangkitkanmu pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 1290 dan Muslim no. 5110)

Dan Nabi berdo’a agar dilindungi dari siksa dan adzab kubur. Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melewati dua kuburan

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ

“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).”

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah. Beliau membelahnya menjadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Semoga keduanya diringankan siksaannya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 216 dan Muslim, no. 292)

————————————

3. Berimannya jutaan ulama-ulama yang menceritakan tentang nikmat dan azab kubur

————————————

PENUTUP

Semua orang yang merasakan kematian pasti akan pergi ke Alam Barzakh. Mereka akan merasakan nikmat dan azab kubur sesuai dengan amal perbuatan mereka selama di dunia. Bagi orang-orang yang beriman akan mendapatkan kegembiraan dan bagi orang-orang fasik atau kafir akan mendapatkan kesengsaraan. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang wafat dalam keadaan husnul khotimah dan terhindar dari azab kubur

Allahu a’lam bishowab

Dodi – Maa HaaDzaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.